Bab 24

4204 Kata

Aku terbangun oleh suara bising. Ada apaan, ya? Kenapa ada suara teriakan anak-anak? Memang siapa yang datang? Apa Ibu ada tamu? Kugeliatkan tubuh, kepalaku pening seketika. Ini pasti efek bergadang dengan Pilar di telepon. Ditambah mewek kayak orang kesurupan, jadilah kepalaku seperti ketindihan satu ton beton. Berat banget. Sempoyongan, aku berjalan ke toilet. Entah deh sekarang pukul berapa, aku nggak menggubris. Hari ini aku pengin izin kerja. Badanku nggak mampu kugunakan bergerak. Kepalaku nyut-nyutan. Parah banget.   Setelah mencuci muka dan gosok gigi ala kadar, aku turun ke dapur. Dan, pertanyaan kenapa rumahku penuh suara teriakan terjawab ketika aku melihat dua cowok kembar sedang berlarian di sana-sini.   “Tante Tataaa….” Seseorang dari anak kecil itu berlari menyongsongku,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN