“Sudah kubuat dia tidak sadarkan diri. Seorang gadis yang hampir jadi buruannya juga sudah kuselamatkan dan kukunci di pondok di sebelah utara dekat pohon pinus kembar.” “Bagus. Uang bayaranmu juga sudah ditransfer.” “Oke. Terima kasih.” “Aku akan menghubungimu lagi jika kami memerlukan bantuan.” “Baik.” Pria itu menurunkan topinya lebih ke bawah sambil melesat ke arah lain ketika mata dan telinganya menangkap sesuatu yang ramai. “Tugasku sudah selesai. Aku tutup dulu teleponnya.” Ia lantas menghilang dalam sekejap mata. Berlari dengan cara melesat dan hanya memerlukan waktu satu menit saja tiba di tempat dimana dirinya meletakkan motornya. Bergegas mengenakan helm dan menyalakan mesin, ia meninggalkan lokasi yang berjarak cukup jauh dari tempat ia menangkap penjahat tadi. Sementa

