Dan benar tebakan Leo, Selena yang akan menjadi patnernya sekarang..
"jadi gimana, tawaran jeni kali ini mau lo ambil atau tolak..,?" tanya reihan
"Ambil" jawab singkat Leo sambil menyenderkan punggungnya
"Wuuu tumben Lo mau ambil, biasanya berapapun bayaran yang si jeni tawarin lo selalu nolak"ucap reihan
"jangan bilang Gara gara selena, benerkan, ayo ngaku lo nyet.,?" tunjuk yudha ke arah wajah leo yang langsung ditepis kasar olehnya
"Berisik lo, bukan karena selena ataupun jeni," jawab Leo
"terus" tanya mereka penasaran
"Kalian liat aja nanti, "
"gue tau gue tau, si bos mau nabung buat beliin kita mobil kan, udah mau nyerah dari sekarang bos" ledek yuda
"jangan asal bacot, sebentar lagi si Zara bakalan bilang suka ke gue, jadi siap siap lo berdua kagak gue gajih selama setahun"ucap Leo membuat yuda dan reihan mengerutkan keningnya kira kira apa rencana Leo yang ada di otaknya
Sedangkan Leo dengan senyum miring sudah menyiapkan beberap rencana agar Zara jatuh hati pada nya,Leo harus menyiapkan rencana sedetail mungkin karena cewek kayak Zara susah susah gampang buat masuk perangkapnya.
***
"Lena...!!!" pekik Zara saat mengetahui sahabatnya itu sudah berada di kelasnya...
Beberapa hari ini Zara tidak bertemu sahabatnya itu karena Lena harus mengunjungi neneknya di bandung.
"Ara gue kangen lo" ucap Selena sambil memeluk erat Zara
"aku juga sama." jawab zara tak kalah erat memeluk sahabatnya itu
"Gimana bandung, asik dong.,?"tanya Zara sambil mendudukan dirinya di sebelah lena kemudian mengeluarkan beberapa bukunya dari dalam tas
"Asik dong, kapan kapan lo harus mau gue ajak ke Bandung"
"ta..."
"tidak ada penolakan" potong lena membuat Zara kembali mengatupkan mulutnya
"oh ya Ra, weekend nanti gue ada pemotretan dan lo mulai hari itu udah harus kerja bareng gue" ucap selena sambil mengambil paperbag yang ada di sebelahnya kemudian meletakannya di depan meja Zara
"iya iya aku tau len, tapi aku bisa kerja sama kamu cuman weekend aja enggak apa apa, kamu tau kan aku harus bimbingan sama Leo dari senin sampai jumat, apa ini..,?" tanya Zara di akhir kalimat saat lena memberikan paperbag di tangannya.
"oleh oleh buat Lo, oh iya gue lupa, gimana Leo, ah coba aja gue yang bimbing dia, bisa deket deket tiap hari sama Doi" haRap lena..
Zara hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya dan kemudian melihat isi paperbag yang lena bawakan untuknya
"Len banyak banget isinya kayak parsel" jawab Zara kemudian mengeluarkan sebuah kotak dan mengguncang guncangnya
"isshhh buka jangan di gituin" ucal Lena sambil merebut kotak di tangan Zara..
"isinya apa.,?"tanya Zara
"Makannya buka!"
Namun bukannya membuka Zara malah membaca luar kotak itu
"chocodot khas garut.."gumam Zara kemudian mengerutkan keningnya mendengar kata yang kurang familiar di telinganya..
" namanya kayak pupuk Len, " ucap Zara sambil mengangkat kotak itu
"ishhh iya pupuk kompos buat otak lo, ngeselin deh Lo, udah sini gue bukain di jamin lo bakalan sukak" kesal Lena sambil merebut kotak di tangan Zara kemudian membukanya.
Mata Zara langsung berbinar saat melihat isi kotak yang penuh dengan coklat khas kota garut itu..
"kok enggak bilang dari tadi sih isinya coklat, emmss enak ya Len" jawab Zara sambil mencomot satu coklat...Zara memang sangat menyuikai berbagai macam coklat.
"kan gue bilang lo pasti suka...noh didalem paperbag masih banyak" ucap Lena membuat Zara semakin melebarkan matanya
"makasih ya Len~~~ " ucap Zara tulus..
