Hari Jum'at. Aku melangkah lesu menyusuri koridor kampus. Menundukkan kepala dengan kedua tangan memeluk buku. Lagi-lagi, semalaman aku kesulitan tidur. Memikirkan ... hari Sabtu besok! Aih, padahal bukan pertama kalinya ada cowok datang ke rumah. Angga, Arfan, mereka yang lebih dulu. Hanya saja entah kenapa jika Langit yang mengatakan akan ke rumah, perasaan yang memenuhi jiwa ini terasa berbeda. Antara senang dan galau sebenarnya. Rasanya membuatku tak bisa bernapas dengan nyaman. Kenapa bisa, Ya Tuhan?! Duk! Buku dalam pelukan terjatuh. Sepertinya karena kurang fokus, mengakibatkan aku kurang hati-hati ketika berjalan. "Hati-hati dong, kalo jalan! Pake matanya! Jangan nunduk terus!" bentak perempuan di depanku. Aku mengangkat kepala. "Maaf," ucapku lesu. Kedua matanya melebar. "A

