bc

AGARTHA

book_age18+
6
IKUTI
1K
BACA
others
tragedy
comedy
twisted
kicking
mystery
scary
like
intro-logo
Uraian

Kim Rayana. Seorang gadis yang ternyata memiliki garis kehidupan penuh misteri. Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Namun kehadiran Park Jonathan mengisi segala kekosongan. Menjadi kekasih, teman, sekaligus ayah baginya.

Mereka merangkul profesi yang sama, yaitu sebagai anggota PCA (Police Case of Agent), sebuah agent kepolisian pusat di Divisi kejahatan pembunuhan. Satu kota heboh akan kasus pembunuhan berantai, membuat Rayana dan Jonathan melakukan pencarian fakta akan kasus yang penuh teka-teki. Namun siapa sangka, ditengah pencarian, Rayana malah terlempar menuju dunia bak negeri dongeng. Makhluk aneh banyak ditemui nya, entah dengan berbagai macam wujud.

"Aku menemukan kehidupan ku. Namun, dia yang membuatku hidup. Akankah aku sanggup melupakannya? "_Kim Rayana.

chap-preview
Pratinjau gratis
PART 1. AUTOPSY
Di sebuah perkotaan, tepatnya di Seoul. Dihebohkan oleh suatu kasus janggal yang masih belum terpecahkan oleh pihak kepolisian. Awal mulanya, satu persatu para gadis di setiap desa akan menghilang selama 2 kali 24 jam.Lalu keesokan harinya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Tidak ada tanda-tanda pembunuhan, ataupun riwayat penyakit yang serius. Namun anehnya, setelah melakukan autopsi pada tubuh korban, pihak medis menemukan bekas koyakan pada organ jantung, Tanpa adanya robekan diarea luar. Semua petugas kepolisian pun dikerahkan di setiap daerah untuk berjaga-jaga. Pada malam hari, semua warga tidak diperbolehkan untuk berkeliling sembarangan guna menghindari bertambahnya korban. Walaupun begitu, entah bagaimana pelaku melakukannya, karena dalam seminggu jumlah korban semakin melonjak. Kasus tersebut membuat pihak kepolisian pusat turun tangan secara langsung. Malam ini, pihak medis melakukan autopsi pada tubuh korban yang ditemukan satu hari lalu. Mereka terus melakukan autopsi di setiap tubuh korban, berharap mendapat tanda-tanda atau petunjuk kematian. Inspektur dan beberapa jejeran anggota PCA (Police Case of Agent) turut serta melihat perkembangan laporan autopsi. PCA adalah sebuah agent kepolisian pusat di Divisi kejahatan pembunuhan. “Lapisan kulit hingga kerangka masih normal. Sama sekali tidak memiliki tanda-tanda bekas robekan. Namun beberapa jaringan disekitar organ jantung mengalami kerusakan karena jantung telah rusak total.” jelas pihak medis usai melakukan autopsi. “Bagaimana dengan sidik jari? Apa anda menemukannya?” tanya Jonathan yang merupakan Inspektur PCA. Pihak medis menggeleng pasrah. “Tidak ada perkembangan sama sekali. Sama saja dengan hasil yang sebelumnya” Jonathan tampak sangat kesal bercampur kecewa. Bagaimana mungkin organ dalam terkoyak habis, sementara jaringan di luarnya masih normal bak tak tersentuh oleh siapapun. Kasus pertama dengan tingkat ke sulitan yang tinggi. Membuat Jonathan sebagai Inspektur harus memutar otak setiap adanya korban baru. “Kalau begitu tolong kabari kami jika anda menemukan suatu petunjuk. Karena sekecil apapun itu, pasti akan mengubah jalan pihak kepolisian untuk menemukan pelaku” ucap Jonathan pada pihak medis tersebut. “Baik. kami akan segera mengubungi mu untuk autopsi selanjutnya” jelas dokter yang mengarahkan pandangannya pada mayat korban lainnya. “Kami permisi dulu” pamit Jonathan kemudian segera meninggalkan ruangan autopsi. Sesampainya di luar, ia mengacak rambutnya pelan. Memikirkan rencana kedepannya. Semua orang tampak terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga salah satu anggota mengangkat suara. “Bagaimana rencana selanjutnya Inspektur?” tanya salah satu anggota PCA yang ikut bersamanya setelah berada di luar ruangan. “Heh. Untuk saat ini, kita kembali dulu ke kantor dan membahasnya di sana” “Baik inspektur” *** Siang hari yang terik, melepas lelah adalah suatu keharusan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 12.00. Ini adalah waktu istirahat bagi para pekerja untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan pekerjaan berat lainnya. Duduk bersantai sembari mengeluarkan keluh kesah bersama rekan kerja adalah suatu kebahagiaan kecil di waktu istirahat. Kini mereka sedang makan siang disebuah tempat makan dekat kantor kepolisian. Mereka harus tetap berada disekitar kantor, agar dapat waspada jika saja ada laporan terkait kasus saat ini. “Hahh,,,kasus seperti ini benar-benar membuat ku bersemangat” ucap salah satu anggota PCA yang sedang duduk santai sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya. “Apa maksud mu bersemangat? Kemarin kau mengeluh dengan kasus ini” saut Jonathan dengan menggelengkan kepalanya. “Dengar Inspektur. Kasus ini bukan kasus biasa. Ini terlalu aneh” ucapnya mencondongkan wajahnya ketengah meja makan. “Aneh?” Rayana bingung dengan perkataan Lee Bom. “Hm binggo. Coba pikirkan, pelaku setelah membunuh atau menculik korban, ia akan menghilang begitu saja” “Bukankah akan semakin aneh jika ia menyerahkan diri setelah membunuh?” jawab Jonathan yang merasa perkataan Lee Bom sangat tidak masuk akal. “Coba kalian ingat-ingat lagi. Jejak, tanda pembunuhan, bahkan sidik jari pelaku pun tak terdeteksi sama sekali pada tubuh korban. Bukankah ini benar-benar aneh?” “Hm. Aku juga merasa kasus ini sedikit aneh. Tidak. Bahkan sangat aneh. Ditambah lagi bahwa para korban semua adalah wanita” ucap Rayana menoleh kearah Jonathan. Seperkian detik suasana menjadi sunyi, mengingat tubuh para korban setelah melakukan autopsi beberapa hari yang lalu. “Hei ngomong-ngomong, nama kalian tidak seperti berkewarganegaraan Korea. Rayana,,,Jonathan. Apa kalian benar warga korea, atau kalian……” baru saja suasana terasa nyaman, Lee Bom malah mengeluarkan isi otak random nya. “Apa yang kau pikirkan” memukul kepala Lee Bom. Rayana sedikit kesal jika membahas tentang nama mereka. Ditambah lagi isi otak Lee Bom yang begitu konyol. Kadang Rayana bingung, mengapa orang seperti dia bisa menjadi anggota PCA. “Karena kami berjodoh” timbal Jonathan menatap mata kekasihnya penuh kasih sayang. Dan tentu saja, perkataan seperti itu membuat Rayana tersenyum malu kucing. Kekasih seperti apa yang tidak terpana akan rayuan maut pasangannya. Sedikit berlebihan, tapi tidak untuk mereka yang dilanda kasmaran. “Aku menyesal mengatakannya. Aku tahu ini jam istirahat, tapi tolong, ada aku disini, pacarannya nanti saja, hm?” wajahnya membujuk penuh mohon. Walaupun begitu, dua pasangan yang sedang dibuai cinta itu tidak memperdulikan keberadaannya. Lee Bom mulai frustasi akan ulahnya sendiri. Ia berpikir seharusnya tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan kasmaran. “Apa kalian mendengar ku?” ia kini terasingkan karena ucapannya sendiri. “Sudahlah. Aku kembali saja. Aku tak ingin mati muda ditempat seperti ini. Ahjuma….tagihan makanan ku dibayar mereka saja” tangannya terangkat memanggil sang pemilik kedai makan. Mencoba melarikan diri dari perasaan lajang yang kini membuatnya terlihat mengenaskan. Ia berpikir setidaknya tak memberikan beban dengan membayar tagihan makanannya sendiri. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.2K
bc

Wolf Alliance Series : The Path of Conquest

read
42.4K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook