SALAH SANGKA

1046 Kata
(POV : Aldo) Malam ini,aku berkunjung ke rumah orangtua Renata untuk memenuhi undangan makan malam seperti yang sudah dijanjikan. Aku sampai disana sekitar jam 19.30 dan disambut hangat oleh kedua orang tua Renata. Tanpa mengulur waktu,aku segera diajak ke ruang makan dan acara makan malam pun dimulai.sedangkan kedua anak Rena sedang bermain diruang tengah tak jauh dari ruang makan. Namun ada yang membuatku heran,sejak tadi aku sama sekali tak melihat Nanda.apa mungkin dia sedang sibuk dan tak memiliki banyak waktu untuk sekedar makan malam bersama keluarga. Karena penasaran,aku pun mulai bertanya. "Rena...,apa Nanda belum pulang kerja?" tanyaku. Mendengar pertanyaan ku,seketika semuanya kompak terdiam dan saling pandang.seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Beberapa saat kemudian,tiba tiba ayah Renata berucap. "Jadi kamu belum tau,jika saat ini rumah tangga Renata sedang diambang perceraian,itu sebabnya Renata memutuskan untuk tinggal di sini bersama kami." "Iya Aldo,dan saat ini Renata sedang menjalani proses perceraian di pengadilan agama.apa Rena belum cerita sama kamu?" lanjut ibunda Renata. "Maaf om,Tante...aku benar benar gak tau karena Rena juga belum cerita.kalau boleh tau penyebabnya apa ya,maaf sekali lagi.bukan bermaksud mau mencampuri urusan keluarga renata.karena aku juga berteman baik dengan Nanda." ujarku merasa bersalah. Renata hanya menunduk tanpa menjawab sepatah katapun. "Nanda sudah mengkhianati Rena dengan berselingkuh dengan mantan kekasih dulu,bahkan mereka sudah menikah siri dan mempunyai anak.siapa yang bisa terima jika suaminya berbuat seperti itu,Aldo?Tante pasti akan melakukan hal yang sama jika sudah diduakan dan dikhianati oleh suami sendiri, jalan satu satunya adalah cerai." jelas ibunda Renata dengan nada berapi api menahan amarah. Aku sangat terkejut mendengar kabar rumah tangga Renata yang ternyata sedang tidak baik baik saja. "Aku turut prihatin dengan keadaan yang di alami renata.aku juga tak menyangka,tapi setahuku dulu Nanda sudah mengakhiri hubungan dengan mantan pacarnya itu sebelum memutuskan untuk menikahi Renata?"imbuhku masih tak percaya. "Apapun bisa terjadi Aldo, apalagi Nanda itu tipe lelaki yang tak cukup dengan satu wanita.mungkin jodoh mereka hanya sampai disini, bersyukur tuhan telah menunjukkan siapa dia sebenarnya." tukas ibunda Renata. "Kamu yang sabar ya ren,aku akan selalu support kamu.dan aku doakan semoga kelak kamu dapat pengganti yang lebih baik dari Nanda." ujarku sambil menatap kearah Renata. "Makasih ya Al,"sahut Rena singkat sambil berusaha tersenyum. Setelah selesai berbicara,kami segera menikmati makan malam bersama sambil ngobrol dengan pembahasan yang lain,karena tak ingin membuat Renata menjadi semakin sedih. Tak lupa juga aku memuji masakan Tante Dewi,ibunda Renata karena masakannya memang benar-benar lezat. Kami bercengkerama cukup lama hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.karena sudah semakin larut,aku segera pamit untuk pulang. "Terimakasih banyak ya Aldo,sudah Sudi untuk datang kesini.lain waktu pasti tante akan undang kamu lagi untuk makan malam bersama." ujar Tante Dewi seraya mengantarku hingga ke teras. "Sama sama Tante,om.seharusnya aku yang berterima kasih kepada om dan Tante karena sudah mau mengundang aku makan malam disini,he he.kalau begitu aku pamit dulu ya om,tante," imbuhku sambil menyalami kedua orangtua renata. "Sama sama Aldo,om sangat berhutang Budi sama kamu karena telah membantu Rena kembali bekerja diperusahaan itu.om titip Rena ya.beruntung sekali Rena punya teman sebaik kamu.ya sudah, kalau begitu kamu hati hati dijalan...," sahut ayah Rena sembari menepuk pundakku. Lalu,aku lanjut menyalami Renata. "Ren,aku doakan semoga urusan kamu cepat selesai,kamu pasti bisa melalui semuanya karena aku tau kamu wanita yang kuat dan sabar.sampai ketemu besok dikantor ya...," ujarku. "Prokk, prokk, prokk" Tiba tiba terdengar suara tepukan tangan dari arah gerbang.sontak kami semua menoleh ke arah sumber suara dan mencari tau siapa sebenarnya. "Bagus...,bagus sekali...! ternyata begini kelakuan kamu dibelakang ku Rena,kamu yang menuduh aku telah berselingkuh tapi ternyata kamu juga melakukan hal yang sama.benar benar perempuan tak tau malu...,apalagi didukung oleh kedua orangtuamu...,dan kamu juga Aldo,teman macam apa kamu...berani beraninya mendekati Renata yang masih sah menjadi istriku." hardik Nanda yang tiba tiba muncul dari balik gerbang sambil berjalan ke arah kami. Aku sangat terkejut dan tak menyangka jika Nanda akan datang malam ini.karena tak ingin disalah artikan tentang keberadaan ku disini,aku segera menghampiri Nanda yang tampak sangat marah dan raut muka merah padam. "Nanda...,aku tak seperti yang kamu kira.aku bisa jelaskan." imbuhku dengan wajah cemas. "Apa yang mau kamu jelaskan?" teriak Nanda sembari mengacungkan tinjunya ke arahku. Dengan cepat segera ku tangkas tangannya untuk menghindari pertikaian karena tak ingin dilihat oleh tetangga sekitar akibat kesalahpahaman ini. Namun,Nanda yang tampak emosi membuatku sedikit kewalahan menghadapinya, hingga dia terus berusaha menyerang ku.untung saja aku mempunyai ilmu bela diri sehingga serangannya tak sedikitpun mengenai tubuhku. Karena merasa gagal menyerang ku,Nanda tampak emosi dan kembali berusaha mendorong tubuhku dengan kuat hingga membuatku jatuh tersungkur ke tanah. "Berhenti...,"teriak Rena cemas. Ayah Renata berusaha melerai kami, sementara Renata dan Tante Dewi tampak ketakutan dan memundurkan langkahnya. "Nanda,sabar... dengarkan dulu penjelasanku.kamu gak tau apa yang terjadi, jangan terlalu cepat menudingku seperti itu," ujarku menatap tajam ke arahnya dan berusaha bangkit. "Halah...,aku tau kamu sengaja mencari cari kesempatan disaat aku dan Rena sedang dalam masalah.dasar licik,ternyata kamu bukanlah teman yang baik,aldo.cukup tau aja sekarang...,"timpal Nanda dengan sengit. "Aku bukan seperti yang kamu tuduhkan Nanda,aku hanya berusaha memenuhi undangan orangtua Rena untuk makan malam sebagai ungkapan rasa terimakasih kepadaku,karena aku telah...," "Jangan banyak alasan! aku gak mau dengar apapun alasan kamu. dan kamu Rena...kamu masih sah jadi istriku sekarang dan seterusnya, karena aku tidak akan pernah mau menceraikan kamu.ingat itu!" potong Nanda dengan suara lantang. "Nanda...,kamu jangan seenaknya berkata seperti itu.sebagai orang tua saya gak rela membiarkan Rena mempunyai suami tak tau diri seperti kamu."sahut ayah Rena dengan emosi. "Saya bisa saja menuntut balik atas perselingkuhan mereka berdua.aku punya bukti video kedekatan kalian dan aku akan membuat laporan secepatnya,aku pasti akan menang dalam persidangan nanti...," jawab Nanda sambil menunjuk nunjuk ke arah kami semua dengan senyum licik. "Silahkan lakukan sesuka hatimu, Nanda.saya tidak takut dengan ancamanmu itu"sahut ayah Rena. Aku tak habis pikir dengan perlakuan Nanda terhadap sang mertua,bisa bisanya dia berkata kasar serta mengancam dengan cara yang sangat tidak sopan.bagaimana bisa orangtua Renata mau menerima nya kembali sebagai menantu. Seharusnya jika dia ingin tetap mempertahankan rumah tangganya bersama renata,dia harus lebih bersabar dan berusaha mengambil hati kedua orang tua Rena serta mengakui kesalahannya dan segera mengakhiri hubungan dengan sang mantan. Kalau sudah begini, sepertinya sudah sangat sulit untuk kembali bersatu jika Nanda tak mau merubah sikapnya yang sedikit arogan dan tidak merasa bersalah. Dengan raut muka penuh dendam,Nanda segera melangkah keluar menuju gerbang dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN