Perkelahian terjadi lagi. Kali ini dua lawan tiga. Preman versus Trio Bergajulan. Ah, kalau mereka sudah menolongku begini, itu artinya aku harus mengganti nama panggilan mereka menjadi Trio Sang Penolong. Braga dan Jimmy melawan preman berambut gimbal, dan Langit melawan preman bersenjata belati. Dengan lihainya Langit menendang senjata tajam itu hingga terlempar entah ke arah mana. Tunggu, kenapa merasa de javu? Ini mengingatkan aku, ketika aku diganggu oleh Mamat. Anak lelaki berusia dua belas tahun itu menakutiku dengan seekor ulat yang menempel di ujung ranting, dan Langit Kelam menendangnya hingga ranting itu jatuh di antara semak-semak. Mungkinkah? "Heh, Putri Alam Baka!" Aku tertegun. "Turun," ucap Braga. Aku menelan ludah gugup. "Iya, Kak." Tampak dua preman itu terbaring

