PART 219 - BUKAN ORANG SEMBARANGAN

1042 Kata

"Sepertinya iya. Yuk masuk." Dion menggandeng tangan Sena memasuki toko milik Glenn. Dion juga tidak tahu menahu soal toko yang Glenn kelola, jadi ia sedikit terpana, Glenn kepikiran membuat bisnis toko bunga. Di atas toko Glenn, terpampang nama tokonya. Glenn florist. "Waah, bunganya bagus, Sena suka." Sepanjang perjalanan, Sena tak henti-hentinya memuji semua bunga yang dijual di sini. Ehm, kalau melihat bunga-bunga ini. Sena jadi ingat rumah Dion. "Dion." "Iya?" "Nanti ke rumah mama yuk." "Ngapain?" ucap Dion tersentak. Pasalnya di rumah ada sang ayah. Ia sedikit tidak nyaman mempertemukan Sena dengan sang ayah. Bukan ia tidak mau mengenalkan Sena, hanya saja waktunya kurang tepat. Dion sungguh tahu, bagaimana tabiat sang ayah. "Kirimin mama bunga … Mama, kan suka bunga."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN