24. Ta'aruf Dadakan

1796 Kata

24. Ta'aruf Dadakan "Padahal Buya, ingin-nya kalian segera menikah. Kalau perlu sekarang juga, niat baik harus disegerakan." Ucapan Kiai Zaid merasuk dalam benak Aisyah. Dia menawan kembali ingatan tentang pertemuan kemarin di ruang perawatan sebuah rumah sakit tempat Kiai Zaid menganjurkan. Aisyah meminta waktu untuk berpikir dan merenung. Dia butuh untuk diselesaikan hati, akan keputusan yang diambil nanti. Aisyah sempat diambil raut Ammar. Lelaki itu mengembuskan napas, usai mendengar keputusan Aisyah yang meminta waktu. "Aisyah, terimakasih." "Untuk apa, Ustaz?" "Karena tidak langsung menolak di depan Buya dan yang berbaring." Aisyah tersenyum mengingat ucapan Ammar. Dia memang tidak mengatakan setuju, terlalu belum. Hal lain yang menjadi reaksi adalah reaksi ustadzah Rosit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN