PART 172 - SIAPA SENA SEBENARNYA

1008 Kata

"Maaf ma, Dion-" "Kamu juga Dion!" Dion menunduk, membiarkan mamanya marah-marah. Dion akui ia salah. Hampir saja ia kelepasan. Mungkin kalau mamanya tidak datang kesini, mungkin saja dia dan Sena- tidak, tidak. Jangan berpikiran kotor Dion. Jangan. Sena harus dijaga bukan dibuka. Dijaga sampai akad telah terucap, dijaga sampai janur kuning melintang, dijaga sampai ada kata sah berkumandang. Dan dijaga sampai cincin telah melekat di dua jari manis di depan penghulu dan para saksi. "Bisa-bisanya kalian ngelakuin perbuatan kayak gitu, siang begini!" Dion dan Sena menutup mata, menunggu ungkapan marah yang meledak-ledak. "Kenapa ga malam aja?!" "Loh?" Sontak Dion menaikan wajahnya, bingung. "Ha?" Sena juga sama bingungnya, menaikan wajahnya menatap Diana yang berdiri di ambang pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN