Tujuh

930 Kata
Sehabis dari kantor Nial, Ema memutuskan pulang kerumah nya tapi sebelum itu ema mampir kerumah Sari terlebih dahulu dengan membawakan makanan ringan untuk Sari maupun Lala. “Sari mana La?” tanya Ema ketika ia sampai tapi tidak menemukan Sari. “she cry” “why?” “tadi kak Romeo datang dan memberi ini” jawab Lala memberikan kartu undangan pada Ema. Ema meremas kartu undangan pernikahan antara Romeo dengan wanita lain, Romeo sialan. Ema merasa Romeo harus diberi pelajaran sedikit karena telah mematahkan hati Sari, “la, kakak keluar sebentar” “iya kak” ‘Romeo, wait me’ Ema melajukan mobil nya dengan kecepatan pelan ketika ia sudah sampai didepan rumah Romeo. Kali ini ia tidak membiarkan Ami mengambil alih tubuh nya, masalah ini harus ia yang megurus nya. “Ema?” ujar Romeo kaget ketika membuka pintu rumah nya. Plak Satu tamparan melayang kewajah Romeo. “kau?...” “aku apa? Itu hadiah kecil dari ku karena kau telah memutuskan Sari. Kau tunggu saja hadiah besar nya dan aku pastikan kau akan menyesal seumur hidup karena memutuskan Sari” ujar Ema lalu pergi meninggalkan Romeo. Mood Ema benar-benar buruk karena Romeo sialan, Drt...drt... Ema mengabaikan ponsel nya yang berdering. Drt...drt... “APA!” teriak nya kesal tanpa melihat siapa yang menelpon nya. “ini Riel kak” “oh, kenapa Riel. Maaf kakak berteriak mood kakak sedang tidak baik” “tidak apa kak, minggu depan Bara berumur 1 tahun..” “kakak pasti datang” “Ariel belum selesai mengatakan nya kak” “dari logat mu kakak sudah tau” “kami mununggu kak” “hm” Ema memasukan ponsel nya lalu kerumah Sari lagi. “Sari?” “belum keluar dari kamar kak” jawab Lala membuat Ema menganggukan kepala. “mau membuat kue dengan kakak La?” tanya Ema karena merasa bosan menunggu Sari keluar dari kamar. “mau kak” “come on” Lala dan Ema membuat kue bersama mereka tertawa bersama ditambah lagi mereka bermain perang tepung. Mood Ema secara cepat sudah kembali membaik. “seperti nya enak kak” “tentu saja” “Lala mau cicip” pinta Lala membuat Ema menganggukan kepala nya. “benar-benar enak kak” “bagus lah kalau kau suka” “besok-besok buat lagi kak” “iya” Ema membereskan kekacauan yang mereka buat didapur, lalu mencuci wajah nya yang penuh dengan tepung. “la, cuci muka lalu gosok gigi” “siap kak” Tring. Sebuah pesan masuk dari nial Nial : besok hingga lusa aku ke amsterdam Ema : oh Nial : kau ikut? Ema : tdk Nial : aku memaksa Ema : terserah. Aku tidak! Nial : aku bercanda, tolong rawat dodo selama aku pergi Ema : oke Dodo? Anak Anjing mengemaskan yang menyentuh hati Ema. Selama ini Ema sama sekali tidak menyukai hewan apa saja tapi ketika melihat dodo ia langsung jatuh hati. Begitu menggemaskan. Tapi ngomong-omong dimana dodo? Sudah seminggu lebih ia tidak melihat dodo. Ema : dodo dimana? Nial : besok Dimas akan mengantar ke rumah mu Pukul 7 malam, Sari baru keluar dari kamar nya dengan mata bengkak dan hidung merah. “nona Ema?” ujar Sari terkejut dan langsung menutup wajah nya dengan kedua tangan nya. “dasar bodoh!” ujar Ema membawa Sari masuk kedalam kamar. Ema mendudukan sari didepan cermin. “lihat dirimu? Kau harus berubah. Cuci wajah mu lalu ikut dengan ku” Ujar Ema ah ralat perintah Ema tepat nya. Walau bingung Sari mengikuti apa yang dikatakan oleh Ema. “kunci mobil?” tanya Ema yang langsung diberikan oleh Sari. “bagus” ujar Ema tersenyum Ema membawa Sari ke mall dan memasuki toko baju. “tolong pilihkan pakaian apa saja yang cocok untuk nya, bila perlu yang paling mahal sekalian” ujar Ema pada pelayan toko. “baik Nona” Sari menatap Ema dengan menggelengkan kepala nya. “kau ikuti dia” ujar Ema tanpa peduli dengan tatapan Sari Setelah mencari pakaian ema kembali mengajak sari berkeliling mencari sepatu, tas dan pernak pernik yang lain nya. Sari berkali kali menolak Ema namun E ma selalu menang. Kurang lebih tiga jam mereka berkeliling dan itu sangat menguras tenaga terutama sari yang baru saja selesai menangis lalu tiba-tiba saja berkeliling salama itu. Didalam perjalanan pulang Sari menatap Ema tidak enakan. “kau tidak perlu membelikan aku sebanyak ini. Ini sangat mahal gaji ku lima tahun tidak akan cukup untuk membayar nya kembali” cicit nya pelan membuat Ema menghela nafas. “aku tidak meminta mu membayar kembali anggap saja ini bonus karna kau asisten sekaligus teman ku” “tapi tetap saja ini sangat mahal” “kau tenang saja, itu uang Nial jadi kau tidak perlu merasa tidak enak segala” jawab Ema sambil menyengir kuda. Sampai dirumah Ema langsung mendandani Sari. “bagaimana bisa kau betah dengan mengikat rambut mu” komentar Ema melepaskan paksa ikat rambut milik Sari. “kau harus sering mencuci wajah mu, jangan malas” komentar Ema lagi dan membuat Sari memutar bola mata nya dengan malas. “seperti kau tidak saja” “setidak nya aku ada kau yang membersihkan” “ah benar kata Nial, terserah kau saja” “yayya memang semua terserah padaku” jawab Ema tetap mendandani Sari dengan sepenuh hati. Ema telah selesai mendandani Sari dan hasil nya benar-benar menakjubkan, Ema menjadi gemas sekali pada Sari. Sebenar nya Sari mempunyai paras yang cantik hanya saja ia tidak bisa mengolah wajah nya agar bisa terlihat. Dan lihat lah sekarang Ema yakin 1000% Romeo akan sangat menyesal karena telah meninggalkan sari. “lihat lah dirimu” ujar Ema, reaksi Sari sama seperti Ema tadi terkejut. “apakah itu aku?” tanya nya masih tidak percaya. “bukan, ya iya lah itu kau” “cantik sekali” “maka dari itu, kau harus memanfaatkan dirimu dan jangan sampai terjebak pada pria jahat seperti Romeo” “lalu apa yang akan kau lakukan selanjut nya?” tanya Ema ketika Sari sedang meneliti wajah nya. “aku akan datang ke pernikahan nya, apalagi” “smart” “kak, Lala masuk ya” ujar Lala diambang pintu “masuk saja La” Lala menatap takjub kakak nya. “kak Sari cantik ah tidak tidak sangat cantik maksud Lala” “kau benar La, hanya saja kakak mu yang bodoh ini tidak mengerti cantik nya wajah nya” ujar Ema duduk disebelah Lala. “ah, mengantuk nya. Aku nginap ya” “asik kak Ema nginap, Lala tidur disini ya” “oke” Sari melihat Ema yang memeluk Lala, lihat lah betapa baik nya Ema pada nya dan adik nya. Ema sudah seperti keluarga bagi nya. Bagi orang awam Ema terlihat seperti wanita yang mengerikan dan arogan tapi jika sudah mengenal nya Ema akan terlihat seperti malaikat tanpa sayap. “aku juga ingin tidur” ujar Sari namun tidak mendapatkan sahutan dari Ema maupun Lala. Karena mereka berdua sudah pergi kealam mimpi. Tbc..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN