"Leo coba kerjakan soal soal ini.,!" ucap zara sambil mendorong buku didepannya, sejenak Leo terdiam sambil menatap buku tebal yang Zara berikan padanya
"Lo gak salah suruh gue ngerjain soal soal sebanyak ini.,?" protes Leo saat melihat soal buku latihan didepannya.
"jangan semuanya Leo, kerjakan soal yang Leo bisa aja, jadi aku bisa tau harus ngejelasin materi dari mana dulu ke kamu.," jelas Zaora tetap dengan senyumnya yang konsiaten selalu terlukis di bibirnya..
Berbeda dengan orang di sebelahnya bahkan zara sempat berfikir bahwa Leo benar benar tidak bisa Tersenyum...karena yang Zara tahu Leo hanya bisa berkata-k********r dan juga marah-marah pada setiap orang yang dijumpai entah apa penyebabnya Zara pun hanya dibuat geleng geleng kepala karena tingkah Leo...
Sambil menunggu Leo mengerjakan soal,
Zara larut dengan buku didepannya, terkadang Leo melihat gadis cupu disebelahnya yang selalu tersenyum seperti orang bodoh menurutnya..
Leo baru sadar Zara mepunyai mata coklat yang indah dan bulu mata yang tebal, wajahnya Polos tanpa tersentuh make up sedikitpun tapi sangat bercahaya mungkin orang orang termasuk dirinya sendiri tidak sadar cewek cupu di sebelahnya adalah se ekor angsa dengan kedok itik buruk rupanya, kebanyakan orang hanya menilai gaya berpakaian Zara saja yang terkesal kolot dan ketinggalan zaman.karena itu yang mencolok Dari Dirinya .
Lamunan Leo terhenti saat ponsel Zara berdering, dering khas yang mempunyai satu nada saja, Zara merogoh tas nya dan mengambil ponsel yang memang benar ponsel saat zaman Sd Leo dulu dan dia masih memakai itu di zaman sekarang..
"Hallo lena." ucap Zara
"....."
"aku lagi bimbingan sama Leo"
"......."
"iya aku juga kangen, Lena kapan pulang.,?"tanya zara.
"......."
"iya aku janji setelah kamu pulang aku bakalan langsung kerja bareng kamu."ucap zara dengan senyum manis dan itu terus menjadi pusat perhatian Leo
"......"
"dah...hati hati ya, jangan lupa oleh olehnya"ucap zara sambil terkekeh setelah itu mengakhiri panggilan telponnya...zara tersenyum sambil memandangi ponsel jadulnya kemudian kembali meletakkannya kedalam tas kainnya.
"Udah beres soal soalnya..,?" tanya Zara saat menyadari Leo menatap dirinya
"Lo kerja sama dia.,?"bukannya meberika jawaban atas pertanyaan zara leo malah balik bertanya
"Dia....oh Lena" ucap Zara..
"baru mau, setelah dipaksa paksa terus sama Lena itu juga, tadinya aku enggak mau jadi asistennya, aku takut salah dan bukannya membantu malah nanti nya bikin repot Lena"jelas Zara membuat Leo terus menatap ke arah wajahnya
"terus..,?" tanya Leo yang tidak sadar bahwa Iya saat ini mungkin sedang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Zara di luar kampus
"ya gimana lagi, aku enggak tega liat Lena terus khawatir karena aku keukeuh mau terus kerja di restoran ayam itu"jawab Zara yang di tanggapi anggkuan oleh Leo.
"kenapa lo senyum senyum terus, kesambet lo"ketus Leo saat melihat Zara yang terus mentapnya dengan senyuman.
"Ish Leo kenapa sih jadi laki kok judes amat, aku cuman seneng aja kamu mau dengerin cerita aku barusan." ucap zara setelah itu kembali meraih buku didepannya untuk dibacanya tanpa sadar Leo juga berfikir kenapa dia bisa sekepo itu dan tidak biasanya menanyakan hal yang bukan urusannya pada siapapun.dan Ini baru pertama kali dia lakukan meskipun Leo menganggapnya karena dirinya sedang tidak sadar akan hal yang dilakukan Tapi tetap saja sedikit Zahra sudah mengubah hatinya
"Nih udah.," ucap leo sambil melemparkan buku di hadapan Zara.
"Loh kok cuman satu soal sih yang diberesin.?"tanya zara tidak percaya dengan apa yang dikerjakan oleh Leo dari sekian banyak soal yang Zara berikan Leo benar-benar hanya mengisinya satu soal saja
"Lo yang suruh bukan.," jawa Leo
"masa iya dari banyak soal cuman satu yang bisa kamu kerjain sih leo, dan jawabannya juga salah ini, gimana sih"
"itu berarti gue kasih tugas buat lo, biar bisa bimbing gue, kalau gue bisa ngerjain semua soalnya buat apa gue susah susah ikut bimbingan." jawab asal leo sambil mengangkat kakinya ke atas meja..mengabaikan tatapan tidak suka yang Zara berikan
"iYa tapi setidaknya kamu berusaha dong buat nyoba mecahin soal yang lain" ucap Zara sambil mendorong kaki Leo untuk turun dari meja namun gagal karena Leo dengan kuat menahan kakinya.
"Kakinya Leo, enggak sopan" ucap Zara.tidak habis pikir dengan tingkah Leo yang selalu menunjukkan hal negatif
"ah bacot lo udah cepetan..."ucap leo kemudian beranjak dari duduknya
"Loh mau kemana.,?" tanya ara mencekal lengan Leo
"pulang" jawab santai Leo9Sssa
"Loh ini baru 20 menit Leo, aku juga belum ngejelasin apapun sama kamu"seru Lara
"bodo, besok lagi aja, lagi males gue.," ucap Leo kemudian berjalan keluar ruangan, mau tidak mau Zarapun mengikuti langkah Leo dari belakang
"Tapi besok janjiya," ucap Zara
"iyA" jawab singkat Leo
"beneran ya"
"Iya"
"gak akan ingkar lagi"tany Zara
Membuat leo menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah zara
"iya bawel." jawab Leo sambil mecubit pipi zara
"Leo sakit."rengek Zara smbil melepaskan tangan Leo
"Manja, gitu aja sakit" ucap datar Leo dan tanpa sengaja Matanya menangkap seseorang yang tengah memperhatikan mereka membuat senyum kemenangan di bibirnya terlukis dengan jelas..
"ayo cepet.!" ucap Leo kemudian menarik tangan Zara dengan sengaja, Leo ingin memperlihatkan kedekatan antara dirinya bersama Zara pada seseorang yang sampai saat ini masih melihat kepergian mereka dengan tangan terkepal.
"Loh loh kemana."tanya zara yang sudah mengikuti langkah Leo
"gue anter pulang" jawab leo
"gak usah leo, aku bisa naik ojek kok"
"gak ada bantahan apapun" jawab tegas Leo
****
"Leo makasih loh udah mau nganterin aku pulang." ucap Zara saat mereka sudah berada didepan rumah sederhana yang tidak terlalu besar
Zara melepskan sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil...setelah itu sedikit mebungkukan badannya untuk menatap kembali ke arah leo yang duduk di belakang kemudi
"sekali lagi mkasih ya, pulangnya hati hati jangan ngebut" ucap Zara tetap dengan senyum manisnya dan berlalu memasuki pekarangan rumah namun Leo masih betah memperhatikan pungguh Zara tanpa berniat untuk pergi..
Setelah benar benar zara memasuki rumahnya barulah Leo berniat untuk pergi namun gerakan tangannya untuk mengidupkan kembali mobilnya terhenti saat melihat zara menarik tangan seorang cowok dari dalam rumahnya...
entah apa yang sedang mereka perdebatan Tapi Leo bisa melihat keduanya sedang saling beradu argumen, Zara terlihat seperti memohon pada cowok di depannya yang terlihat tidak acuh dengan ucapan Zara Entah kenapa hal tersebut membuat Leo mencengkram setir mobil dengan kuat,Leo maupun tidak habis pikir Ada apa dengan dirinya beberapa hari kebelakang saat dirinya mengenal sosok Zara dalam hidupnya , Leo bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari dirinya
oOo
"Kak jangan ini uang tabungan Ara,!" Mohon Zara sambil menarik pergelangan tangan lelaki didepannya yang dia sebut sebagai kakak
"Gue pinjem bentaran doang Ara, gue lagi butuh banget," jawab Rio sambil melepaskan cekalan Zara dan melipat uang yang diduga milik Zara kedalam saku celananya.
"Ara gak bakalan larang kakak buat ngambilin uang Ara kalau kakak pake uangnya buat hal yang bener, jangan di pake buat mabuk mabukan lagi kak" Mohon Ara karena tidak ingin terus-terusan melihat kakaknya ini merusak dirinya sendiri dengan cara
Meminum minuman keras setiap saat, Rio adalah kakak yang dulu dia tidak seperti ini, Rio kakak yang baik dan selalu menjaganya dulu dia tidak seperti ini sebelum kakaknya itu di PHK dari tempat kerjanya ditambah dia juga ditinggalkan oleh calon istrinya sendiri dan semua kejadian tersebut membuat hidupnya frustasi kemudian melampiaskan rasa sakitnya itu pada minuman-minuman keras dan itu membuat Zara khawatir dengan keadaan Kakaknya sendiri.
"Enggak, kali ini kakak janji gak akan pake uang ini buat mabuk mabukan okey" ucap rio setelah itu mencium pelipis Zara dan berlalu meninggalkannya...
Zara memagang dadanya yang mulai terasa sesak, enggak tau harus pake cara apa lagi agar kakak nya berhenti mabuk mabukan...
Nafas Zara semakin berat, Zara tau asmanya akan kambuh dan segera merogoh tas kain yang masih di sandangnya...Namun karena Asmanya menyerang lebih dulu zara kesulitan menemukan inhalernya, Zara terduduk diteras rumah sambil memegang dadanya...
Leo yang masih melihat Zara dari dalam mobil hendak langsung turun dari mobilnya, namun saat pintu mobil baru terbuka setengah Leo menghentikan gerakannya Saat Zara sudah menemukan inhalernya,
Zara mulai bernafas perlahan sambil memegang inhaler di mulutnya...
Setelah dirinya dirasa cukup tenang, Zara mulai bangkit dari duduknya dan kembali memasuki rumah...
****
Zara memasukan beberapa buku dalam tasnya sambil berjalan keluar rumah, merapikan baju dan rok lipit abu yang ia kenakan namun langkahnya terhenti saat melihat mobil yang semalam mengantarnya sudah terparkir di depan rumahnya...
"Loh ini kan mobil Leo" gumam Zara kemudian mendekat kearah mobil hitam didepanya..
Zara mengetok kaca mobil beberapa kali sampai sang empunya keluar..
"Leo kenapa disini..,?" tanya Zara
"jemput Lo." jawab Leo singkat kemudian masuk kembali kedalam mobil mengabaikan tatapan penuh tanya dari Zara..
Leo membuka kaca mobil karena zara tak kunjung masuk...
"Masuk...malah bengong...!!!" ucap Leo membuat Zara mendengus..
Zara membuka pintu mobil kemudian mendudukan dirinya disebelah Leo...
"kenapa jemput aku, aku kan gak minta di jemput"ucap Zara sambil melepaskan tasnya dan menyimpannya di samping sebelah kanan.
"Lo pikir gue supir lo se enaknya lo maen nyuruh gue," jawab leo sambil terus menatap jalan didepannya
"Nah ini apa namanya dong..enggak disuruh aja ngejemput, lebih rajin dari supir berarti ya" ucap Zara sambil terkekeh kemudian mengambil boneka kecil yang kepalanya gerak gerak di dasbord mobil Leo,membuat Zara tertarik untuk melihatnya dari dekat.
"Terserah gue mau ngejemput atau enggak...enggak ada yang bisa ngebantah kemauan gue"jawab Leo ketus
Zara mengerucutkan bibirnya ke arah leo namun kembali tersenyum saat meletakan kembali boneka kecil ke dasboard mobil...Zara terus menyentuh kepala boneka yang tidak Eberhenti bergerak karena pergerakan dari mobil...
"Lucu ya bonekanya kayak Leo." ucap Zara polos dan berhasil menarik perhatian Leo, Leo menatap gadis disampingnya yang tersenyum melihat boneka di depannya.
Dengan gerakan cepat leo mengambil boneka itu dan melemparnya ke kursi belakang
"Leo kenapa bonekanya di buang sih" rengek Zara sambil berbalik kebelakang mencoba mencari boneka yang di lempar Leo.
"Kenapa Lo terus senyum sama boneka itu kalau gue juga lucu" ucap leo datar membuat Zara menatap ke arahnya
"Jadi Leo mau aku senyumin juga" ucap Zara dengan senyum mengembang...
Leo hendak menjawab dan membuka mulutnya namun kata kata Zara selanjutnya membuat dia mengurungkan niatnya
"Enggak deh, mendingan senyumin boneka goyang tadi, nanti yang ada Leo marah marah, harusnya pagi pagi gini jangan marah marah Leo, nanti kena darah tinggi loh" jelas Zara kemudian kembali mencari boneka yang membuatnya tertarik...
Kalah telak gue anjir sama boneka gituan, nyesel gue pajang itu batin Leo kesal.
Sesekali Leo menatap ke arah Zara yang menatap ke arah depan, sebenrnya Leo ingin sekali menanyakan tentang apa yang dia lihat semalam, lelaki yang keluar dari rumah Zara, namun Leo memilih bungkam karena dirinya merasa tidak sedekat itu dengan Zara sehingga harus menanyakan masalah pribadi seperti itu..
"Ada yang mau Leo tanyain.?" ucap Zara membuat Leo mengerjapkan matanya beberapa kali saat wajah Zara terasa dekat dengan nya,dan dirinya bisa melihat manik mata Zara yang berwarna Hazel tersebut.
"Enggak ada" jawab Leo singkat kemudian kembali fokus pada jalanan di depannya.
"terus kenapa dari tadi ngeliatin aku" ucap Zara membuat Leo berdecak
"Gr aja lo, bedak lo tuh ketebelan, gue cuman mau bilang itu ke lo"ucap Leo asal Karena tidak tahu apa yang akan dia katakan pada Zara,untuk itu Leo memilih kalimat yang melintas di pikirannya saja.
"Ketebelan, masa sih" gumam Zara Sambil meletakan kedua telapak tangannya pada Wajahnya
"padahal tadi aku gak pakai bedak loh, cuman pakai krim baby aja" lanjut Zara membuat Leo hanya diam pura pura tidak mendengar perkataan Zara.
"Leo jangan lupa ya nanti bimbingannya jam 4"ucap Zara sambil mengikuti langkan lebar Leo
"Terus hari ini kamu ada tiga kelas, semuanya di gedung satu, tugas dari dosen udah di kerjain belum, sama nanti jangan lupa bawa buku tugas kamu yang dari dosen biar kita kerjain bareng bareng" seketika langkah Leo berhenti membuat Zara menubruk punggung Leo
Zara memegang hidungnya yang memerah dan mendongak"Leo kenapa berhenti mendadak sih, kayak ada lampu merah aja"ucap zara
"bacot lo yang kayak lampu ijo nyerocos mulu" kesal leo kemudian melanjutkan langkahnya
Zara hanya mendengus melihat sikap leo yang selalu marah marah,Kbahkan Zahra Sempat berpikir Apakah ada obat di dunia ini yang bisa menurunkan kadar marah-marah pada lele jika ada negara mungkin akan menyarankan agar Leo membelinya.
"Jangan lupa masuk kelas sama bimbingan nantinya Leo" teriak Zara saat punggung leo semakin menjauh darinya...namun seakan tidak mendengar apapun leo dengan santainya berjalan menyusuri koridor kampus..
Leo mendudukan dirinya ditempat biasa sudah ada reihan dan yudha yang menunggunya dari tadi..
"abis jemput gebetan nih si bos" ledek yuda
"yoi...enaknya punya gebetan, dedek juga mau dong bang" sambung reihan membuat yuda tergelak
"bacot lo t*i, berisik" kesal leo sambil melempar ransel ke arah yudha dan reihan tapi bukannya membuat kesal malah tawa mereka semakin meledak
"Bos gimana tawaran jeni kemarin patner model lo kali ini cewe populer kampus kita" ucap reihan membuat Leo yang baru saja hendak menutup matanya langsung mendudukan dirinya dan menatap reihan
Dl
"siapa..?" tanya Leo memastikan yang sebenarnya sudah mengira siapa patner yang di maksud reihan
"wuuuuuu semangat banget si bos...jangan bilang mau gebet selena juga...bagi bagi dong jangan lo embat semua tai...lo cukup si Zara aja...selena buat kita, ya nggak t*i" ucap reihan langsung di angguki oleh yudha