(POV : Renata)
Keesokan harinya,aku bersama ayah pergi ke kantor pengadilan untuk mengajukan gugatan cerai.tekadku sudah bulat,aku sudah siap lahir batin untuk berpisah dari bang Nanda.
Aku sangat yakin gugatan ku akan diterima oleh hakim,karena aku sudah mengantongi beberapa bukti perselingkuhan suamiku berupa chat,video dan juga rekaman suara yang telah dikirimkan oleh sindy.
Ayah juga ternyata sudah menyewa seorang pengacara yang merupakan anak dari sahabatnya sendiri yang bernama Arya.
Sesampainya di kantor pengadilan,pak Arya sudah lebih dulu sampai dan ketika melihat kami datang,ia langsung menyalami ayah dan juga aku.
Aku dan ayah beserta pak Arya masuk kedalam ruangan sidang.disana aku menjelaskan semua permasalahan serta alasan aku menggugat bang Nanda dengan dibantu oleh pak Arya selaku pengacara.
Mungkin sebelumnya ayah sudah menjelaskan permasalahan yang sedang aku alami kepada pak arya.itu sebebnya ia seperti sudah mengerti alasan aku menggugat cerai suamiku.
Pak Arya juga mengatakan padaku jika sidang perceraian mungkin akan memakan waktu yang cukup lama,bisa jadi dua atau tiga bulan karena mungkin akan berlangsung tiga sampai empat kali pertemuan selama proses sidang.
Apalagi permasalahan nya hanya mengenai hadirnya orang ketiga,tidak ada KDRT ataupun sejenisnya.bahkan bang Nanda tetap mencukupi nafkah serta kebutuhan ku dan anak anak selama kami menikah.
Karena itulah,hakim menyarankan untuk berpikir ulang dengan niatanku menggugat cerai bang Nanda,karena memang didalam Islam diperbolehkan mempunyai dua orang istri.
Meskipun demikian,aku tetap akan bercerai dari bang nanda.tak Sudi rasanya berbagi suami dengan wanita lain, apalagi wanita itu notabene nya adalah mantan pacarnya dahulu.
Jikapun dalam islam diperbolehkan,bukanlah begitu caranya.harus ada kesepakatan bersama antara ke tiga belah pihak,bukan dengan cara sembunyi sembunyi bahkan sampai tega membohongi istri.
Namun karena pengacara yang disewa oleh ayah bukanlah pengacara kaleng kaleng,ia berhasil membuat hakim menerima gugutanku.aku merasa lega,walaupun sidang akan digelar Minggu depan,namun aku sudah tak sabar karena sebentar lagi aku akan lepas dari lelaki mata keranjang seperti bang Nanda.
Sepulang dari kantor pengadilan,aku memutuskan untuk bertemu dengan sindy disebuah kafe,karena beberapa jam sebelumnya aku memang sudah janjian dengan sahabatku itu.sedangkan ayah pulang kerumah setelah mengantarku.
Dengan perasaan bahagia,aku menceritakan kepada sindy tentang gugatanku yang diterima oleh hakim berkat bantuan pengacaraku.karena sebelumnya sempat drop karena hakim meminta untuk membatalkan gugatan dengan alasan masih bisa diperbaiki.
"Wah,ikut senang dengarnya.tapi bukan berarti aku senang kamu bercerai ya...,cuma kamu itu gak pantas disakiti oleh lelaki seperti Nanda." ujar Sindy padaku.
"Makasih ya sin,ini semua tak lepas dari bantuan kamu juga.mungkin kalau gak ada kamu,belum tentu aku bisa tau perselingkuhan bang Nanda." tuturku.
"eit...jangan bilang begitu.kan kamu juga yang mengarahkan ku pergi ke kafe anthor untuk mergokin mereka,ya kan?" timpal sindy sambil tersenyum.
"Iya juga sih...hahaha," kamipun tertawa bersama.
Kami pun lanjut mengobrol dan makan siang bersama.senang sekali rasanya hatiku hari ini.
Disaat kami tengah asyik menikmati makan siang,aku tak sengaja melihat seorang pria berjalan melewati meja kami.rasanya tak asing dengan wajahnya.
"Aldo...," ucapku spontan.
Seketika pria berperawakan tinggi dan berkulit sawo serta berpenampilan rapi itu menoleh ke arahku.ia juga menghentikan langkahnya.
"Kamu...,Renata kan?" tanya nya ragu.
"Benar,aku renata." ujarku.
"Apa kabar kamu?sudah lama kita gak ketemu sejak kamu resign dari perusahaan." tukasnya sembari menghampiri ku dan langsung menyalamiku.
"Silahkan duduk,kabarku baik.kamu sendiri gimana?" tanyaku balik.
"Ren,siapa sih?" tanya sindy sambil menyenggol lenganku.
"Dia ini teman sekantorku dulu,namanya aldo.aldo...kenalin ini sahabat aku namanya sindy," ujarku memperkenalkan sindy kepada Aldo.
"Hai,aku Aldo," sapa Aldo ramah sambil menyalami sindy.
"Sindy...," jawab sindy sambil tersenyum.
"Ngomong ngomong sekarang kesibukan kamu apa ren?apa kamu sudah bekerja lagi diperusahaan lain atau sibuk mengurus si kecil?" tanya Aldo penasaran.
"Aku belum bekerja sih.tapi aku pingin bekerja lagi seperti dulu.kira kira masih diterima gak kalau aku kembali ke perusahaan mitra jaya?" tanyaku penuh harap.
"Memangnya suami kamu ngizinin kamu bekerja lagi?bukankah dulu suami kamu yang meminta kamu untuk resign?" tanya Aldo dengan wajah heran.
Aku bingung mau menjelaskan kepada aldo.tak mungkin aku menceritakan tentang keadaan ku yang sekarang,padahal kami baru saja bertemu setelah beberapa tahun tak saling bertukar kabar.
Sindy menoleh ku dengan tatapan penuh arti.sepertinya sindy ingin mengatakan sesuatu pada Aldo,tapi aku langsung mencegahnya.jangan sampai sindy keceplosan mengatakan jika rumah tangga ku sedang diambang perceraian.
"Eh...,hmm sekarang udah diperbolehkan kok.kalau dulu kan aku sedang hamil jadi wajar suamiku melarang aku bekerja." jawabku sambil menginjak pelan kaki sindy.
Sindy tampak terkejut,ia pun langsung mengerlingkan matanya ke arahku.mungkin saja sindy kurang setuju dengan jawabanku.
"Oh,begitu...kalau kamu serius nanti biar aku tanyakan kepada atasan.semoga saja bisa menempati jabatan yang dulu lagi,apalagi pengalaman kamu hampir tiga tahun disana.nanti aku akan usahakan bantu kamu." ujar Aldo.
"Terimakasih ya Aldo...aku sangat berharap bisa bekerja lagi.aku kangen suasana dikantor dan juga teman teman disana." balasku.
"Oh ya,anak anak kamu pasti udah besar ya,udah berapa tahun sekarang?pasti sedang lucu lucu nya ya," tanya Aldo.
"Anakku kembar cowok dan cewek,umurnya sudah hampir dua tahun.dua Minggu lagi mereka ulangtahun." jawabku.
"Wah,jangan lupa undang undang ya.aku ingin sekali melihat anak kembar kamu,pasti ganteng dan cantik seperti ayah dan ibunya hehe...," ujarnya.
"Insyaallah,nanti pasti aku undang." jawabku.
"Eh, ngomong ngomong Nanda apa kabarnya,aku udah kehilangan kontaknya karena ganti kartu karena ponsel ku hilang,boleh minta nomor Nanda gak sekaligus nomor kamu juga."ujarnya seraya merogoh ponselnya dari saku celana.
Aldo merupakan teman dekat bang Nanda sekaligus teman sekantorku dulu diperusahaan mitra jaya.aldo dan bang Nanda berteman sejak duduk di bangku kuliah.namun karena kesibukan masing masing, mereka jadi jarang bertemu seperti dulu.
Kamipun saling bertukar nomor handphone dan tak lupa aku memberikan nomor bang Nanda padanya.
Karena sudah terlanjur duduk semeja,Aldo pun memutuskan untuk makan bersama dengan kami.kamipun terlibat obrolan ringan sambil sesekali bercanda ria.
Setelah aku selidiki,ternyata Aldo belum menikah sampai saat ini.padahal sepertinya usianya sama dengan bang nanda.apa bedanya dengan sindy yang juga belum berniat untuk menikah,usianya juga beda setahun denganku.
Apa aku jodohkan saja ke dua orang ini.aku melihat sindy sedari tadi kerap melirik ke arah aldo.apa mungkin ia tertarik dengan pria tampan yang berada dihadapan ku ini.
Namun siapa yang tidak tertarik melihat Aldo,sudah tampan,rapi,berhidung mancung dan bertubuh tinggi serta mempunyai jabatan,sudah pasti akan membuat siapa saja akan terpesona dengannya.
Tapi sepertinya Aldo tidak punya ketertarikan kepada sindy,terbukti ketika sedang mengobrol ia hanya menatap ke arahku.mungkin saja karena belum saling mengenal atau bisa saja karena malu.
"Aldo,apa kamu belum ada rencana mau menikah? jangan lama lama lho,nanti ketuaan," candaku sambil melirik ke arah sindy.
"Hmm...belum ketemu calon yang tepat," jawabnya sambil tersenyum.
"Memangnya kriteria kamu seperti apa sih,siapa tau aku bisa Carikan sesuai dengan keinginan kamu,he hee..." tanyaku sembari menyenggol lengan sindy yang tampak sedang memperhatikan Aldo secara diam diam.
*****