"Bikin malu!" BRAK..! Gebrakan keras di meja kaca, membuat meja itu seketika retak. Diana, pelayan, dan para pengawal menunduk menerima amukan dari Husein. Setelah pulang dari acara makan malam, Husein melampiaskan seluruh amarahnya pada orang rumah. "Bisa-bisanya Dion kabur saat pertemuan dua keluarga?! Mencoreng nama baik keluarga! Apa dia ga tau sedang berhadapan dengan siapa?!" ucap Husein berteriak, memekakkan telinga. Jika rumah ini bukan kedap suara, mungkin akan terdengar keluar. Diana menarik nafas dalam, tak berani berkomentar. "Fero itu teman bisnis aku. Kalau Dion jadi sama dia. Kita bisa membuat bisnis bareng yang saling menguntungkan secara global. Bukan hanya Asia, tapi seluruh dunia, sekarang apa? Apa?!" "Memalukan!" "Mencoreng wajahku sebagai seorang ayah!" Diana

