Chapter 16

1119 Kata

Sudah 1 minggu Alvero tidak masuk kuliah membuat Resya berang sendiri. Setiap hari Resya mencoba mencari Alvero tetapi tetap tidak menemukannya. Mungkin Alvero sudah pindah dari sini, segitu mudahnya dia menyerah untuk mendapatkan maaf dari Resya. Resya berjalan kearah kantin dan membeli sebotol minuman untuk dibawanya. Saat sedang asyiknya bersenandung sembari mendengar musik menggunakan earset, tidak sengaja seseorang menabraknya. "Gila, tiap hari gue nabrak orang. Kalau ngga ditabrak ya ketabrak. Ngeselin banget," kesal Resya bergumam sendiri. "Lo?" Lelaki yang menabrak menunjuk Resya. Resya mendongakan kepalanya, "Sial banget ya gue nabrak lo lagi kedua kalinya. Emang ini kampus punya lo ya? Seenaknya kalau jalan," omel Resya. Lelaki itu tersenyum miring, "Kalau kampus ini punya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN