66. Style

1970 Kata

"Garut? Memang enggak ada tempat lain, buat bulan madu?" tanya Ayah dengan ekspresi datar. "Enggak ... ada, Yah. Heheh, maaf. Aduh, sakit tau." Langit meringis mengusap perutnya yang aku sikut. "Cemen banget, sih," bisikku. Lelaki di sampingku itu hanya memberikan kode berupa gerakan bola mata, masih dengan tangan kanan mengusap perutnya. Aku memalingkan wajah dari sorot mata memelasnya. "Jadi begini ya, yang terhormat Ayah Fardan. Langit itu punya kebiasaan, di setiap ulang tahunnya dia akan merayakannya di puncak gunung. Jadi ...." "Tunggu sebentar. Sebenarnya kalian itu mau minta izin untuk bulan madu atau merayakan ulang tahun? Tadi bilangnya mau ke Garut sekarang kenapa jadi puncak gunung? Tolong dipersingkat saja, apa isi surat permohonan ini," sela Ayah dengan telunjuk yang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN