part 2

828 Kata
Malam itu Di sebuah hotel Adrian, pria gagah dengan garis wajah yang tegas dan berwibawa.. meski usianya sudah 40 tahun tapi pesona wajah nya selalu membuat wanita terpikat.. baru saja menyelesaikan meeting nya, Adrian terlihat sedikit lelah..ia berjalan keluar dari ruangan asisten nya Niko berjalan tergesa mengikuti langkah Adrian. ia meminta asisten nya untuk memesan layanan kamar untuk beristirahat. Ia juga minta di Carikan seorang gadis yang berkelas... -untuk menemani nya- "Pesankan aku kamar VIP dan juga seorang gadis " ucapnya dingin.. seperti biasa.. Niko asisten pribadinya..Mengangguk faham. sebenarnya ia tidak sedang mencari cinta-hanya ingin seseorang untuk menemaninya minum dan berbicara. Resepsionis memberi nomor kamar pada Niko dan ia menelpon teman nya yang punya koneksi dengan beberapa wanita berkelas. Sementara itu, Lea dan Cika sedang berada di hotel yang sama mereka duduk di ballroom dengan seorang pria di depan nya. Pria itu sudah menyajikan mereka minuman yang salah satunya sudah di campuri obat perangsang.. karena tujuan utama pria itu selain merekrut karyawan dia juga akan menidurinya.. Lea yang hanya menemani Cika tidak menaruh curiga apapun, wawancara Cika berjalan lancar pria itu hanya mengajukan beberapa pertanyaan dan semua di jawab oleh Cika dengan lancar. "Apa kamu tidak tertarik masuk ke perusahaan kami" pria itu bertanya karena Lea menolak untuk wawancara. "Saya masih kuliah pak" ucap Lea.. pria itu pun mengangguk mengerti dengan senyum penuh arti, Ketika Lea meneguk habis minuman nya. Beberapa menit kemudian Lea merasa tiba tiba Kepalanya terasa berat. ia memutuskan untuk pergi ke toilet sebentar. Di toilet kepalanya mulai terasa pusing dan pandangan nya sedikit berkuang kunang. Lea mengerjap mencoba menyeimbangkan kembali kestabilan tubuhnya. Niko yang sedang tergesa gesa,, berjalan di sekitar hotel teman nya bilang gadis itu sudah sampai mungkin sedang mencari kamar Adrian,, Dia memakai pakaian berwarna hijau mint.. Tidak jauh dari sana pandangan Niko tertuju pada gadis yang memakai pakaian hijau mint.. tanpa basa basi Niko langsung membawa gadis itu ke kamar Adrian, Lea, gadis itu yang kebetulan memakai atasan warna hijau mint, baru keluar dari kamar mandi dan hendak kembali.. tapi sebuah tangan membawa nya ke depan sebuah kamar.. Lea mencoba menolak namun kepalanya semakin terasa berat. "Pak gadis yang anda minta sudah datang" ucap asisten nya, di Balik telpon genggam "Biarkan dia masuk" "Jangan takut..Kamu hanya cukup menemani nya minum dan ngobrol, setelah itu pekerjaan mu selesai.. dan ingat jangan macam macam " ucap Niko memberi peringatan. Pintu terbuka Lea di dorong masuk oleh Niko, pintu kembali tertutup dan terkunci otomatis. Lea masih berdiri, ia mencoba melawan rasa panas di tubuh nya. Adrian yang sedang menuang minuman menoleh dan mendapati gadis itu masih berdiri di dekat pintu.. "Duduklah...aku tidak akan melakukan apapun terhadap mu" Adrian duduk jas dan dasi nya sudah terlepas hanya kemeja putih yang lengan kemeja nya ia gulung ke sikut. Terlihat lebih santai.. "Aku...aku ingin pulang.." ucap nya dan berbalik meraih knop pintu..ia mencoba membuka nya. Tapi pintu itu sudah terkunci. "Kamu ingin pulang?" Mata Adrian menyipit.. memperhatikan gadis itu, gadis yang sedikit berbeda dengan gadis gadis sebelumnya -terlihat lebih muda, tanpa riasan tapi cantik,- gadis itu berbalik melihat Adrian dan mengangguk cepat. Adrian tersenyum tipis. "Sebelumnya tidak ada yang pernah menginginkan pulang setelah bertemu dengan ku" gumam Adrian " Baiklah.." Adrian bangkit ia meraih pensel yang ada di nakas hendak menelepon asisten nya.. "Panass...kenapa terasa panas.." cicit Lea yang tidak sengaja di dengar Adrian. setengah sadar dan tidak Lea membuka kancing bajunya, obat yang masuk ke tubuhnya sudah mulai bereaksi.. nafasnya memburu, wajahnya pucat, tubuhnya terasa panas dengan gairah memuncak. Adrian terkejut ketika melihat nya. Gadis itu hampir melepaskan bajunya. Beberapa Kancing baju atas nya sudah terlepas memperlihatkan kulit putih dan sebagian bra nya. "Apa yang kamu lakukan" tangan Adrian dengan sigap menahan tangan Lea yang hendak membuka baju. "Aku tidak tahu..tubuhku terasa panas.." Adrian menatap tajam ke arah Lea, gadis itu masih terus bertingkah seolah tubuh nya sedang terbakar..Ia merasa ada yang tidak beres dengan gadis di depan nya ini. Adrian hendak memanggil asisten nya namun Lea memegang tangan Adrian dan menempel kan nya di pipinya. Adrian menahan nafas dan memejamkan matanya.. ada perasaan yang berdesir di hati nya.. Adrian menarik tangan nya, mencoba menepis fikiran dan perasaan nya yang sedang bergejolak. Tetapi Lea masih terus meracau.. ia meneguk minuman dan mencari kamar mandi.. Lea masuk dengan wajah memburu . Mencari air dan mengguyur tubuhnya. Adrian mengikuti nya. "Apa yang sedang kau lakukan....!??" Adrian melihat gadis itu di bawah guyuran shower, kemejanya basah dan sedikit melorot memperlihatkan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat, rahang nya mengeras, ia memalingkan wajahnya namun tangan nya di tarik masuk oleh Lea.. "Tolong akuu..." Lirih nya "tubuh ku terasa panas" Pandangan mereka bertemu,, tatapan dengan gairah yang menyala. Membangkitkan kembali hasrat yang telah lama terpendam di tubuh Adrian. Adrian meraih wajah Lea dan mencium bibirnya, di bawah guyuran shower...Adrian tenggelam dalam permainan nya, Lea hanya terlihat pasrah menikmati perasaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.. hingga permainan mereka berlanjut dia atas tempat tidur. Adrian tidak bisa menahan dirinya begitu pun Lea.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN