(POV : Renata)
Hari ini dengan penuh semangat,aku melangkah kan kaki menuju kantor yang dulu pernah menjadi tempat ku mencari nafkah.tak menyangka aku bisa kembali menjalani pekerjaan seperti dulu lagi.
Namun, sekarang suasananya cukup berbeda karena banyak ruangan yang sudah direnovasi sehingga menjadi lebih luas dan nyaman daripada sebelumnya.
Ketika aku memasuki ruangan kerjaku,aku disambut dengan antusias oleh teman teman sekaligus yang menjadi rekan kerjaku.mereka sangat bahagia dengan kembalinya aku diperusahaan ini.
"Selamat datang Renata...," ucap mereka serempak.
Aku merasa terharu sekaligus bangga karena mempunyai rekan kerja yang begitu kompak seperti mereka.padahal aku sudah berencana untuk memberi kejutan kepada mereka namun ternyata malah mereka yang memberi kejutan lebih dulu kepada ku.
"makasih ya semuanya...,gak nyangka kita bisa ketemu lagi," ujarku penuh haru.
"Iya Rena,aku seneng banget kamu kembali ke perusahaan ini lagi.kangen banget sama kamu...," sahut Amira seraya memelukku.begitu juga dengan yang lain.
Tak lama kemudian,datang pak direktur dan beliau langsung mengajakku masuk ke ruangan kerjaku yang baru.
"Selamat datang Renata,saya sangat senang kamu bisa kembali bekerja setelah hampir dua tahun lebih resign dari perusahaan." ucap pak direktur kepadaku.
"Terimakasih ya pak sudah mau menerima ku kembali.karena berhubung saya harus menjalani proses persalinan dan mengurus bayi kembar jadi baru bisa bekerja lagi." balasku tersenyum.
"Baik,kamu masih menjabat sebagai manager keuangan,ini ruangan kamu terpisah dengan yang lain namun masih bersebelahan.jadi jika ada perlu apa apa bisa hubungi pak Aldo selaku manager operasional disebelah ruangan ini." terang pak direktur lagi.
Aku mengangguk tanda mengerti.
"Ya sudah, selamat bekerja ya.saya tinggal dulu." ujarnya sembari melangkah keluar ruangan.
Tanpa membuang waktu,aku langsung saja mengerjakan dokumen yang terletak diatas meja kerjaku.tak lupa aku meletakkan bingkai foto kedua anak kembarku diatas meja serta bunga hias untuk menambah semangat kerjaku.
Waktu istirahat telah tiba,jam dinding menunjukkan pukul 12.30 wib.perutku sudah terasa keroncongan menandakan saatnya makan siang.aku segera menutup laptop dan mengunci laci mejaku.lalu beranjak meninggalkan ruangan menuju kantin kantor yang terletak di lantai dasar.
Saat membuka pintu,aku dikagetkan oleh seseorang yang hampir bertabrakan dengan ku didepan pintu.setelah kuperhatikan, ternyata dia adalah Aldo.
"Aduhh,ngagetin aja kamu al." imbuhku.
"Maaf,ren.aku gak sengaja.tadinya aku mau masuk keruangan kamu mau ngajakin kamu makan siang bareng.ternyata kamu keluar duluan,"ujarnya.
"Owh,aku gak papa kok.ya udah kebetulan aku juga mau kekantin mau makan siang.yuk, bareng...." ajakku.
Aku dan Aldo berjalan beriringan menuju kantin di lantai dasar.sampai disana ternyata teman teman seprofesi sudah sampai terlebih dahulu,dan kebetulan hanya tersisa dua buah kursi yang terletak paling ujung.aku dan Aldo segera menempati kursi itu.
Kami makan siang bersama sembari mengobrol dan sesekali diselingi dengan canda tawa yang membuat suasana menjadi lebih hangat.inilah suasana yang aku rindukan sejak lama.
"Ren,aku salut dengan cara kerja kamu.ternyata kamu sangat teliti dan juga disiplin.istirahat juga paling belakangan.pantesan pak direktur mau menerima kamu kembali bekerja di perusahaan nya." puji Aldo.
"Kamu bisa aja,ya namanya kerja memang harus begitu,al.kalau gak teliti gimana mau mendapatkan hasil kerja yang bagus." tukasku.
"Benar juga sih, pertahankan ya.aku bangga punya partner kerja kayak kamu." sahut Aldo.
"Makasih atas pujian nya.kamu juga pasti hebat dalam mengerjakan tugasnya.oh ya, ngomong ngomong kamu sekarang menjabat dibagian apa?" tanyaku penasaran.
"masih sama seperti yang dulu,manager operasional.ruangan kita kan bersebelahan," imbuhnya.
"Oh,ya...maaf.aku kurang memperhatikan kiri kanan.maklum baru hari pertama bekerja jadi hanya fokus diruanganku saja." balasku.
"Kamu sih,kerjanya terlalu serius.sampai gak mau menoleh kiri kanan.padahal dinding penyekat ruangan kita itu cukup transparan loh.aku sudah mencoba memanggil kamu berulang kali,tapi malah dicuekin," ujar Aldo.
"Ya ampun,sumpah aku gak sadar kalau kamu manggil manggil aku tadi.lagi juga ruangan kita gak ada ventilasi dan sepertinya kedap suara.lain kali kalau ada apa apa langsung keruangan ku aja ya." imbuhku.
"Gak ada perlu sih,cuma sekedar ingin menyapa aja." tukasnya.
"Aku dari dulu memang begitu cara kerjanya.aku paling gak bisa kalau pekerjaan belum selesai udah ditinggal.apalagi bekerja sambil mengobrol.rasanya kurang fokus aja," ujarku tersenyum.
"Owh...,maaf deh kalau begitu.lain kali aku gak akan ganggu kamu saat bekerja lagi." imbuhnya merasa tak enak.
"Aku gak merasa diganggu kok.santai aja.oh ya...nanti malam kamu ada waktu gak?" tanyaku.
Aldo menggelengkan kepalanya.
"Gak ada tuh, memangnya kenapa ren?tanya Aldo penasaran.
"Ibuku mengundang kamu untuk makan malam dirumah orangtuaku di batuhijau, sebagai tanda ucapan terimakasih karena kamu sudah membantuku untuk bisa kembali bekerja diperusahaan ini." imbuhku.
"Benarkah?wah,dapat rezeki makan makan nih, hehe...insya Allah ya ren.aku akan usahakan datang," sahut Aldo girang.
"Jangan sampe gak datang loh,ya... soalnya ibuku pasti sudah masak yang enak enak buat kita nanti malam.pokoknya aku tunggu." timpalku.
"Iya,nanti share lokasi aja.soalnya aku kurang tau daerah batuhijau.seumur hidup baru sekali ke daerah sana, itupun hanya lewat.aku juga gak punya saudara ataupun teman yang tinggal dibatuhijau.dan baru tau juga kalau ternyata orangtuamu tinggal di daerah batuhijau." tutur Aldo.
Aku hanya tersenyum menanggapi.
"Tapi ngomong ngomong kamu tinggal dirumah orangtuamu?apa kalian sudah pindah kesana?aku belum sempat menghubungi Nanda untuk sekedar menanyakan tentang kabarnya." tanya Aldo heran.
"Nanti aja aku ceritakan sama kamu Al,sepertinya waktu gak memungkinkan untuk aku bercerita panjang disini.sebentar lagi jam 13.30.kita harus kembali bekerja." ucapku.
"Baiklah,kalau begitu.sepertinya bukan masalah biasa ya...tapi apapun itu aku doakan yang terbaik untuk kalian berdua." balas Aldo sambil tersenyum.
Setelah selesai makan siang,kami kembali keruangan kerja masing masing.aku melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda dengan serius.
Menjabat sebagai manager keuangan bukanlah hal yang mudah,perlu ketelitian dan juga konsentrasi yang tinggi supaya tidak terjadi kesalahan dalam memanage keuangan perusahaan.itulah sebebnya aku tak ingin diganggu ketika tengah melakukan pekerjaan.
Hingga pukul 16.30 wib saatnya untuk pulang.semua dokumen telah tuntas ku kerjakan setengah jam sebelumnya sehingga aku masih punya banyak waktu untuk bersantai sebelum keluar dari ruangan.
Aku melirik ke ruangan sebelah tempat Aldo bekerja,tampak ia tengah merapikan mejanya tanda akan bersiap siap untuk pulang.
Aku berniat menghampiri Aldo ke ruangannya,namun ku urungkan karena terdengar suara dering panggilan diponselku.ternyata ibu yang menelpon ku.
"Halo,ibu...," sapaku.
"Rena,jangan lupa ingatkan Aldo untuk datang malam ini ya.ibu sudah memasak masakan spesial untuk nya."sahut ibu diujung telepon.
"Siap bu,Rena sudah ingatkan kepada Aldo untuk datang malam ini."balasku.
Tok Tok Tok
Tiba tiba terdengar seseorang mengetuk pintu ruanganku.
"Ya,masuk..."ujarku.
"kreek"
"Ren,kamu belum pulang?ini sudah lewat loh.jangan terlalu dipaksakan,masih ada hari esok he hee...,"imbuh Aldo sembari membuka gagang pintu dan tersenyum lebar ke arahku.
*****