“Bismillah, Allahumma jannibnas syaithaan wa jannibis syaithaana maa razaq tanaa.” ‘Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rizki yang Engkau anugrah kan kepada kami.’ Dengan diawali do’a mereka mulai mengadu cinta, menyelami bahtera penuh warna. Dengan bismillah, semua mengayun senada dengan indah. Belaian lembut dengan ritme teratur, membuat dua jiwa melayang ke angkasa. Perlahan menyusuri inci demi inci keindahan yang terindah dalam dunia. Hingga membuat yang tersadar akan lupa, masa dan di mana ia berada. Pikiran hanya sibuk pada peraduan yang gemerlap bintang. Indah berada dalam galaksi yang penuh warna, seindah itukah cinta? Yang sama adalah mereka baru pertama merasakannya. Meski terkadang sakit namun tak seber

