MISI DIMULAI

1010 Kata
(POV :Sindy) Namaku sindy auliana,biasa dipanggil dengan sindy.aku dan Renata adalah teman akrab sudah sangat lama yaitu sejak duduk di bangku SMA.aku mengenal Renata cukup baik,hanya saja renata sedikit keras kepala dan terlalu kritis.berbeda denganku yang cuek,santai dan apa adanya.namun satu hal yang aku paling suka dari Renata adalah mudah memaafkan.meski aku sering berbuat salah dan kerap menyinggung perasaan nya, Renata tidak akan mempersoalkan hingga berlarut larut.karena mungkin ia tahu akan sifatku yang memang suka bicara blak blakan. Kami melanjutkan ke perguruan tinggi ternama di kota ini,namun dengan jurusan yang berbeda.aku memilih jurusan teknologi informasi sedangkan Renata mengambil jurusan akuntansi.setelah selesai kuliah,Renata sempat bekerja beberapa tahun disebuah perusahaan yang cukup besar dengan posisi jabatan yang cukup bagus sebagai manager. Namun setelah menikah dengan seorang pria yang bernama Nanda dan dikaruniai anak kembar,ia pun memilih resign dari pekerjaannya dan memilih fokus menjadi ibu rumah tangga mengurus ke dua anaknya. Aku sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh Renata, namun aku tak bisa berbuat banyak.mungkin itu adalah pilihan yang terbaik bagi dirinya,apalagi suami Renata adalah orang yang sangat berpengaruh di perusahaan nya dengan gaji yang cukup besar. Namun satu hal yang aku kurang menyukai sosok Nanda adalah mata keranjang.pernah suatu hari ia hampir saja menggodaku pada saat aku bertandang kerumahnya,waktu itu Renata izin masuk ke kamarnya untuk menidurkan sikembar yang sudah kelelahan.sedangkan aku menunggunya diruang tamu sembari memainkan ponsel. Tiba tiba tanpa kusangka,suami Renata datang mendekati ku dan langsung duduk disebelah ku dengan jarak yang sangat dekat.ia mencoba merayuku dengan kata kata gombalan seraya memuji kecantikan ku.sontak aku terkejut dan segera menggeser tubuhku untuk menjauh darinya,khawatir jika Renata melihat dan akan menimbulkan salah paham.sampai kapanpun aku tak akan mau menjadi perusak rumah tangga sahabat ku sendiri. Disitulah aku sangat emosi dan memberi peringatan keras kepada Nanda supaya jangan coba coba berani menggodaku dan bermain serong dibelakang renata.aku tidak terima sahabatku disakiti oleh suami nya.sejak saat itulah,Nanda tidak lagi berani macam macam terhadapku,bahkan ia pun kelihatan menjaga jarak denganku. Beberapa hari yang lalu,saat aku akan mengadakan pertemuan dengan klien di coffe town mall mega,aku tak sengaja melihat suami Renata sedang bersama dengan seorang wanita dan anak kecil.mereka tampak sangat mesra sedang makan siang bersama.dari situlah aku kini bisa menilai seperti apa sosok nanda.dia tega membohongi Renata dengan mengatakan ada pekerjaan di luar kota.oleh sebeb itu,aku akan berupaya membantu Renata untuk mencari jalan keluar terkait permasalahan rumah tangga nya itu. Siang ini aku akan menuju ke sebuah tempat yang sudah diberitahu oleh Renata untuk menjebak suaminya beserta selingkuhan nya. Tepat pukul 11.10 aku berangkat dari rumah,sedangkan Renata memilih berkunjung ke rumah orangtuanya di daerah batuhijau. Tiga puluh menit kemudian,aku sampai diparkiran kafe anthor.aku segera melangkah masuk sembari memperhatikan sekeliling,namun aku tak melihat nanda.mungkin saja dia belum datang,ku tunggu saja sambil memesan minuman.aku memilih meja yang paling pojok menghadap ke arah depan kafe sehingga memudahkan aku untuk memperhatikan pengunjung yang keluar masuk kafe ini. Sekitar lima belas menit menunggu,akhirnya yang ku tunggu tunggu telah tiba.terlihat suami Renata masuk bersama seorang wanita berpenampilan menarik, bertubuh langsing,dan berkulit putih.mereka tampak sangat mesra sambil bergandengan tangan dengan senyum merekah di kedua sudut bibirnya.aku menundukkan wajah,menutupi sebagian wajahku dengan rambut panjangku supaya Nanda tak langsung melihat dan mengenaliku. Ternyata mereka memilih meja yang berjarak tiga meja dari tempatku,Untung saja posisi Nanda membelakangi ku sedangkan si wanita itu duduk berhadapan dengan nanda.lagi lagi,ku potret mereka secara diam diam sebagai barang bukti untuk kuperlihatkan nanti kepada Renata. 'Dasar lelaki playboy,gak cukup satu istri' batinku. Aku tak mau membuang buang waktu dan menyia nyiakan kesempatan ini untuk ke dua kalinya.dengan mengumpulkan keberanian,aku mencoba memberanikan diri menghampiri meja yang sedang diduduki oleh nanda.tak lupa memasang alat perekam suara yang ku letakkan disaku kemejaku. Aku melangkah dengan perlahan,namun tak dipungkiri jantungku berdegup cukup kencang. Aku berpura pura menjatuhkan dompetku tepat disamping meja Nanda. "brukk" "Astaga...,"ucapku pura pura terkejut dan segera berjongkok meraih dompetku yang isinya berupa beberapa kartu ikut berserakan dilantai. Seketika mereka menoleh ke arahku,namun aku masih menyibukkan diri memunguti kartu kartuku dan memasukkan nya lagi ke dalam dompet. Setelah selesai,aku berdiri dan memperhatikan ke arah Nanda. "Nanda...?"ujarku seraya melebarkan kedua mataku. "Ka-kamuu...,"ucap Nanda dengan wajah panik. "kamu ngapain disini bersama wanita?"tanyaku sambil melirik ke arah wanita itu. "Ini...ini teman sekantorku...,"jawab Nanda dengan sedikit gugup. "Kamu sendiri ngapain?"tanyanya lagi. "Teman?kok mesra banget?jangan jangan..."ujarku dengan nada menyindir. "Kamu jangan salah sangka dulu ya sin,dan jangan coba coba bicara asal dengan Rena,"ujarnya sembari bangkit dari duduknya. "Dia siapa bang?"tanya wanita itu dengan wajah heran. "Mau tau aku siapa?aku sahabatnya Renata,istri sah dari nanda.dan aku mau tanya,kamu siapanya Nanda?"tanyaku sambil menatap tajam ke arahnya. "Sindy...ini bukan urusan kamu.kamu gak perlu ikut campur.sudah ku bilang kalau dia ini teman sekantor aku...,lebih baik sekarang kamu pergi,"tukas Nanda mengusirku. "Oh...jadi Abang gak mau mengakui hubungan kita?jadi aku ini di anggap apa bang...tega sekali kamu bang...menganggap aku hanya teman,"ujar wanita itu dengan raut muka sedih. Nanda terlihat bingung dan menggaruk kepalanya dengan kasar. "Aku capek begini terus.sampai kapan Abang mau menyembunyikan hubungan kita?aku hanya ingin menjalani hubungan dengan normal selayaknya pasangan lain,bang...,"lanjut wanita itu menatap nanar ke arah Nanda dengan mata mulai berkaca kaca. Aku tersenyum miring mendengar pengakuan nya dan menatap sinis ke arah Nanda dengan penuh kemenangan. "Kamu tahu tidak,kalau pria yang bersama kamu ini adalah suami orang?"tanya ku kepada wanita itu. "Tapi kami sudah cukup lama berpacaran jauh sebelum bang Nanda menikah,namun karena suatu hal membuat hubungan kami sempat terputus karena aku harus melanjutkan kuliah keluar negeri.saat aku kembali dan ingin memperbaiki hubungan dengan bang Nanda,ternyata dia sudah menikah.tapi aku tau bang Nanda lebih mencintai aku ketimbang istrinya itu...,"tukas wanita itu. "Sarah...cukup!"sentak Nanda. "Ahahahaha...ternyata seperti itu.tega sekali kamu Nanda sudah mengkhianati sahabatku.aku gak nyangka dibalik sikap sok baik dan sok romantis kamu terhadap Rena, ternyata kamu punya simpanan wanita lain,dan itu mantan kamu?bagaimana kalau Rena tau tentang hal ini,Nanda?"cecarku. "Eh...asal kamu tau ya,aku dan bang Nanda sudah menikah dan mempunyai seorang anak.aku gak terima disebut wanita simpanan.aku juga istrinya!"seru wanita yang bernama Sarah itu seolah tak terima. Tiba tiba Nanda menarik kuat tanganku dan membawaku keluar dari kafe,karena tak ingin keributan ini menjadi pusat perhatian banyak orang. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN