Aku melepas helm, mencabut kunci skuter matik. Tampak dua motor besar sudah terparkir di tempatnya. Apa hari ini Langit diantar Althaf lagi? Ini sudah minggu kedua Langit menjalani hukumannya. Setiap hari lelaki itu diantar dan dijemput kembali oleh Althaf. Ponselnya pun sepertinya masih ditahan, karena hingga semalam dia belum ada mengirim chat atau sekedar menyapa lewat ponsel. Kurasa, ini masa hukuman terlamanya, setelah kedekatan kami. Imbasnya, waktu pertemuan kami banyak berkurang. Bertemu di kantin pun hanya beberapa kali. Karena setiap pagi aku merasa tak nyaman jika harus menunggunya. Aku tidak suka cara Althaf melihat Langit. Pantas saja mereka tidak akur. Althaf pasti sangat menyebalkan. "Hai, Sisilia-ku!" Terdengar teriakan khas itu. Membuatku terjaga dari lamunan. "Hai, A

