24. Terpa Nestapa "Aisyah, kita tidak bisa melanjutkan obrolan ini." "Ustaz, ada masalah apa? Masalah serius sekali?" "Azra ..., Barusan Abi yang telpon, diberitakan kalau, pesawat yang Azra tumpangi diganti kecelakaan." "Mas Azra ..." Ammar dan Aisyah menoleh bersamaan pada Shaqi. Gadis itu berteriak histeris. Rupanya Shaqi telah kembali dari perpustakaan. Sambil serius obrolan Ammar dan aisyah, sampai mereka tidak dapat menerima jika Shaqi sudah dekat dan mendengarkan semua yang Ammar ucapkan. "Dek Shaqi, tenang dulu ya," titah Ammar mencoba menenangkan Shaqila. Aisyah pun ikut menenangkan Shaqi. Menghampiri, lalu memapah dan membantu duduk di bangku. Tangan Aisyah terulur mengelus pelan bahu Shaqila yang naik-turun karena tangisnya pecah. "Mas Azra kenapa, Abang?" lirih S

