Sesuatu yang dingin mengguyur tubuhnya hingga kuyup. Alex pelan-pelan membuka mata. Terkejut. Ketika sensasi dingin tersebut tiba-tiba menusuk-nusuk hingga ke sudut tulangnya. Refleks, dia menggerakkan tubuh. Namun, sesuatu menahannya. Tangannya terikat ke belakang oleh seutas tali yang disimpul dengan sangat kencang. Kemudian, sebuah pukulan mendarat tepat di perutnya. Alex berjengit. Nyeri. “Kamu sudah bangun?” Alex mengangkat wajah. Matanya menyipit, berusaha mereduksi sinar putih menyengat dari lampu pijar yang sengaja disorotkan kepadanya. Sosok tersebut masih terlihat samar, hingga Alex sama sekali tak mempunyai gagasan tentang siapa sebenarnya sosok yang ada di hadapannya. Suara laki-laki, dan nadanya terdengar begitu muram.“Saya tidak tahu kalau ternyata Magnus bisa bertindak

