Malam Pertama 2

1248 Kata

“Kapan rencananya kalian mau kembali ke kota?” tanya ayahnya sebelum makan. “Insya Allah besok Bi, soalnya lusa Sholeh udah harus masuk,” ucap Sholeh. “Kamu ngak mau ambil libur lebih lama?” sahut ibunya, mengingat pesantren juga milik merekam jadi tidak mungkin untuk tidak bisa mengambil libur lebih lama. “Anak-anak sebentar lagi ujian Mi, nanti ketinggalan pelajaran. Nanti juga ada libur semester kan bisa libur panjang juga.” “Oh.. iya juga. Ummi kurang paham soal libur anak-anak, udah ngak ada anak yang sekolah.” “Ayo makan Mas!” Rani menaruh piring yang telah ia isi dengan nasi. “Ya, baiklah.” “Mas mau lauk apa? Rani ambilkan.” “Biar Mas ambil sendiri aja deh.” Ayah dan ibu mereka melirik percakapan mereka, sekilas terlihat sangat harmonis dan tidak ada masalah. Mereka bisa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN