Innocence 10

2858 Kata
"Ra, tugas lo nyiapin semua keperluan buat pemotretan lena hari ini...bantuin dia pasang baju dan yang lain yang udah di sediain di wadrobe...nanti kamu bakalan di bantu sama sindi"jelas oca selaku manager Lena..negara tidak menyangka bahwa dirinya benar-benar akan bekerja di tempat sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya, "Baik mbak, makasih" jawab Zara dengan senyum mengembang... Zara pun berjalan ke arah wadrobe yang di tunjuk oca namun langkahnya terhenti saat melihat tiga orang berjalan mendekat ke arahnya. "Loh kalian disini..,?"tanya Zara "yoi"jawab yudha "Ngapain..,?" tanya Zara "Kerja dong.," jawab reihan..Zara menaikan sebelah halisnya mencoba berfikir "oh kalian juga kru di sini ya, bantu bantu pemotretan juga" jawab Zara polos membuat yuda dan reihan tergelak.. "lo gak liat tampang bos kita ini, mana ada tampang kru se kece ini hem"jawab yuda sambil memegang pipi Leo dan menggerak gerakannya ke kiri dan kekana dan langsung mendapat tepisan kasar si pemilik wajah. "Lo sendiri ngapain disini..,?" tanya reihan "oh aku kerja bareng lena sebagai asistennya"jawab Zara "oohhh jadi ini alesan si t*i kucing ini mau terima tawaran si jeni, modus lu anjir" ucap yudha sambil menatap Leo..yang menyadari jika Ayo ternyata sudah memprediksi kehadiran negara, Pasalnya sebelum-sebelumnya menolak tawaran jennie berapa pon bayaran yang akan diterima nyawa tidak peduli, tapi keputusannya kemarin membuat Yudha Dan Rehan sedikit bertanya-tanya dan sekarang mereka mendapatkan jawabannya saat melihat Zara ada di lokasi, "bacot lo berisik...cabut cepet" ucap leo kemudian berlalu meninggalkan mereka bertiga yang masih diam "Ra kalian berantem..,?" tanya yuda "Siapa aku,?"tanya Zara "iya"jawab yudha "berantem sama siapa..,?"tanya Zara polos "Inalilahi Zara...sama si Leo abis sama siapa lagi.?" ucap yudha sediki kesal "enggak kok, kita enggak berantem.,"jawab Zara "terus kenapa tuh si bos mood nya jelek mulu dari kemarin.,?" gumam reihan tak habis fikir... "lagi datang bulan gue rasa si bos"timpal yudha "Seriusan kalian, masa iya Leo datang bulan"ucaop Zara heran membuat kedua cowo didepannya mengusap wajah nya frustasi...tidak habis fikir dengan gadis ajaib ini.. **** Cekrek cekrek cekerek Seorang fotographer mulai membidikan kameranya pada dua orang yang ada di depannya... "bagus, coba lebih dekat" "selena liat sini" "Leo angkat kepalanya dikit" "bagus...pertahanin" Begitulah beberap arahan sang fotograper yang tengah memotret Leo dan selena... "bagus, baju selanjutnya" arahan jeni.. Leo dan Selena memang sedang menjadi model untuk salah satu majalah fashion terkenal yang dibawah naungan jeni kim... Dan ini sebenarnya proyek yang sudah lama tertunda karena sulit sekali membujuk seorang leo atma jaya...dan Jeni termasuk orang yang keras kepala dan tidak ingin memakai model lain selain Leo.. Dan yang membuatnya bahagia tiba tiba saja reihan shabat yang berperan langsung sebagai manager leo menghubunginya untuk menerima tawarannya kali ini... Leo berjalan memasuki ruangan wadrobe untuk mengganti baju selanjutnya...namun keningnya berkerut saat menyadari jika selama pemotretan dia tidak melihat keberadaan Zara "t*i si Ara kemana..,?" tanya leo sambil memutar tempat duduknya menghadap reihan dan yudha yang tengah mempersiapkan baju untuknya. "Ke laut kali, kagak liat gue" jawab santai yudha kemudian mengambil saah satu baju yang tergantung didepannya.. Dan langsung memberikannya pada Leo"nih pake..!!" ucap yudha Namun bukannya mengambil baju yang diberika yudha, leo menepisnya dan beranjak dari duduknya berjalan keluar wadrobe "heh t*i kemana lo,!!!! Iishhh tuh anak monyet suka se enaknya aja ya" teriak yudha kesal namun tidak di tanggapi sedikitpun oleh Leo. Leo berjalan menuju ruangan selena dan dengan datarnya masuk tanpa permisi "Kyyaaaaaa yey ngapain masuk masuk sindang tanpa ketok dulu, gimana kalau eikeu lagi nacked" ucap gemulai lelaki yang kini sedang menutup bagian dadanya...sedangkan oca dan selena hanya menatap Leo seakan bertanya "ada apa.?" "Dimana Zara..,?" tanya Leo datar "yey dateng dateng kesini grasak grusuk cuman mau nyariin my kittie" lagi lagi lekaki gemulai itu yang menjawab "my kittie" gumam Leo heran "emberan my kittie, apose yey nanya nanyain dia...,?" tanyanya "sindi, " panggil selena ke lelaki gemulai yang bertugas sebagai make up artisnya "Ara barusan keluar sebentar nemumuin rendi" jawab Selena dalam waktu cepat Leo membalikan badannya mengabaikan tatapan heran orang orang di dalam ruangan... "heh t*i gue cari cari, cepet lo ha....." ucapan yudha terhenti saat leo hanya melewatinya saja tanpa menghiraukan perkataanya sedikipun... Membuatnya semakin kesal karena sikap se enakknya Leo "hei t*i ...monyet kutuan Lo denger gue kagak hah, mampus aja lo deh anjing...!!!" teriak yudha kesal sambil menendang tong sampah di dekatnya membuat semua sampah yang kebanyakan kaleng soda membuat suara gaduh saat berserakan ke lantai "Heh apose itu ribut ribut di luar,!!" bentak seseorang yang yudha hafal betul suara siapa itu "alemong...sapose itu sih bikin heboh" didengar dari suaranya sepertinya semakin mendekat membuat yudha mengambil seribu langkah untuk menjauh.. "Males gue ketemu cewe jadi jadian" gumam yuda sambil berlari ke ruangannya.. **** "Loh rendi kenapa kesini..,?"tanya Zara setelah berada di depan rendi yang tengah menyandarkan dirinya di pintu mobil "pengen aja, kerjanya masih lama.?" tanya rendi. Zara melihat jam di pergelangan tangannya "mungkin satu jam lagi, kenapa..,?" tanya Zara "Aku tungguin ya, aku mau ngajak kamu kesuatu tempat " ucap rendi "Kemana ren..,?" tanya Zara penasaran "Nanti juga kamu bakalan tau"jawab rendi sambil menyelipkan anak rambut zara ketelinganya Zara sempat terkejut dengan sikap rendi yang tidak biasanya. "jangan di tungguin deh ren, takutnya nanti rendi nunggunya lama, nanti kalau aku udah beres aku sms rendi deh.,"bujuk Zara karena Zara memang gak terlaku suka di tunggu.. "gak apa apa ara.,aku bakalan....." "dia bakalan balik bareng gue.,!!!" kalian pasti tau siapa lagi yang berani memotong ucapan rendi selain Leo... "dia balik bareng gue..!!" ucap Leo berjalan mendekat ke arah Zara dan rendi "Loh leo kenapa disini bukannya masih ada sesi pemotretan sama Lena ya.,?" tanya Zara heran, Leo hanya meliriknya sebentar kemudian menatap tajam ke arah rendi "ngapain Lo kesini..?" tanya Leo sinis "Leo aku nanya barusan, kenapa dicuekin sih"ucap Zara yang sedikit kesal karena Leo mengabaikan pertanyaannya "Bacot lo diem.!"sentak Leo membuat Zara sedikit terkejut. "Lo jangan se enaknya bentak bentak Ara," kali ini rendi yang di buat emosi oleh Leo karena sudah membentak sahabatnya tersebut, padahal dirinya saja yang sudah lama mengenal Zara tidak pernah sekalipun membentaknya seperti yang Leo lakukan "Memangnya kenapa hah, apa urusan lo, mau gue bentak dia, marahin dia, bukan urusan lo,"jawab Leo meremehkan rendi karena tentu saja dia tidak akan berani menjawabnya. "itu urusan gue....kalau Lo coba nyakitin Ara lagi, gue gak bakalan tinggal diam"desis rendi   Yang sudah mulai terpancing emosinya oleh Leo dan itu membuat Leo menarik sudut bibirnya "Ren udah, aku enggak apa apa kok, udah biasa juga liat Leo marah marah jadi aku enggak ambil ati, seriusan deh" ucap Zara sambil mengelus lengan rendi menenangkan, namun tak berlangsung lama Leo langsung menepis tangan Zara dari lengan rendi dan menariknya membuat Zara sedikit meringis "heh Lo jangan se enaknya main tarik Ara.,!" kesal rendi mencoba melepaskan genggaman tangan Leo pada Zara, dia sudah tidak bisa membiarkan Leo bertindak sesuka hatinya kepada Zara, "kenapa hah Lo cembur...?"" tantang Leo karena sadar rendi tidak mungkin mengungkapkan perasaannya sekarang di depan zara karena rendi terlalu pengecut menurut Leo "Rendi mending pulang ya, nanti aku sms kalau____" "Lo jangan coba coba hubungin si b*****t itu" potong Leo sambil menatap tajam ke arah Zara "apa hak lo ngatur ngatur Ara hah...?" tanya rendi sambil mendorong bahu Leo Leo menatap bahunya sekilas kemudian tersenyum mengejek "gue bukan cuman bisa ngelarang dia buat hubungin Lo tapi gue bisa bikin lebih dari itu, Lo mau liat hah.,?"ucap Leo kemudian langung menarik tengkuk Zara untuk mendekat ke arahnya , Leo hendak mendekatkan bibirnya pada bibir Zara sebelum Rendi bertindak dan menarik bahunya Bbuughhhhhhh Sebelum leo benar benar berbuat gila terhadap Zara randi langsung menarik bahu Leo dan memberikannya satu pukulan keras...darah segar keluar dari hidung dan sudut bibir Leo... "Astaga Leo...!!" pekik Zara kemudian mendudukan dirinya di sebelah leo...mencoba membantunya untuk berdiri.. "rendi mendingan pulang deh, aku enggak mau liat kamu kayak gini ren___aku mohon.___!" lirih Zara membuat rendi tak berkutik melihat wajah memohon Zara untuk cowok b******k didepannya... Rendi mengusap wajahnya kasar kemudian menatap Leo yang tersenyum penuh kemenangan padanya Shit dia sengaja ngelakuin ini batin rendi kemudian pergi tanpa sepatah katapun pada mereka.. "Leo baik baik aja kan..,?" tanya Zara khawatir sambil membantu Leo untuk berdiri.. "lo gak liat hah muka gue gini.,?" ucap leo sambil menunjuk sudut bibirnya yang sedikit robek dan juga lebam... "maaf" cicit Zara.. "kenapa lo yang minta maaf" kesal Leo "rendi kan sahabat aku, jadi aku minta maaf karena dia udah bikin Leo kayak gini..." jawab Zara yang memang sedikit tidak enak dengan perlakuan Rendy kepada Leo, Zara tidak tahu apa yang terjadi pada Rendy pasalnya selama dia mengenal sosok Rendy, Rendy termasuk tipikal orang yang sangat bisa menguasai emosinya, tidak seperti Rendi yang barusan saja dia lihat, Zara menghembuskan nafas panjangnya saat melihat Kejadian beberapa menit yang lalu. "Kalau gitu Lo harus tanggung jawab karena ulah sahabat lo itu"jawab Leo yang langsung  mendapatkan anggukan cepat dari Zara.. "sekarang papah gue masuk kedalem" perintah Leo sambil mengulurkan tangannya tanpa pikir panjang Zara mengalungkan tangan Leo di pundaknya dan memegang pinggangnya membantunya untuk berjalan "Tapi leo, yang di pukulkan mukanya, kenapa harus di papah jalannya,kaki kamu kan enggak kenapa napa kan?" tanya Zara heran.. "heh lo b**o apa, emang pukulan dia gak bikin kepala gu pusing hah..." ketus Leo "Iya iya maaf salah lagi, leo ngomongnya jangan pake urat terus dong, enggak takut apa urat urat lehernya pada putus...cukup urat malu leo aja yang udah putus" gumam Zara polos sambil mendongak dengan cengiran kudanya kepada leo "lo..." "Aku becanda leo..." ucap Zara dengan senyum manisnya tepat didepan wajah Leo..membuat leo membungkam mulutnya dan melupakan kata kata yang hendak dia ucapkan.. Leo tidak mengerti ada apa dengan pikirannya membuat Leo harus menyadarkan dirinya beberapa kali, tanpa  Leo sadari ternyata  Zara sudah mulai menguasai hati dan pikirannya itu,, *** "eh eh eh kenapa itu anak monyet bisa kayak gini..," tanya reihan setelah Zara membawa Leo masuk.. "tadi...." "Tadi ada orang gila ngamuk di luar"potong Leo "heh bos lo bisa gak sih jaga tuh muka buat beberapa jam lagi, lo masih ada sesi shoot...aarghhh kacau ini malah beneran kayak anak monyet"ucap reihan frustasi " si t*i udah balik belom...." tanya yudha dari arah pintu dan melihat ke sekitar ruangan. "heh bos cepet si jeni nanyain noh..tinggal beberapa shoot lagi" ucap yuda saat setelah melihat punggung Leo "batalin, gue mau balik.,!" jawab Leo datar kemudian mengambil tasnya dan menarik Zara keluar... Yudha dan reihan hanya bisa melongo dengan sikap se enak temannya itu... "kalian beresin barang gue terus bawa ke bescamp...gue cabut"sambung leo kemudian benar benar pergi dari hadapan kedua sahabatnya "heh t*i mau kemana lo, anak setannn berenti lo.,!" teriak yuda namun tentu tidak akan membuahkan hasil apapun karena Leo tidak akan pernah mendengarkan protesan dari kedua sahabatnya itu. "Leo....leo tunggu deh" pinta Zara saat Leo terus menarik tangannya ke arah parkiran namun leo masih dengan mode tuli.. "Leo jangan kayak gitu dong, aku harus ngomong dulu sama lena...enggak bisa se eneaknya kayak gini le."sambung Zara berharap Leo mau mendengarkannya "masuk.!"perintah Leo setelah membukakan pintu mobilnya mengabaikan semua perkataan Zara.. "aku enggak mau" tolak Zara "Masuk....,!!"perintah Leo mempertegas ucapannya "Enggak, Leo nggak bisa se enaknya kalau bersikap..kasian kan semua kru yang udah capek capek kerja disana, aku juga harus  eeehhh ..leo leo.." ucapan Zara kembali terpotong saat Leo mendorong tubuhnya masuk kedalam mobil dengan paksa kemudian menutup pintu mobil dengan kasar "berisik lo" ucap Leo membuat Zara benar benar merasa kesal... oOo "iisshhhttt" ringis Leo saat sudut bibirnya di tekan "Lo niat enggak sih ngobatin gue"kesal Leo saat Zara menekan keras sudut bibirnya. Namun Zara hanya diam dan memilih untuk Kembali mengambil kapas barus dan mulai menekan sudut bibir Leo yang sedikit sobek.Zara juga mengobati luka lebam pada bagian pelipisnya "iishhhh pelan pelan bisa enggak sih" kesal Leo sambil menepis tangan Zara... Zara tetap diam kemudian mebuang kapas bekas dan membereskan kotak obat di depannya...sedangkan Leo masih menatap lekat wajah Zara "Lo marah..,?" tanya Leo Namun zara masih diam dan mulai menyimpan kotak obat di tempatnya semula sedangkan bola mata Leo mengikuti setiap pergerakan Zara...Zara masih sangat kesal dengan perlakuan Leo yang se'enaknya, Zara tidak tahu bagaimana Lena, jeni dan para kru yang mereka tinggal di studio membuat Zara sedikit khawatir karena mereka pasti akan sangan kecewa dengan sikap Leo yang seenaknya.padah mereka sudah bekerja keras pikir Zara merasa sangat bersalah "heh gue tanya...Lo marah...,.?" tanya Leo sekali lagi. Zara masih dalam mode diam dan memilih membereskan tasnya kemudian menyandangnya...zara berdiri dan berjalan menuju pintu sebelum sebuah lengan mencekalnya dan menariknya "Lo budeg ya,...??? Yang harusnya marahkan gue...gue yang jadi korban lo gak liat ini muka" kesal Leo karena Zara hanya menatapnya tanpa berniat menjawab pertanyaan atau pernyataannya. Fuck mending dia ngoceh terus dari pada diem gini batin Leo.. Zara membalikan badannya dan membuka pintu didepannya, namun sebelum zara benar benar melangkah keluar lagi lagi Leo menghentikannya "Oke oke gue minta maaf" kesal Leo sudah tidak tau harus berbuat apa.. Hanya dengan satu kalimat itu membuat senyum Zara kembali mengembang sempurna di bibirnya "Nah gitu dong, apa susahnya sih minta maaf, enggak susah kan" ucap Zara sambil tersenyum..setelah itu Zara kembali membalikan badannya " Lo mau keman lagi, gue kan udah minta maaf" ucap Leo sambil menarik bahu Zara "Leo aku cuman mau nutup pintu ini, aku enggak akan kemana mana" jawab Zara menenangkan tapi membuat Leo malah gelagapan... Ada apa dengannya bisa bisa nya dia bersikap seperti itu.. Dan tanpa Leo sadari baru kali ini ada yang memaksanya untuk meminta maaf dan itu adalah cewe cupu di depannya Zara Dzafina. Ternyata sekarang pengaruh soeorang Zara nagi dirinya sangat luar biasa , Leo hanya bisa bernafas lega karena di rumahnya ini hanya ada dirinya tanpa ada kedua sahabatnya, Leo tidak bisa membayangkan bagaimana sikap Yuda dan Reiham jika melihat kejadian beberapa menit yang lalu, mereka sudah pasti akan mengejeknya habis habisan. **** "heh t*i gara gara lo maen cabut gitu aja, si jeni maki maki kita berdua habis habisan.."kesal reihan. Sambil terus memakan kacang goreng di depannya "emang gue pikirin"jawab datar Leo mebuatnya terkena timpukan kulit kacang dari yuda dan reihan "ehemmmm...bos" ucap yuda "gimana perkembangan hubungan Lo sama Zara..,?"tanya yudha "Lancar yang jelas kalian jangan coba coba kabur..."jawab Leo "jangan percaya diri dulu, gue liat si zara belum ada tanda tanda suka sama lo, malah sebaliknya"ucap reihan yang langsung mendapat delikan tajam dari Leo "itu namanya taktik, ngadepin cewe kaya si Ara...." "Ciiee cieee udah pake panggilan akrab nih manggil namanya Ara, wwiiiiiiiii sedapp kan babang rei" ledek yudha. Leo tersenyum miring dia juga tidak sadar sejak kapan dia memanggil sapaan akrab Zara "noh noh noh yang dinomongin dateng... "sore Ara.....nyari babang Leo ya.."ledek yudha yang ikut ikutan manggil Zara dengan Ara "loh kalian kok tau.,?" tanya zara polos "tau lah, kan yang Ara cari gak mungkin babang rei sama babang yudha ..jadi pasti lah nyarinya babang Leo" jawab reihan sambil terkekeh "bisa gak tu mulut pada diem"kesal Leo membuat yudha dan reihan malah semakin tergelak "Leo gimana udah siap tugasnya..,?" tanya Zara. "tugas kuliah si bos mah belum siap ra, siapnya Halalin kamu aja gimana ra eeeaaaaaaa"gombal reihan "Anjirrrr bacot lo emang bener t*i" sambung yudha membuat keduanya kembali tergelak.. "reihan sama yudha awas keselek tawa sendiri loh" Ucap Zara sambil geleng geleng melihat kelakuan reihan dan yudha... "Leo mau bimbingan sekarang ayok..." ajak Zara karena memang sudah waktunya untuk mereka bimbingan. "males gue belajar di sana mulu...udah disini aja belajarnya"jawab Leo "disini.,?" tanya Zara sambil melihat sekitar taman yang sudah agak sepi.. "Ya udah" ucap zara kemudian mendudukan dirinya didepan Leo mengekuarkan beberapa buku tebal yang selalu dia bawa "buset ini buku apa catatan hutang tebel amat...lo setiap hari dikasih beginian bos...mantap mantap mantap" ucap yuda sambil mengacungkan dua jempol pada Leo... "berisik lo sana"usir Leo "ra kalau si bos di kasih beginian dulu takut kepalanya negebul...mending di kasih pertanyaan ini dulu" usul reihan sambil memberikan buku teka teki silang di tangannya "ini, Emang Leo bisa ngejawab tts ini..,?" tanya Zara polos "Lo ngeremehin gue, ayo gue jabanin jawab tuh tts" jawab Leo tidak ingin kalah "ems ya udah, aku tanya nih ya" ucap Zara sambil membuka lembaran buku tts di depannya " Negara yang beribukota Dushanbe.?10 huruf di awali huruf T ..?" tanya Zara "TAJIKISTAN" jawab Leo "emmsss" gumam Zara sambil mencoba mengisi titik titiknya "iya bener.."jawab Zara dengan mata berbinar dan senyum mengembang. "wwiiiihhh si bos pinter" ucap reihan "selanjutnya ya.. Ruang tempat kediaman raja dalam istana, delapan huruf ..?" tanya Zara "MAHLIGAI" jawab Leo "ih ternyata Leo pinterya, enggak nyangka" puji Zara "maksud lo, gue selama ini keliatan gak pinter gitu"kesal Leo "bukan, leo pinter kok cuman males aja"jawab Zara "diamah males menghadapi kenyataan ra"sambung reihan membuat Zara terkekeh "ya udah satu pertanyaan lagi ya...berani enggak..,?" tantang Zara "ayo coba.." jawab Leo "emms Lucu..." "kamu.." jawab cepat leo "anjiirrrrr si t*i modusssinnn cewe....gombal ra itu mah gombal jangan percaya"ucap reihan "anak monyet bisa ngerayu juga....meleleh hati dedek bang hahaha" sambung yudha tak henti hentinya tertawa "Ara kopi kopi apa yang bikin happy...,?" tanya reihan tapi di tujukan pada yudha yang duduk disebelahnya "kopi apa bang..,?" tanya yudha dengan suara dibuat buatnya "Kopinang kau dengan bismillah" "eeeeaaaaaaaaaa anjirrrr mantap mantap" ucap yuda membuat mereka semakin tergelak...sedangkan Zara sudah memerah dan Leo sudah menggigit pipi dalamnya untuk menahan tawa.. ___________________ __________ •
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN