Enam

538 Kata
Ema menginap di apartemen Nial, semalam Nial kembali diserang demam tinggi membuat Ema khawatir dan memilih untuk menginap. Ema kembali dari dapur dengan segelas air ditangan nya mata nya tidak sengaja melihat berkas dari Belanda. Dari segi bahasa nya Ema dengan jelas menyadari jika itu berkas dari Belanda. Nial sudah bekerja keras sebagai pemilik perusahaan. Belum lagi gudang perusahaan pusat di Belanda mengalami kebakaran dan banyak pegawai yang harus dirawat di rumah sakit. Semenjak Nial memutuskan untuk menetap di Indonesia beban kerja Nial bertambah dua kali lipat dari sebelum nya. Mengingat perusahaan di jakarta baru saja berjalan lancar beberapa bulan ini. Ema kembali tidur dengan memeluk Nial, sesuai permintaan Nial tadi. Nial membuka mata nya tapi tidak menemukan Ema disisi nya ia mengira Ema sudah pulang, Nial bangun dari tidur nya lalu masuk kekamar mandi. Badan nya terasa lengket dan itu membuat Nial tidak nyaman. Nial sudah berpakain rapi siap untuk pergi ke kantor hanya tinggal dasi nya lagi yang belum ia kenakan. Nial berjalan kedapur suatu kebiasan nya secangkir kopi sebelum pergi kekantor. “sudah bangun?” Nial terkejut melihat Ema tersenyum pada nya sambil menyiapkan sarapan diatas meja makan. “kopi or s**u?” “kopi” “oke” Ema membuat kan Nial kopi. “tidak kerja?” “libur” jawab Ema sambil meletakan kopi didepan Nial. Nial mengangguk sambil menyantap sarapan nya. Setelah sarapan Nial berpamitan pada Ema. “Nial” panggil Ema membuat Nial berbalik “ya?” “kau melupakan sesuatu” “apa?” “dasi” kata Ema sambil mengangkat dasi milik Nial. Nial terkekeh lalu menghampiri Ema. “aku pakaikan” tawar Ema membuat Nial mengangguk setuju. Nial menatap Ema dengan intens, ditatap lebih dekat begini Ema lebih cantik ditambah lagi Ema tidak memakai riasan diwajah nya. “selesai” ujar Ema membuat lamunan Nial buyar. “terima kasih, aku berangkat” ujar Nial lalu mencium kening Ema, Nial merasa sekarang ini ia sedang berpamitan pada istri nya. “baiklah, cari uang yang banyak ya sayang” jawab Ema dengan senyuman menawan. Nial menggelengkan kepala lalu mengangguk. __ “Key, tolong majukan meeting dan hubungi Mike masalah kebakaran gudang pusat” “baik pak” Tak lama kemudian Key masuk kedalam ruangan Nial. “meeting dilaksanakan pukul 10 pagi pak. Dan ini panggilan dari pak Mike” ujar Key menyerah kan tab nya pada Nial. “terima kasih Key” “sama-sama pak” jawab Key lalu keluar dari ruangan Nial. “Mike, bagaimana keadaan karyawan yang dirawat dirumah sakit?” “semua nya baik-baik saja pak, hanya luka bakar ringan tidak ada yang terlalu dikhawatirkan” “tetap saja Mike, urus mereka semua hingga benar-benar sehat, dan juga tolong kirim kan foto keadaan gudang pada ku” “baik pak” Nial meneliti gudang nya yang kebakaran bebarapa hari yang lalu. Sangat parah dan butuh dana yang banyak untuk memulihkan nya lagi. Tokk..tok.. “masuk” “pak, waktu nya meeting” “baiklah” __ Drtt...drt... Ponsel Nial bergetar ketika ia sedang mendengar presentasi dari manajemen penjualan. “KAU MAU SAKIT LAGI HAH!” Nial menjauhkan ponsel nya dari telinga nya karena mendengar teriakan dari Ema. “jangan berteriak, telinga ku masih sehat” “siapa yang berteriak, aku tidak” “terserah mu saja, ada apa?” “kau lupa minum obat mu, kau belum begitu pulih” “nanti akan ku beli setelah meeting” “lupakan saja, aku akan kesana sekarang” Tut. Benar saja Ema sudah menunggunya. “kau datang?” “tidak, aku tidak datang” “oh” “dasar i***t, makan lah lalu obat mu jangan lupa” “permen?” “ada” “minum ini juga” ujar Ema memberikan wedang jahe pada Nial “apa ini?” “wedang jahe, katanya bagus untuk orang seperti mu” “orang seperti ku?” “iya, i***t dan ceroboh” “kau, berani sekali mengatai ku” “kenapa aku tidak” “kau seharus nya takut padaku” “mengapa harus?” “ah lupakan, aku lelah berdebat dengan mu yang tidak mau kalah” “siapa?” “kau lah siapa lagi” “yang tanya, wlek” Nial memilih diam dan menikmati wedang jahe nya yang terasa hangat ditenggorokan nya. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN