Pagi menjelang Adrian bangun -sadar seseorang menindih lengannya, Lea masih tertidur lelap, keduanya tanpa busana hanya di balut selimut - Adrian menatap sekilas wajah Lea yang terlihat begitu tenang dan polos, - perasaan nya kembali bergejolak seketika bayangan semalam kembali terlintas- Adrian perlahan bangkit karena tangan nya terasa kebas. Perasaan nya juga mendadak berdebar ketika dekat dengan gadis itu.
Adrian keluar dari kamar mandi, bathrobe melekat di tubuhnya. Ia kemudian membuat secangkir kopi dan coklat panas..
Lea menggeliat, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Ia mengucek matanya, melihat sekeliling mencoba mengingat apa yang terjadi, ia melihat tubuhnya yang hanya di balut selimut, perasaan takut sekaligus terkejut.
"Kamu sudah bangun" Adrian menyapa nya, membuat Lea melirik ke arah nya..ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,
"Apa yang terjadi pada ku" ucap nya sedikit terbata..
Adrian berjalan ke arahnya, Lea waspada tangannya menggenggam erat selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Jantung nya berdetak kencang.
"Kamu... Tidak ingat semuanya?"
Lea menggeleng, memejamkan mata mencoba menyusun memori nya. Ia membuka mata dan menatap Adrian. Jantung nya terasa akan melompat keluar. Ia menutup wajahnya karena malu sekaligus sedih.. Adrian hanya memperhatikan nya.
"Aku tidak tahu kalau ini pertama kalinya untuk mu,,,aku minta maaf" Adrian duduk di tepi ranjang, ada rasa penyesalan dan tertarik "Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan, jika kamu mau aku akan bertanggung jawab "
Lea melihat ke arah Adrian, mencoba menelusuri kesungguhan di dalam kata kata nya.
"Bertanggung jawab.., seperti apa?" Ucap Lea dadanya terasa sesak.
"Aku kan menikahi mu"
Lea tidak ingin terlibat hubungan apapun dengan siapapun apalagi harus menikah di usianya yang masih muda, yang bahkan kuliah nya pun belum selesai..
"Ini semua kesalahanku, kamu tidak perlu melakukan apapun" Lea mencoba turun dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, Adrian sudah menyuruh asisten nya untuk menyiapkan pakaian wanita.
Adrian mengetuk pintu kamar mandi dan menaruh paper bag berisi pakaian untuk Lea. Beberapa menit kemudian...Lea keluar dress selutut yang pas di tubuh nya..
Adrian yang sedang duduk di meja makan menikmati kopi dan melihat ipad nya, melihat sekilas ke arah Lea. Senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Duduklah ,, minum ini agar tubuh mu terasa lebih baik"
Dengan ragu Lea duduk agak jauh dari Adrian, aroma harum dari coklat panas menusuk hidung nya. Membuat nya terasa nyaman.
"Siapa namamu" tanya Adrian tanpa menoleh. Matanya fokus pada iPad
"Lea" jawab nya singkat
"Berapa usiamu?"
"22"
Mendengar jawaban Lea Adrian menoleh melihatnya nya, -kamu bahkan 18 tahun lebih muda dari ku- gumamnya.
Lea mempercepat minum nya agar segera pulang.
"Aku ingin pulang" ucap Lea. Adrian kemudian menelepon asisten nya. Dan menyuruhnya mengantarkan Lea. Tapi Sebelum itu Adrian mengeluarkan black card dan menyodorkan nya pada Lea "Disini ada uang 200 juta, sebagai kompensasi tadi malam"
"Aku tidak sedang menjual tubuh ku, anggap saja kita tidak pernah melakukan nya" ucap Lea dengan suara bergetar menahan sesak di dadanya..
Niko terkejut ketika mendapati Lea masih berada di kamar bosnya...
Lea bangkit tanpa menyentuh kartu yang di berikan Adrian
"Antarkan dia pulang,,, dengan selamat" ucap Adrian...Niko hanya mengangguk. Adrian tersenyum tipis dan hanya memandangi punggung gadis itu yang hilang di balik pintu.
Lea bernafas lega ketika sampai rumah, tapi suara pertengkaran kembali terdengar.. teriakan Paman nya di balas suara keras Evan.. putranya..
"Kau anak yang tidak berguna,, pergi kau!!! dasar anak tidak berguna" teriakan Arman terdengar.Lea memasuki rumah dan berpapasan dengan Evan yang berjalan ke luar,, ada beberapa luka lebam di wajahnya, termasuk sudut bibir nya yang berdarah.
"Kakak...." Ucap Lea,
Evan hanya menatap nya sekilas,, tanpa berkata-kata ia langsung pergi.
Keadaan mereka seperti itu sejak dulu,, pamanya yang pemabuk dan pemarah,, terkadang selain Evan yang menjadi sasaran kemarahan nya bibi Ratih dan juga dirinya.