"Iya anggep aja hadiah karena lo udah mau kerja sama gue, susah banget bujuk lo mau kerja bareng gue, butuh berbulan bulan baru mau, lo takut gak gue gajih ya" ucap Lena
"bukan gitu len, aku takut bikin salah kerja sama kamu, nanti malah ngerepotin lagi" ucap Zara
"kalau enggak di coba ya mana bisa,"jawab lena ikut mencomot coklat yang ada didepan mereka...
"ah batal deh diet gue kalau udah nyoba satu jadi pengen keterusan" kesal Lena yang terus dan terus memakan coklat itu membuat Zara terkekeh.
****
Zara berjalan keluar kelas sambil sesekali melihat kanan kiri...tentu saja untuk mencari Leo..
"apa mereka ada di rooftop ya" gumam Zara namun langkahnya terhenti saat menemukan Leo dan kedua sahabatnya tengah duduk di bangku taman
"Leo.," sapa Zara sambil berjalan mendekat
"echemmmm gebetan datang bos"ledek reihan
"Leo nanti bimbingannya bisa enggak di mulai lebih awal aja" tanya Zara
"kenapa..,?" tanya Leo
"Aku ada urusan mendadak, enggak apa apa kan" tanya Zara sambil tersenyum..
"Urusan apa..,?" Tanya Leo
"cie cie si t*i Kepo bro" ledek yudha yang langsung mendapat jitakan keras dari Leo
Zara yang melihatnya langung ikut terkekeh
"boleh enggak,?" tanya Zara tanpa menjawab pertanyaan Leo
"serah Lo deh."jawab cepat Leo kesal karena pertanyaannya tidak di jawab...ingin tanya lagi tapi takut dua temannya semakin meledek dirinya.
zara pun tersenyum lebar kemudian berbalik meninggalkan leo namun baru beberapa langkah Zara kembali berbalik dan menghampiri leo...
"aku lupa"ucap Zara kemudian merogoh tas nya dan mengeluarkan beberapa coklat untuk diberikan kepada leo
"ini buat kalian" ucap Zara
Leo mengrutkan keningnya untuk membaca tulisan tulisan dicoklat tersebut...kemudian mengambil salah satunya..
Yuda dan reihan yang kepo mendekat ke arah Leo dan ikut membaca tulisan itu
"coklat rasa sayang,, wwwiiiiihhhhhh si bos pilih coklat rasa sayang, bikin hati dedek meleleh"ledek yudha membuat reihan ikut tergelak..
"biar yang ngasih coklatnya sayang gue"kali ini Leo tidak marah karena diledek tapi justru membuat kode untuk Zara.
"wah Leo hebat, kenapa bisa tau yang kasih coklat emang sayang sama Leo" jawab Zara dengan senyum dibibirnya membuat ketiga orang didepannya mendadak diam membeku dengan ucapan polos Zara..termasuk Leo entah kenapa hatinya terasa snut gitu saat mendengar Jawaban Zara..
"Alamat jadi kacung setahun kagak di bayar kejadian nih" gumam reihan yang di angguki langsung oleh yudha.
"nih dua lagi buat reihan sama yuda" ucap Zara membuat yuda dan reihan yang sudah tidak bersemangat lesu mengambil sisa coklat di tangan Zara
"gue coklat tolak miskin aja siapa tau mempan buat setahun kedepan" gumam reihan
"gue ambil coklat anti galau aja siapa tau mempan buat setaun kedepan" kini giliran yuda yang berkata..
Membuat leo tak tahan lagi menahan tawanya melihat kekalahan kedua sahabatnya sudah didepan mata
"Makasih Ra" ucap reihan dengan nada lesu mendengar gelak tawa Leo
"kalian harus terimakasih sama selena, soalnya dia yang kasih coklat nya"
"pppffftt ppfttt hahahahahahah"
Kata kata Zara langsung menghentikan tawa Leo di ganti dengan gelak tawa yudha dan Reihan yang menertawakan Nasib Leo yang kurang beruntung itu.membuat Zara mengernyit bingung dengan tingkah mereka
oOo
"Leo kenapa tadi enggak masuk kelas lagi sih" rengek Zara..
"Males.."jawab singkat Leo
"Kenapa males, coba deh dihilangin malesnya, "ucap zara sambil membuka halama buku tebal didepannya...kemudian meletakannya di hadapan Leo
"Lo yang bikin gue males," ketus Leo sambil menatap buku didepannya
Zara sendiri dibuat heran karena semenejak kejadian di taman Leo semakin marah marah pada siapapun yang berani bikin masalah dengannya
"Ya udah maaf kalau bikin Leo jadi males, sekarang jangan males ya kerjain soalnya," ucap Zara sambil tersenyum.
