KABAR GEMBIRA

1002 Kata
(POV : renata) "Kriteria aku tuh gak muluk muluk sih,yang penting baik,sabar, penyayang dan mau menerima aku apa adanya,"jawab Aldo. "Hemm...kalau yang seperti itu mah banyak,aku bisa bantu cariin buat kamu."ujarku mencandainya. "Gak perlu ren, kalau memang udah ada jodohnya pasti nanti bakal dipertemukan juga,"tukas Aldo. Sepertinya Aldo tak ingin aku mencampuri urusan perjodohannya.aku pun menghargai apapun keputusannya apalagi ia bukanlah anak kecil yang mau diatur atur. Karena sudah hampir pukul 13.00 siang,kamipun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing sedangkan Aldo kembali lagi ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya. ----- Seminggu kemudian... Sidang perceraian ku hari ini digelar.bang Nanda terlihat hadir,namun tak disangka ternyata dia datang dengan membawa seorang pengacara.sepertinya ini akan membuat semuanya menjadi sulit. Seandainya saja bang Nanda tak hadir,tentu proses persidangan bisa berjalan dengan mulus.namun,aku tak perlu khawatir karena aku juga membawa pengacara yang handal untuk membantu ku menjalani proses sidang ini. Bang Nanda terus menyangkal tuduhan yang ditujukan kepadanya,hingga terjadilah perdebatan kecil diantara pengacara kami sehingga sidang akan dilanjutkan sepuluh hari mendatang. Namun aku tak akan membiarkan bang Nanda menang dalam persidangan karena memang dia yang telah melakukan kesalahan.aku juga ingin hak asuh anak jatuh ketanganku. Setelah selesai,aku,ayah dan juga pak Arya berjalan keluar beriringan. "kamu yang sabar nak,ayah akan selalu ada buat kamu dan akan mendampingi kamu disetiap jalannya sidang.ayah yakin kamu menang,betulkan Arya?"ujar ayah berusaha menyemangati ku. Pak Arya hanya mengangguk menanggapi ucapan ayah sambil tersenyum,lalu beliau pamit karena ada urusan yang harus dikerjakan. Setelah pak Arya pergi,bang Nanda menghampiri ku. "Ren,Abang mau bicara sama kamu,"ujar bang Nanda sembari meraih tanganku. Aku segera menepis tangannya. "Gak ada yang perlu dibicarakan lagi, bang.tolong jangan mempersulit jalannya sidang,karena itu hanya akan membuang buang waktu saja.apapun yang akan Abang lakukan tak akan mampu menyurutkan niatku untuk berpisah dari Abang...,"tukasku. "Jangan mimpi kamu akan bisa lepas dariku,renata.hidupmu pasti akan susah,apalagi anak anak pasti mereka akan menderita.sudahlah,jika kamu mau bersabar sedikit saja,Abang akan segera akhiri hubungan dengan Sarah."ujar bang Nanda sembari membuntutiku menuju parkiran. "Gak semudah itu bang,Abang pikir wanita itu bisa dipermainkan,bisa digonta ganti sesuka hati.kalau bosan ditinggal,kalau suka dinikahi.kalau Abang gak bisa menghargai wanita,gimana bisa menghargai diri sendiri?"imbuhku sembari membuka pintu mobil.namun bang Nanda berusaha untuk menahannya. "Yang pasti aku tidak akan pernah menceraikan kamu Renata,ingat itu!" sahut bang Nanda dengan nada penuh penekanan. Aku tak peduli dengan apa yang dikatakan nya.aku segera membanting pintu mobil dengan keras,lalu ayah segera melajukan mobil nya keluar dari parkiran menuju jalan raya. ----- Setelah sampai dirumah,aku mendapat kabar baik dari Aldo melalui pesan singkat.aldo mengatakan jika besok aku diminta oleh bos perusahaan mitra jaya untuk datang dan menerimaku kembali bekerja dengan posisi yang sama seperti dulu. Tentu aku sangat senang mendapat kabar bahagia ini.artinya aku tak perlu lagi memikirkan akan nasib dan masa depan anak anak kelak,dan tak perlu lagi mengemis pada bang Nanda untuk menafkahi kedua anak kami. Meskipun bang Nanda berkewajiban atas nafkah ke dua anaknya,namun aku tak akan menuntut banyak darinya. Dengan perasaan bahagia,aku segera menghampiri kedua orangtuaku dan memberitahukan tentang kabar baik ini. Ayah dan ibu ikut senang dan keduanya tak henti mengucap syukur dengan diterimanya aku kembali bekerja diperusahaan atas bantuan Aldo. Dengan demikian,ibu berniat mengundang Aldo untuk makan malam besok dirumah sebagai tanda ucapan terima kasih kepadanya.aku akan menyampaikan kepada Aldo ketika bertemu dikantor nanti. Aku pun segera menghubungi Aldo lewat telepon. "Ya halo,ren."sapa Aldo diujung telepon. "Aldo...,terimakasih banyak ya.atas bantuan kamu aku bisa diterima kembali bekerja lagi diperusahaan mitra jaya." ujarku dengan perasaan bahagia. "Sama sama Rena,selamat ya...aku juga senang kamu bisa bekerja lagi seperti dulu.sampai ketemu besok ya...,"sahut Aldo. Setelah selesai telponan,aku membuka lemari pakaianku dan menyiapkan pakaian yang akan ku kenakan besok.sebenarnya pakaian kerjaku yang lama masih muat dan semuanya masih sangat bagus. Namun untuk menambah semangat kerjaku,aku memutuskan untuk membeli beberapa helai pakaian lagi supaya tidak bosan dan menambah semangat baruku serta membeli sepatu dan juga tas yang menunjang penampilanku. Aku mengajak serta ibu dan sikembar ikut berbelanja denganku.tujuanku kali ini ke nagoraya mall karena dengar kabar sedang ada diskon besar besaran disana. Tanpa membuang waktu,kamipun segera menuju ketempat pusat perbelanjaan yang cukup terkenal itu dengan mengendarai mobil. Setelah membeli segala keperluan ku,tak lupa juga aku membelikan pakaian untuk ibu dan juga Riko dan Rika.mereka juga merengek ingin bermain di Playground atau tempat bermain anak anak.tentu saja aku turuti kemauan mereka karena memang sudah lama aku tak mengajak mereka bermain. Pada saat menunggui anak anak yang sedang bermain,tak sengaja mata ini menangkap pemandangan yang membuat hatiku sedikit panas.ya,terlihat dari jarak 50 meter bang Nanda sedang berjalan dengan seorang wanita yang menggendong anak kecil. Aku menduga pasti wanita itu yang bernama Sarah,karena selama ini aku belum pernah bertemu langsung dengannya.wajahnya juga mirip dengan yang aku lihat difoto itu. Ku akui dia memang cantik,tak heran jika bang Nanda masih melanjutkan hubungan dengan mantan pacar nya itu setelah menikah denganku. Mereka tampak bahagia sekali seolah tak terjadi apa-apa,bagaimana bisa bang Nanda mengatakan akan mengakhiri hubungan dengan sarah.pasti itu hanya sekedar omong kosong belaka.aku sama sekali tak percaya dengan ucapannya itu. Aku sengaja tak memberitahu kepada ibu apa yang barusan ku lihat,karena aku tak mau membuat emosi ibu naik dan melabrak mereka nantinya,apalagi ditempat keramaian seperti ini tentu akan menjadi pusat perhatian banyak orang dan akhirnya menjadi viral.aku tak mau itu sampai terjadi.biarlah mereka menikmati hidupnya,dan aku juga akan menikmati hidupku sendiri bersama keluargaku. Aku bisa hidup tanpa dia dan dia sepertinya bisa hidup tanpa aku.jalani hidup masing masing tentu akan membuat kita lebih bahagia daripada harus bertahan dan saling menyakiti satu sama lain. Setelah anak anak puas bermain selama lebih kurang dua jam,mereka tampak kelelahan.akhirnya aku memutuskan untuk mengajak ibu dan anak anak untuk makan terlebih dahulu sebelum kami pulang. Jalanan yang begitu padat membuat perjalanan kami sedikit terhambat hingga akhirnya kami sampai dirumah hampir menjelang magrib.sedangkan Riko dan Rika sudah tertidur pulas sejak dalam perjalanan sampai kerumah. Aku sudah tak sabar menunggu hari esok,aku sangat merindukan suasana kantor dan juga teman teman.apa kabar mereka sekarang,Dian,Amira,dan Arfan adalah teman karibku.aku akan membuat kejutan untuk mereka besok. aku penasaran seperti apa reaksi mereka ketika melihatku kembali bekerja. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN