William membawa Amber ke dalam kamar mereka. Sementara itu Charlotte dibiarkan di kamar lamanya dan terkurung di sana. “Lepaskan aku, Yang Mulia,” pinta Amber. Dengan sedikit kasar, William menghempaskan Amber ke ranjang di dalam kamar itu. “Aku mohon, hentikan, Yang Mulia. Hentikan dendam yang membara di hatimu. Bukankah kita sudah sepakat kalau kita akan melupakan semuanya? Kenapa Anda menjadi seperti ini sekarang?” Amber mengiba. Memohon kepada William agar sadar. Amber yang lebih mengenal William, merasa William sangat aneh. Pria itu sering kali memiliki karakter yang berubah-ubah akhir-akhir ini. “Kumohon, Yang Mulia. Sadarlah. Tidakkah kamu ingat bahwa saat ini aku sedang mengandung penerusmu?” Amber mulai terisak. “Diam kau, makhluk menyeramkan!” Hardik William. Amber terkesi