Dengan malas Leo meraih buku didepannya dan mulai mengerjakan sesuai perintah Zara..
"kenapa berenti...?" tanya Zara saat Leo menghentikan gerakan tangannya... Leo menatap intens ke arah Zara
"Ada yang enggak ngerti,? Mana coba sini liat."lanjut Zara sambil menyeret kursinya lebih mendekat ke arah Leo...
"Oh yang ini gini..........."Zara mulai menerangkan soal didepannya...namun Leo tidak mendengar suara apapun..waktu seakan berhenti saat Zara mendekat ke arahnya...
Sekarang wajah Zara terlihat begitu jelas didepan matanya...Leo memperhatikan setiap inci waJah Zara..
Cantik
Kata itu yang terbesit dikepala leo..
"gimana udah kan ngerti.?" pertanyaan Zara membuyarkan lamunannya.
"mata Lo bagus." bukannya menjawab pertanyaan Zara Leo malah memuji mata dengan warna hazel di depannya sambil mengelus pipi Zara...
Zara mengerjapkan matanya beberapa kali...jarak mereka sekarang sangat dekat
"oh ya,? Leo sehatiya sama Rendi" ucapan Zara langsung menghentikan gerakan Leo pada pipinya kemudian memilih untuk menjauh...mendengar nama rendi bikin moodnya jatoh lagi..
Anjir keduluan gue sama tu anak haram kesal Leo..
"dia bilang apa..,? Tanya Leo
"bilang kayak yang Leo bilang barusan mata aku bagus" jawab Zara
"Terus.."tanya Leo..
"emmmmm" Zara berpikir sejenak sambil menutup buku di depannya
"Terus rendi juga bilang tangan aku bagus.." jawab Zara
"terus." tanya Leo
"Terus rendi pegang tangan aku lalu dia cium" jawab Zara polos..
Modus anjir ...ni cewe mau aja lagi di b**o begoin kesal Leo.
Kemudian Leo mendekatkan kembali kursinya ke arah Zara
"Terus kalau gue bilang bibir lo bagus, gue boleh cium bibir Lo" ucap Leo membuat Zara hanya mengedipkan matanya dua kali setelah itu Leo mengisik jarak di antara mereka dan menangkup wajah Zara yang terasa pas di telapak tangannya...
Setelah itu mendekatkan wajah Zara dengan wajahnya..
"Lo jangan mau di b**o begoin si rendi...Mulai sekarang Lo gak boleh deket deket sama anak monyet itu, kalau enggak....."(isi titik titiknya sesuai mau kalian)
***
Zara duduk di sebuah halte menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang...
Zara menunduk menatap paper bag di sampingnya...berisi cat air dan beberapa kuas...
Zara menghembuskan nafas kasar dan menendang nendang batu kecil didepannya...
"semoga gak hujan." gumam Zara sambil mendongak menatap langit yang kian menggelap karena awan hitam...setelah itu menurunkan kembali pandangannya pada batu batu kecil di dekat kakinya.
Cekkiitttttt
Tiba tiba sebuah Mobil berhenti tepat didepannya membuat Zara kembali mendongak..
"Ra ngapain lo..,?" tanya yudha
"eh aku lagi nunggu angkot." jawab Zara
"Oh hari ini mereka gak narik," jawab yudha
"Loh kok yudha Tau"
"Dia kan bosnya para angko ra."jawab reihan yang duduk disebelah yudha sambil memiringkan kepalanya menatap Zara..zara hanya terkekeh mendengar gurauan reihan..
"Hari ini tukang angkot pada lockdown jadi kagak pada narik"ucap yudha.
"Oh gitu ya.." gumam Zara..
"Lo mau pulang..?" tanya yuda yang di jawab gelengan kepala oleh Zara
"Lo mau kemana..," tanyanya lagi
"mau ke rumah temen."jawab Zara.
"Ya udah masuk gue anterin"tawar yudha
"eh enggak usah"tolak Zara dengan lembut
"Gak apa apa ayo naik, sebelum kepala gue di jitak si bos" ucap yuda membuat Zara mengerutkan keningnya
"udah cepet gak usah banyak mikir"sambung reihan..
Mau enggak mau Zara pun berdiri dan mengambil paper bag di sebelahnya. Dan berjalan mendekati mobil dan membuka pintunya...namun saat hendak masuk, gerakannya terhenti saat melihat Leo duduk dengan nyaman di kursi penumpang..
"Loh ada Leo juga" ucap Zara kemudian mendudukan dirinya di sebelah Leo sedangkan Leo hanya menatap datar gadis di di sampingnya sedetik kemudian memalingkan wajahnya ke luar jendela..
Suara hening beberapa saat sebelum reihan mengeluarkan suaranya
"Apaan sih lo t*i, ganggu aja" kesal reihan saat kaki di belakang kursinya dengan sengaja menendang nendangnya..reihan menatap Leo yang melirik ke arah Zara kemudian paper bag di sisinya...
Reihan yang faham maksud dari leo kemudian menormalkan kembali raut kesal di wajahnya..
"eehemmm Ra lo mau ke rumah temen ngapain..,?" tanya reihan mewakili pertanyaan yang sebenarny ada di otak Leo
"Oh ini, aku mau ngasih cat air sama kuas kuas ini, beberapa hari lagi temen aku mau ngadain pameran gambar, kalian inget kan brosur yang waktu itu aku bagi bagiin"jelas Zara
"Ohhh tuh gitu jawabannya t*i, dengerkan lo" sindir reihan kepada Leo dan langsung mendapat tatapan membunuh dari Leo.sedangkan reihan hanya terkekeh melihat teman satunya itu...
Leo hanya gengsi untuk bertanya gara gara kejadian tadi saat bimbingan, hampir saja dia lepas kendali saat melihat wajah Zara secara dekat kalau saja Zara tidak bersin tepat di depan mukanya sudah pasti Leo akan langsung memakan bibir Zara..
Suasana kembali hening, saat mobil yudha berhenti tepat di depan lampu merah..
"sunyi amat yak, berasa di kuburan" ucap yuda...
"kursi belakang kok panas banget yak auranya, ngadem dikit napa"ledek reihan membuat keduanya tergelak..
Cuaca memang sedikit panas di tambah kondisi jalanan yang padat...apalagi saat lampu merah yang hanya beberapa menit tapi berasa setaun menunggu lampu menjadi hijau...membuat siapa saja yang berkendara tidak sabaran..
Seperti sekarang baru saja lampu kuning beberapa kendara di belakang mobil yudha sudah ribut membunyikan klaksonnya
Membuat reihan menurunkan kaca mobilnya
"Berisik anjing, baru juga lampu kuning udah pada bunyiin klakson, sia pikir lomba cerdas cermat pabalap balap..teu ngarti da aing mah, mobil can ge maju" maki reihan dengan logat sunda nya...kebiasaannya kalau lagi kesel bahasa daerahnyalah yang keluar..
Sedangkan zara hanya terkekeh..
"heran gue udah pada rame corona masih aja padet nih jalan"kesal yudha
"belum kali...entar juga bakalan rame hastag dirumah aja..."jawab reihan....
Penyebaran berita virus yang awal mulanya dari cina memang akhir akhir ini meresahkan...tapi aktifitas di ibu kota terbilang belum terlalu di pengaruhi oleh virus dengan sapan akrab corona itu..
Reihan sedikit menggeser tubuhnya dan menatap zara
"Ra abis ini mending lo jangan kemana mana tinggal di rumah aja ya"ucap reiha
"Loh memangnya kenapa..,?"tanya zara polos
"isshhh kan udah gue bilang tadi virus corona mulai menyebar...bahaya.."
"masa iya.?"gumam zara pelan masih sedikit berfikir dengan perkataan reihan
"iya gue nyaranin aja karena gue peduli sama lo"jawab reihan sambil tersenyum kearah Leo dan mengedipkan sebelah matanya sedangkan leo hanya berdecih dan tidak mau ambil pusing.
"kalau aku gak mau gimana?"tanya zara sambil nyengir kuda
"serah lo dah...bahaya tu virus kalau udah nyerang.lo pilih tinggal di rumah...tinggal di rumah sakit atau tinggal kenangan aja...."jawab reihan membuat zara kembalo terkekeh geli
"ya ni anak di bilangin malah ketawa"jawab reihan heran dan kembali memposisikan duduknya menghadap jalanan