SERBA SALAH

1002 Kata
(POV : Nanda) Sesampainya diluar kafe,ku hentikan langkah tepat disudut teras yang tidak dilewati banyak orang. "Lepasin...sakit tau!"gerutu sindy sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman ku. "Siapa suruh kamu bikin keributan disini,bikin malu saja.kalau sampai kamu bongkar ini kepada Rena,awas aja kamu!"tuding ku sambil menunjuk wajahnya dengan geram. Aku benar benar tak menyangka bisa bertemu dengan sindy ditempat ini.sial!sekian lama aku berusaha menutupi tanpa ada seorang pun yang tau termasuk istriku Renata,kini terbongkar sudah. Namun sayangnya Sarah tak bisa diajak kompromi,malah membeberkan dengan gamblangnya tentang hubungan kami. tak habis pikir dengan jalan pikirannya.padahal ia juga yang bakal kena imbasnya. "Jadi benar wanita itu istri siri kamu?"tanya sindy. "Bukan urusan kamu,"jawabku singkat. "Baiklah...,kalau begitu bukan urusan kamu juga kalau aku memberitahu hal ini kepada Rena,"ucapnya sambil berlalu pergi. Dengan cepat segera kutarik tangannya dan menahannya supaya ia tak pergi begitu saja. "Tunggu! jangan pikir kamu bisa melenggang pergi begitu saja.aku akan memberikan kamu sejumlah uang tapi dengan syarat tolong tutup rapat masalah ini kepada Rena...aku mohon...,"ucapku bimbang. "Kamu pikir semudah itu? ini bukan masalah sepele Nanda.ini menyangkut rumah tangga kamu.aku bisa saja menutup rapat masalah ini karena memang bukan ranahku mencampuri urusan kalian.tapi disatu sisi Rena itu sahabat ku.aku gak tega melihatnya disakiti,"ujar Sindy. "Aku sangat mencintai rena.jadi aku mohon sama kamu tolong jangan bongkar rahasia ini.kamu juga tau kan aku mempunyai anak bersama Rena.memangnya kamu tega melihat anak anak ku menderita hidup tanpa sosok ayahnya?"timpal ku. "Kalau tau begitu kenapa kamu menduakan Rena?"tanya sindy. "Aku gak bisa menjelaskan secara rinci padamu.yang jelas aku gak akan lama menjalanai hubungan dengan sarah.aku akan menceraikan dia dalam waktu dekat ini."ujarku mencoba meyakinkan sindy. "Apa kamu bilang bang...kamu tega mau menceraikan aku,kamu gak mikirin perasaan ku dan juga anak kita?hu hu hu...," Tiba tiba Sarah sudah berdiri dibelakang ku sambil menangis.aku semakin bingung saja dibuat nya. "Bu-bukan seperti itu maksud Abang, Sarah...,"jawabku sambil membalikkan badan menatap nya. Jujur, aku benar benar merasa serba salah dalam situasi seperti ini.disatu sisi rahasiaku bakal dibongkar oleh sindy.tamatlah riwayat ku. Ditengah kebingungan yang aku rasakan,tanpa ku duga sindy berjalan cepat menuju arah parkiran.sontak aku langsung mengejarnya. "Sin...sindy...,tolong.berapa pun yang kamu mau, akan aku berikan.aku mohon jangan bocor kan masalah ini kepada Rena...,"ujarku sambil terus mengikuti langkah nya dari belakang. Mendengar ucapan ku,tiba tiba sindy menghentikan langkahnya seketika dan langsung menatap ku. "Benarkah apa yang kamu ucapkan,Nanda?"tanya sindy sambil mengerlingkan matanya. "Benar.tapi dengan syarat tutup rapat rahasia ini.jangan pernah sekali kali kamu bocorkan pada rena atau dengan siapapun itu,sekarang sebutkan nominal nya berapa yang kamu mau...,"ucapku tanpa ragu. "Oke..., aku janji akan tutup rapat-rapat masalah ini asalkan kamu memberikan aku 50 juta rupiah.gimana,bisa gak?tanya sindy memastikan. "Baik,aku akan transfer ke rekening kamu 50 juta hari ini juga, kirimkan nomor rekening nya sekarang.ingat,jangan khianati aku.kamu akan tau sendiri akibatnya."tegasku mengingatkan sindy. Tak menunggu lama,sindy mengirim kan nomor rekening nya ke watsap ku.sepertinya ia memang membutuhkan uang atau hanya sekedar memanfaatkan aku saja.entahlah,aku tak peduli.yang penting hubungan ku dengan Sarah tetap aman tak ada yang mengetahui. Setelah sindy pulang,aku segera menghampiri Sarah yang sedang berdiri menunggu ku dengan raut muka sedih.sesekali terlihat ia menyeka kedua matanya. Dengan perasaan tak enak dan merasa bersalah,aku meraih tangan Sarah lalu meminta maaf pada nya. "Sarah... maafin Abang ya.abang gak bermaksud berkata seperti yang kamu dengar tadi.kamu jangan salah paham.itu cuma sekedar gertakan kepada sindy supaya dia gak mengancam ku terus terusan.abang harap kamu mengerti dengan posisi Abang saat ini."ujarku berusaha memberi pengertian. "Iya,bang.aku ngerti.aku hanya sedih,sampai kapan hubungan kita sembunyi sembunyi seperti ini.jujur...aku capek bang.teman teman sekantor taunya kita hanya rekan kerja,kita juga harus menjaga jarak ketika dikantor supaya orang lain gak curiga.capek menjalani hubungan kayak gini bang...,"ujar Sarah dengan berurai air mata. "Lebih baik kita masuk kedalam gak enak dilihat orang yang sedang lalu lalang.kita bicarakan didalam yuk,"ajak ku sembari membimbing nya masuk ke dalam kafe. Jujur, perasaan ku semakin tak karuan.ternyata begini rasanya mempunyai selingkuhan,walaupun Sarah jauh lebih dulu mengenali ku dari pada rena,kami pacaran cukup lama yaitu hampir lima tahun terhitung sejak kami sama sama duduk dibangku SMA.dia merupakan adik kelasku.dan akhirnya hubungan kami sempat terputus lantaran Sarah harus melanjutkan kuliah di Singapura. Sedangkan Rena merupakan istri sah ku menurut agama dan negara.awal perkenalan kami tak sengaja bertemu pada saat acara ulang tahun temanku aldo yang kebetulan bekerja diperusahaan yang sama dengan renata. Sementara Sarah hanya istri siriku.namun tak ku pungkiri,perasaanku terhadap Sarah masih sama seperti sebelum aku menikahi Rena.dua duanya adalah wanita yang sama sama aku cintai. Aku menikahi Sarah disaat Rena tengah hamil 8 bulan.pada saat itu,aku dan Sarah sepakat menjalin hubungan secara diam diam dan menikah siri tanpa memberitahu keluarganya dengan hanya di bantu oleh wali hakim. Kami kerap keluar kota bersama bahkan berlibur keluar negeri tanpa ada seorangpun yang tau, termasuk Renata. Dari pernikahan itulah,aku dan Sarah dikaruniai seorang anak lelaki yang kami beri nama Zidan yang kini telah berusia hampir satu tahun. Namun sepertinya hubungan yang dijalani dengan cara sembunyi sembunyi tidak selamanya akan aman dan merasa bahagia.buktinya ketika sedang bersama sarah,selalu saja dihantui oleh rasa takut dan was was,beda dengan ketika saat bersama renata, perasaan takut dan was was itu tidak ada sama sekali.itu membuktikan bahwa hubungan yang dijalani secara sehat akan membawa dampak positif dalam diri kita. Sesampainya di dalam kafe, sebenarnya aku tak ingin membahas hal itu lagi dengan Sarah.setelah duduk,aku segera menyantap makanan yang sudah ku pesan tadi,dan ingin segera kembali ke kantor. Berbeda dengan Sarah, sepertinya ia masih saja gelisah dan mengajakku bicara tentang keinginan nya untuk menikah resmi,namun aku belum bisa mengabulkan permintaan nya yang bagiku sangat mustahil ku lakukan.karena bagaimana pun, aku tak ingin rumah tangga ku bersama renata hancur,dan apa kata keluarga besar jika hal itu terjadi. "Kita bahas lain kali saja ya Sarah,aku harus buru buru ke kantor.banyak pekerjaan menanti."ucapku sembari menyeruput kopi yang masih tersisa di gelas. "Aku akan tetap menunggu kepastian dari Abang,aku ingin pernikahan kita segera diresmikan,"ujar Sarah dengan penuh harap. Aku tak menjawab ucapan nya, karena yang ada nanti bakal tak akan selesai urusannya.aku segera meraih ponsel dan berdiri lalu mengajaknya keluar dari kafe. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN