Pagi sekali Sari datang kerumah Ema, membuat Ema menggerutu kesal karena Sari membangunkan nya.
“Sar please, aku tidak ada jadwal hari ini. Jadi biar kan aku tidur ya” ujar Ema dengan malas.
Sari mengangguk lalu duduk disisi ranjang sambil melihat kuku-kuku tangan nya yang baru saja ia pakai kan pewarna kuku bewarna merah menyalah.
“ah kau tidak mau bangun, padahal aku mau mengajak mu ke pernikahan Romeo dan melakukan pertunjukan yang menarik. Kau tidak mau, ya sudah aku pergi sendiri saja” ujar nya santai sambil meniup kuku nya.
“AKU IKUT!” ujar Ema langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi membuat Sari tertawa. Didalam kamar mandi Ema mengumpat diri nya sendiri, bagaimana bisa ia lupa hal penting seperti ini. Ia sangat menantikan hari ini dan sangat tidak sabar melihat reaksi Romeo.
“Sar, kemari lah. Aku akan mendandani mu” ujar Ema keluar dari kamar mandi tanpa melihat Sari lalu duduk didepan meja rias sambil mengeringkan rambut nya.
“aku sudah” ujar Sari santai, sontak saja membuat Ema langsung melihat kearah Sari. Benar, Sari sangat menakjubkan.
“menakjubkan, untuk pemula seperti mu” komentar Ema kagum.
“aku kesalon tadi pukul 4 pagi” jawaban Sari membuat Ema melongo.
“ck. Pantas saja” komentar Ema lalu mulai merias diri nya, hari ini Ema memilih make up ringan saja jadi ia tidak perlu waktu banyak untuk merias wajah.
“Sar, tolong berikan Dodo makan” ujar Ema sambil mengoleskan tipis lipstik dibibir nya.
Sari tidak menjawab ia langsung memberikan Dodo makan.
“sudah selesai?” tanya Sari ketika Ema berdiri dibelakang nya.
“seperti yang kau lihat” jawab Ema memutar diri nya sambil mengembangkan dress nya.
“yaya” ujar Sari
“karna ini hari yang sangat SPESIAL’ aku akan menyetir” kata Ema menekan kata ‘spesial’ lalu mengambil alih kunci mobil dari tangan sari.
“baiklah baiklah”
Sari dan Ema sampai ditempat dimana sang mantan yang menghianati Sari menikah. Sari mengamati sekeliling nya, lalu mata nya menangkap mantan kekasih nya sedang berbisik dengan wanita disebelah nya. Tangan nya mengepal, ia marah.
Ema yang menatap Sari langsung melepaskan kepalan tangan Sari.
“berikan aku hiburan, dan senyum lalu angkat tinggi dagu mu. Kau pemeran utama dalam cerita ini” ujar Ema pelan membuat Sari mengangguk kan kepala nya. Dengan percaya diri Sari naik keatas pangung memberi selamat pada pasangan yang sangat bahagia.
“selamat atas pernikahan kalian” ujar Sari tersenyum, membuat Romeo terhipnotis sesaat. Jika tidak karena Sindy mencubit Romeo, Romeo tidak akan tersadar dari pesona Sari. Ada penyesalan yang amat dalam di lubuk hati Romeo, Sari yang ia hianati ternyata sanagt cantik.
“terima kasih” jawab Sindy sedikit sinis membuat Sari tersenyum.
“aku tulus, kau tidak perlu takut aku akan merebut suamimu.” Kata Sari
“ah iya, ini aku kembali kan” ujar Sari sedikit keras sambil melepaskan cincin dari jari nya lalu memberikan nya pada Romeo. Sari memegang tangan Romeo membuat Romeo tersentak kaget dan membuat Sindy melihat Sari tidak terima, dan tamu undangan yang lain nya penasaran apa yang akan dilakukan sari termasuk ema.
“bagaimana bisa kau mengikat wanita sedangkan wanita ini belum kau lepaskan. Aku kembalikan dan hiduplah dengan ‘tenang’” ujar Sari yang membuat nya dapat sorakan dan tepuk tangan, banyak nya berkomentar Sari sangat keren.
“terima kasih karna telah menunjukan sifat nya yang sebenar nya.” Ujar Sari beralih pada Sindy lalu turun dari atas panggung.
“kau sangat keren” ujar Ema kagum
“ayo kita pulang”
Setelah Sari dan Ema pergi aula tampak ricuh berkomentar ini dan itu.
“wanita itu sangat keren”
“kebanyakan wanita akan menangis tapi dia mendatangi mantan kekasih nya yang menghiati”
“dia sangat cantik dari pada mempelai wanita”
Sindy yang mendengar nya menjadi geram, ini acara nya lalu kenapa Sari yang mendapat banyak pujian, sedangkan Romeo ia tampak menyesal telah meninggalkan Sari. Coba saja ia sedikit lebih peka pasti ia tidak akan kehilangan Sari nya. Tapi, nasi sudah menjadi bubur mau diapakan lagi.
Tbc