Sudahkah aku bilang bahwa aku sangat membenci Ibu? Apa? Sudah? Oke, oke. Baiklah, aku ulangi alasanku kenapa aku sangat membenci Ibu. Selain selalu menggagalkan rencana pernikahanku, Ibu itu orangnya otoriter, super galak, mampu bikin hari-hariku seketika seperti terserang badai Tsunami, dan segala hal yang mampu membuatku uring-uringan seperti macan di musim kawin. Tapi, sungguh, demi Tuhan, apa yang dibicarakan Ibu barusan di telepon mampu membuat seluruh rasa sedihku lenyap seketika. Ya ampun, aku sangat-sangat nggak percaya. Kayak menunggu hujan salju di langit Jakarta, tahu, nggak? Mustahil banget, gitu. Benar-benar merupakan suatu keajaiban. Keajaiban! Itu dia! Keajaiban! Apa yang dibicarakan Ibu sungguh merupakan keajaiban abad ini buatku. Jadi gini, setelah aku bertanya tentang pa

