"Kletuk,” Yai Hasbi menaruh sebuah kunci di atas meja kaca. Mereka berkumpul setelah makan sebelum tiba waktu isya. “Apa ini Bi?” Sholeh menatap dua buah kunci yang tergeletak di meja di depannya. “Konci rumah,” jawab yai Hasbi singkat. “Konci ramah?” Sholeh mengernyit. “Iya, itu rumah yang di sebelah sana buat kamu tinggali sama istri kamu,” Yai Hasbi menunjuk ke samping rumah. “Abi ngusir Kak Sholeh?” tanya Fatih sontak. “Hus,” Umminya memotong. “Jangan berasumsi yang tidak-tidak jbelum mengetahui kebenarannya Fatih. Mulutmu bisa menjadi fitnah dunia,” nasihat yai Hasbi. “Iya Abi, maaf.” ucap Fatih menunduk. “Fatih, hilangkan kebiasaan kamu yang kurang sopan itu,” Umminya menimpali. “Iya Ummi, maaf,” ucap Fatih lagi-lagi menunduk. Fatih memang suka berkata sebelum dipikirkan,

