MENDAPAT KABAR

1053 Kata
Sesampainya di rumah,aku segera menelepon bang nanda.panggilan tersambung namun tak kunjung ada jawaban.aku terus mencoba hingga telepon dijawab oleh bang Nanda. "Halo Rena, akhirnya kamu nelpon juga.abang kangen sekali sama kamu.gimana dengan kabar anak kita apakah sehat?"ujarnya santai seolah tak terjadi apa apa. "Gak usah banyak basa basi dulu bang.apa yang sudah Abang lakukan pada Aldo?"tanyaku tak sabar. "Maksud kamu apa?"sahutnya heran. "Jangan pura pura gak tau! apa yang sudah Abang lakukan kemarin malam sehingga Aldo belum kembali hingga detik ini.pasti ini semua ulah Abang kan?"cecarku. "Kamu ngomong apa Rena?Abang gak tau menahu tentang aldo.kenapa kamu jadi menuduh Abang seperti ini...,"timpalnya merasa tak terima dengan tuduhan ku. "Terus kalau bukan Abang siapa lagi.hanya Abang yang punya dendam dengan nya.kalau sakit hati gak gini juga caranya bang."balasku. "Abang berani bersumpah gak melakukan apa pun pada aldo.setelah pulang dari rumah orangtuamu,Abang langsung tancap pulang."jawabnya. "Yakin seperti itu?"tanyaku belum sepenuhnya percaya "Kamu kenapa sih, sepertinya sangat mengkhawatirkan Aldo sampai sampai tega menuduh Abang melakukan perbuatan jahat kepadanya.apa jangan jangan kamu sudah mulai suka dengannya atau benar dugaan Abang kalu kamu mempunyai hubungan khusus dengan Aldo...,iya?"balas nya. "Abang hanya salah paham.semua teman teman bahkan orang tua Aldo mengkhawatirkan keadaan nya,itu sebabnya aku bertanya dengan Abang untuk memastikan apakah benar abang yang melakukan sesuatu sehingga membuatnya tak kunjung kembali kerumahnya,mengingat kemarin malam Abang sempat bertikai dengannya...,"jelasku. "Abang bisa pastikan kalau Abang gak melakukan apapun terhadap aldo.gak tau menahu juga masalah ini.kamu gak punya bukti apa apa Rena,jadi berhenti menuduh Abang...,"sahut bang Nanda kesal dan langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak. Aku menarik nafas dalam,lalu menghembuskan nya dengan perlahan.apakah aku salah telah menuduh bang Nanda sementara tak mempunyai bukti apapun.jika bang nanda terbukti tak bersalah,pasti aku akan sangat malu padanya. Aku seolah tak bisa lagi berpikir jernih karena rasa khawatir yang lebih mendominasi sehingga langsung menuduh bang Nanda tanpa bukti.seharusnya aku lebih sabar menunggu kabar yang jelas tentang keberadaan aldo.kalau sudah seperti ini pasti penilaian bang Nanda terhadap ku menjadi kurang baik. Semoga saja ada titik terang mengenai penyebab hilangnya Aldo,dan aku sangat berharap dia baik baik saja berada dalam lindungan Tuhan. Sementara itu, Arfan tak henti berupaya mencari tau keberadaan sahabatnya itu dengan bantuan seorang detektif.kabar sementara yang ia dapatkan yaitu mengenai lokasi tempat dimana Aldo berada terakhir kali,yaitu dijalan kasturi. Meskipun demikian,tetap akan melibatkan polisi untuk menangani kasus ini. Dua hari kemudian,ibunda Aldo telah membuat laporan ke kepolisian terkait hilangnya putra tercinta.dan hari itu juga, polisi langsung bergerak untuk melakukan pencarian dibeberapa titik lokasi yang dilalui oleh Aldo pada malam itu. Dari hasil pencarian,polisi telah menemukan mobil Aldo dipinggir jalan dalam kondisi rusak dibagian kaca samping kemudi dan juga kaca depan yang pecah seperti terkena pukulan benda berat.hal ini diduga telah terjadi perusakan secara disengaja dan bukan disebabkan oleh kecelakaan.namun Aldo tidak ditemukan di lokasi dimana mobilnya ditemukan. Dugaan sementara kemungkinan ini adalah ulah para begal yang melakukan aksi perampokan dijalan yang dilalui oleh Aldo,namun anehnya kenapa justru mobilnya yang dirusak.sementara orangnya tidak diketahui keberadaannya. Polisi masih berupaya mendalami kasus ini dan terus melakukan pencarian terhadap aldo. Sementara itu, Tante Vina sempat syok dan pingsan setelah mendengar kabar mengenai kabar tentang kondisi mobil milik Aldo yang rusak dipinggir jalan, meskipun belum diketahui kabar keberadaan putra semata wayangnya itu.beliau menduga pasti anaknya mengalami penganiayaan dan perampokan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Aku tak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini.memang,jalan arah menuju rumah orangtuaku cukup sepi dan terdapat hutan bakau disebelah kiri dan kanan jalan.itu yang menyebabkan para penjahat atau begal sering melakukan aksinya disekitar itu. Hingga kabar ini sampai ditelinga kedua orangtuaku, mereka sangat terkejut.bahkan ayah juga menduga ini adalah perbuatan bang Nanda. "Kita jangan su'udzon dulu yah,belum tentu juga Nanda yang melakukan.kita tunggu saja informasi dari pihak polisi.khawatir nanti kita bakal dilaporkan balik oleh Nanda dengan tuduhan pencemaran nama baik.jadi kita hati hati dalam berucap.jangan gampang menuduh jika tidak ada bukti yang kuat."tutur ibu mengingatkan ayah. Akhirnya ayah setuju dengan pendapat ibu,begitu juga aku. ----- Tiga hari lagi kedua anakku Riko dan Rika ulang tahun yang ke dua.aku bahkan belum mempersiapkan apa apa untuk menyambut hari kelahiran sikembar. Rencananya ingin mengadakan syukuran sederhana saja dirumah orangtuaku dan mengundang kerabat serta keluarga dekat saja.tidak perlu membuat perayaan besar besaran karena memang saat ini keadaan tak memungkinkan mengingat rumah tangga ku sedang dalam masalah dan menjalani proses perceraian. Hari ini sepulang bekerja,aku berniat untuk berbelanja keperluan untuk acara syukuran disebuah supermarket dan juga pasar terdekat. Aku mengingatkan teman teman kantorku Dian,Amira dan Arfan untuk hadir di acara tersebut.namun sayangnya,Aldo tidak ada.sedih sudah pasti,kami semua kehilangan sosok Aldo yang begitu baik dan peduli kepada semua orang. Tak lupa juga aku mengundang bang Nanda selaku ayah dari anak anak, karena walau bagaimanapun ikatan darah ayah dan anak tak akan pernah terputus hingga kapanpun.aku tak ingin membuat anak anak terpisah dari ayah kandung nya. Hari yang ditunggu telah tiba.persiapan sudah hampir sembilan puluh sembilan persen, tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk mengadakan acara syukuran. Anak anak para tetangga beserta kerabat sudah mulai berkumpul di kursi tamu yang telah disediakan.sedangkan riko dan Rika masih mempersiapkan diri didalam kamar dan didandani oleh ibu. Aku memakai dress berwarna merah maroon campur hitam yang disesuaikan dengan tema kartun kesukaan anak anak yaitu Mickey mouse. Para tamu tampaknya sudah hadir dan memenuhi kursi tamu yang sengaja disusun dihalaman dan diberi tenda,terlihat juga sindy datang dengan menenteng dua buah kado berukuran besar. Sindy terlihat kepayahan membawa kado tersebut.aku segera menghampiri nya untuk membantu membawa salah satu kado yang ia bawa. "Rempong sekali buk...sini,biar aku bawakan."candaku sembari meraih salah satu Tote bag ditangan nya. "Makasih lho,maaf ya ren agak telat datangnya."ujar Sindy. "Acaranya belum juga dimulai,santai aja sin." jawabku. Aku dan sindy masuk kedalam ruang tamu dan bercengkrama sembari menunggu acara dimulai. Terlihat Riko dan Rika keluar dari kamar bersama sang nenek dengan pakaian yang sudah rapi.aku langsung menggendong Rika lalu membawanya duduk di pangkuanku.sedangkan Riko sibuk bermain dan bercanda dengan sindy disofa. Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai dengan diawali dengan sambutan dari pembawa acara dan disusul dengan membaca doa bersama.setelah itu diakhiri dengan makan makan. Tampak Dian dan juga Amira hadir dan langsung bergabung bersama aku dan sindy.mereka lalu memberikan kado untuk kedua anakku. Tiba tiba sindy berbisik di telingaku. "Rena,apa kamu mengundang Nanda dan juga istri barunya?aku melihat mereka duduk dikursi tamu didepan sana."lirih sindy sambil menunjuk ke arah tempat dimana bang Nanda duduk. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN