"Sil." Satu pesan baru masuk dari kontak bernama Arfan. "Ya, Kak Arfan. Ada apa?" balasku. "Nanti pulang kuliah ada waktu enggak?" "Kenapa memang?" Kuketik pesan itu dengan perasaan kesal. Apa lagi ini maksudnya? "Udah lama aja enggak ketemu. Kakak 'kan sekarang jarang ke kampus karena sibuk bikin skripsi." Aku menautkan alis. Enggak tau dia, kalau aku malah bahagia dia enggak ada di kampus. "Kakak kangen," tulis Arfan lagi. Kedua mataku membeliak. Tiba-tiba terasa mual di dalam perut, kepalaku juga mendadak pusing. Kegombalan macam apa ini? "Sil, sarapan dulu," ucap Bunda dari balik pintu. "Ya, Bun," sahutku. Aku keluar dari aplikasi w******p, memasukkan ponsel ke dalam tas. . "Sampai sini, apa ada yang ingin ditanyakan?" "Tidak, Pak." "Baiklah, di pertemuan berikutnya saya

