Zara mulai menata beberapa lukisan yang siap dia pamerkan untuk acara nanti malam, sebenarnya dia bekerja dengan beberapa orang dalam satu tim, namun entah dia yang kerajinan atau memang yang lain tidak niat membantu akhirnya hanya zara yang berada di dalam ruang seni ini
Sampai sebuah tangan kekar terulur dari belakangnya dan membantunya untuk mengangkat sebuah lukisan yang lumayan cukup besar.
Zara segera berbalik dan melihat ternyata Rendi yang sudah membantunya
"loh rendi kok kamu disini.? Enggak ada kelas.?" tanya Zara
Sambil membantu rendi mengangkat lukisan dari samping kirinya
"udah beres ra, makannya aku kesini.."jawab Rendi kemudian perlahan meletakan lukisan yang dia angkat.Rendi kemudian menatap Zara yang berkeringat, sepertinya Zara melakukan kegiatan ini sedari tadi dan seorang diri pikir Rendi dan selalu seperti ini, mereka seakan tidak peduli dengan Zara yang menghandle pekerjaan mereka, mereka seakan masa bodo dan tidak mau tahu.
"ada lagi..?? Apa ini yang terakhir..,?"tanya rendi sambil melirik sekitar ruangan yang sudah tertata rapih.
"ini yang terakhir kok ren...makasih"jawab zara kemudian memperhatikan wajah rendi...ada rasa bersalah dalam hati zara saat kejadian antara mereka tempo hari.Zara tidak habis fikir sebenarnya masalah apa yang pernah menjerat keduanya sehinga membuat Leo maupun Rendi saling melemparkan tatapan membunuh satu sama lain saat keduanyap bertemu.
"kenapa..,?"tanya rendi melihat zara yang menatapnya dengan tatapan berbeda
"sebenernya ada hubungan apa sih antara rendi sama Leo.?"celetuk Zara membuat Rendi sedikit menaikan halisnya
"aku sama dia___memangnya kenapa..,?"tanya Rendi
"aku perhatiin kalian sama sama gak saling suka"
"ya kali kita saling suka ra...kamu tau kan aku cowo normal."kilah rendi sambil terkekeh
"ishhh bukan itu maksud aku ren" ucap zara sambil mengerucutkan bibirnya
"iya iya aku tau Ra aku bisa minta sesuatu sama kamu..,?"tanya Rendi
"apa.,?"tanya Zara
Tangan Rendi terulur kemudian menangkup wajah mungil Zara
Menatap manik matanya dengan intens
"aku mohon kamu berhenti jadi guru pembimbing Leo dan berhenti dekat dekat dengannya"ucap Rendi membuat Zara mengerjapkan matanya beberapa kali tidak tahu maksud dari ucapan yang Rendi minta untuknya.
"loh memangnya kenapa..,?"tanya Zara penasaran.
"Ra aku tau siapa dia...dia bukan orang yang baik...aku takut dia bakalan nyakitin kamu...jadi aku mohon"ucap rendi
Zara tersenyum pada Rendi kemudian mengambil tangan Rendi dan menggenggamnya erat seolah menenangkannya " Ren aku tahu Rendi pasti khawatir kan...tapi aku yakin kok Leo bakalan bersikap baik sama aku...dia.."
"stop ngebela dia terus Ra...kamu enggak inget gimana dia bentak bentak kamu tempo hari dan terus memaksakan kemauannya sama kamu...aku tau semua Ra" potong Rendi yang kali ini mulai terbawa emosi...Rendi berbalik dan mengusap wajahnya kasar...tidak tau lagi harus membujuk Zara dengan cara apa...Rendi tidak habis fikir kenapa semakin kesini Zara malah semakin dekat dengan Leo.Rendi menyesal karena tidak sejak awal menggagalkan rencana kakeknya dan Bu Rosa, dan akhirnya membuay Zara dan Leo malah semakin dekat seperti sekarang ini
"Ren..."ucap zara lembut sambil mengelus bahu rendi...membuat amarah Rendi sediKit menguap kemudian berbalik kembali menatap Zara, Rendi memang tidak akan pernah bisa berlama lama marah atau mendiamkan Zara.
"Rendi percaya kan sama aku..."ucap Zara
"aku percaya...seratus persen percaya sama kamu...tapi Ra dia bukan orang yang bisa...."
"aku hanya membantunya belajar dan itu cuman sampai ujian...setelah itu tugas aku selesai Ren" potong Zara membuat Rendi menghembuskan nafasnya kasar
"tapi janji satu hal...kalau dia macam macam sama kamu cepat hubungi aku...jangan terlalu dekat dengannya..ok" ucap Rendi membuat Zara mengangguk cepat, Rendi tidak ingin sesuatu terjadi pada Zara dan dia tidak akan mengambil resiko sekecil apapun untuk Zara.
"baiklah...ini semua udah selai bukan.? Udah makan siang..,?"tanya Rendi dan di jawab gelengan oleh Zara
"kalau gitu...kita makan siang bareng..gimana..,?"tanya Rendi langsung di sambut anggukan oleh Zara.
"emss boleh...tunggu aku ambil tas dulu"ucap Zara kemudin berlalu kemeja depan untuk mengambil tas dan beberapa bukunya...
****
"kenapa cuman makan dagingnya aja...Rendi kebiasaan deh"gerutu Zara yang melihat Rendi menyingkirkan sayur sayuran dari piringnya, beberapa tahun berteman dengan Rendi membuat Zara setidaknya cukup tau kebiasaan Rendi, Hobinya dan juga Makanan kesukaannya.
"Ra kamu kan tau aku...."
"tapi Rendi enggak boleh gitu...sayur kan sehat"ucap Zara mulai mengumpulkan nasi dan sayur di sendoknya kemudian menyodorkannya pada Rendi
"ayo aaaaa buka mulutnya"ucap Zara yang mendapatkan tatapan tidak suka Rendi pada sendok yang berisi sayuran di hadapannya.
"Renn ayo aaaaaaa"
Rendi membuang nafas kasar mau tidak mau dia melahap suapan dari Zara dan menguyahnya perlahan
"eeetssssss telen ayo...makannya jangan di rasa rasa gitu nanti muntah" peringat Zara bukannya membuat Rendi membaik malah semakin mual mendengarkannya.
Dengan gerakan cepat Rendi mengambil gelas berisi air di depannya dan meneguk habis...sedangkan Zara hanya terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya itu
"kamu suka banget sih ngerjain aku"ucap Rendi
"loh siapa yang ngerjain"jawab Zara polos sambil terkekeh membuat Rendi semakin gemas untuk tidak mencubit hidungnya, interaksi manis seperti ini lah yang membuat Zara nyaman bersahabat bersama Rendi, Rendi tidak pernah memandang rendah dirinya seperti kebanyakan orang orang memandang ke arahnya.
"Rendi nanti malem datengkan ke acara kampus..?"tanya Zara
"emangnya kenapa..,?"tanya Rendi
"ishh Rendi kebiasaan aku nanya bukannya di jawab malah balik nanya." ucap Zara
"aku dateng kok...nanti kamu pergi jam berapa..,?"tanya rendi sambil mengambil tisu di depan nya kemudian mengelap sudut bibir zara yang sedikit belepotan
"loh aku makannya belepotan ya" tanya zara sambil menyentuh bibirnya
"kamu juga sama, aku nanya bukannya di jawab malah balik nanya" ucapan Rendi membuat keduanya tergelak dan suasana menyenangkan itu tak lepas dari pengawasan sosok dingin yang menatap tajam ke arah Zara dan Rendi
"jadi jam berapa..,?"tanya Rendi
"habis magrhib kayaknya." jawab Zara
"loh kok cepet..,?"tanya Rendi
"aku kan panitianya...aku harus bantu yang lain juga Ren"
"tadi kan kamu udah beres beres...nanti giliran yang lain dong ra"
"enggak ah...gak enak sama yang lain...kalau aku datengnya mepet"jawab Zara membuat Rendi mendengus...Zara selalu saja memikirkan orang lain dan mengabaikan dirinya sendiri.padahal mereka belum tentu memikirkan Zara.bagi Rendi Zara memang terlalu baik sehingga mudah di manfaatkan orang lain.
"ya udah nanti aku jemput"ucap Rendi
"Eh enggak u...."
"enggak ada penolakan Ra" ucap Rendi sambil menatap intens Zara membuatnya kembali mengatupkan mulutnya karena tidak berani lagi menjawab kalau Rendi sudah bicara dengan nada tegasnya...
____________________
_____________
•