Suasana malam di sekitar kampus Atmajaya sudah mulai ramai, Zara senang karena beberapa dari lukisannya terpilih untuk di pamerkan pada malam ini....
Termasuk lukisan favoritnya, Zara mulai melihat dengan intens lukisan yang dia buat sendiri....lukisan seorang anak kecil yang tengah duduk meringkuk...Zara sering memimpikan anak kecil itu tapi entah pernah bertemu atau tidak Zara sama sekali tidak pernah mengingatnya...
"Ara....."teriakan seseorang membuyarkan lamunan Zara dan berbalik menatap orang yang memanggilnya
"Lena....dateng juga..,??tanya Zara
"dateng dong...gimana acaranya lancar..,?"tanya Selena
"lumayan"jawab Zara dengan senyumnya yang selalu mengembang
"loh yang disini cuman lo...yang lain mana..,"tanya Selena sambil melihat sekitar yang hanya ada Zara sebagai panitia
"oh, yang lain mungkin lagi sibuk len"jawab Zara
"kebiasaan deh mereka"kesal Selena yang sudah bisa menebak kemana perginya para panitia yang lain dan membiarkan Zara seorang diri
Awas aja kalau gue ketemu salah satu dari mereka gue habisin batin Selena tidak tidak suka dengan para panitia yang lain yang angakat tangan dari tugas mereka dan membiarkan Zara seorang diri.
"Lena kesini sama siapa..,?"tanya Zara sambil melihat sekitar mereka.
"di anter supir tapi udah gue suruh pulang duluan takut lama...lagi males bawa mobil gue"jawab Lena sambil berjalan melihat lihat lukisan yang terpajang
"loh nanti pulangnya gimana..,?"tanya Zara
"gue mah gampang...yang harusnya nanya gitu gue...,lo kesini sama siapa..?nanti pulangnya sama siapa.,"tanya Lena membuat Zara terkekeh..Zara tau pasti Lena khawatir, Zara bersyukur mempunyak sahabat sebaik Selena dan juga Rendi yang selalu membantunya dan juga mengkhawatirkannya,padahal mereka adalah dua orang yang cukuo berpengaruh di kampus dan Zara tidak habis pikir kenapa keduanya malah mau berteman dengannya di saat yang lain menjauhinya.
"aku tadi kesini bareng Rendi dan pulangnya juga Rendi janji mau nganterin aku lagi"jawab Zara
"bagus deh kalau gitu"jawab Selena karena jika dirinya tidak bisa membantu Zara setidaknya ada Rendi yng akan menggntikan tugasnya pikir Selena.
Beberapa jam berlalu...pameran sudah hampir selesai dan Lena masih setia menemani Zara...
"Ra..."sapa seseorang
"eh Rendi..udah selesai urusannya...,?"tanya Zara karena tadi tiba tiba Rendi harus pulang karena d telpon orang rumah
"udah..."
"ih padahal Rendi gak usah balik lagi kesini...aku bisa pulang sendiri kok"ucap Zara
"gak apa apa aku kan udah janji"
"Ren gue juga nebeng lo ya...kasian kalau harus nelpon supir gue lagi"ucap selena sedikit merengek manja pada rendi
"gimana ya.?" ucap Rendi pura pura berfikir membuat Selena malah semakin cemberut dan itu membuay Zara dan Rendi malah terkekeh geli
"baiklah..."jawab Rendi akhirnya
Setelah pameran benar benar selesai Rendi, Zara dan Selena bergegas pulang dan berjalan menuju parkiran
"Ara..."panggilan seseorang membuat mereka bertiga yang hendak memasuki mobil Rendi tertahan dan berbalik
"hari ini hari apa ya...perasaan banyak yang panggil aku"gumam Zara sedikit heran
"udah beres pamerannya.,?"tanya Leo sambil memasukan kedua telapak tangannya pada saku celana jens hitam yang robek di beberapa bagian
"udah...ini baru mau pulang"jawab Zara
"ya udah ayok gue anter"tanpa basa basi Leo menarik tangan Zara dan tentunya di tahan oleh Rendi
Kenapa situasi seperti ini selalu terjadi di antara mereka batin Zara
Kali ini Zara harus sedikit tegas karena tidak ingin ada keributan, Zara melepaskan cekalan tangan Leo dan itu membuat Rendi tersenyum senang berbeda dengan raut wajah Leo yang menatap tidak suka ke arah Zara.
"Le aku pulang bareng Rendi...kasian Rendi udah bolak balik cuman buat nganterin aku"ucap Zara
" terus lo gak kasian sama gue, gue juga nungguin lo berjam jam disini"ketus Leo tidak terima Zara lebih memilih Rendi
"loh aku kan gak minta Leo buat je...."
"alahhh bacot lo...bilang aja lo lebih mentingin anak haram itukan" sentak Leo membuat amarah Rendi menggebu gebu...namun saat Rendi hendak meluapkan emosinya dirinya terhenti saat Zara membelanya
"cukup Le...kamu gak boleh berkata kasar kayak gitu...emangnya apa salah Rendi sama kamu...apa salah aku deket sama Rendi" ucap zara tegas...ucapannya memang tidak tinggi atau kasar tapi orang orang yang mendengar nada bicara Zara kali ini pasti sediKit terkejut...karena jauh dari Zara yang biasanya yang berkata polos, lembut dan sedikit lugu.
beda dengan nada bicara nya barusan yang tegas dan ketiga orang di dekatnya menyadari itu bahkan Rendi dan Selena yang notabenenya teman dekat Zara yang sudah berteman lama dengannya belum pernah mendengar nada seperti itu keluar dari mulut Zara...tidak terkecuali Leo..namun Leo bisa mulai menormalkan kembali eksfresinya
"iya lo salah karena deket deket sama anak har..."
"cukup Leo....memangnya apa yang salah dengan anak haram hah...apa mereka patut disalahkan karena terlahir di waktu yang tidak tepat...apa mereka yang menginginkan terlahir sebagai anak diluar nikah...mereka hanya bisa pasrah sama takdir yang kurang beruntung yang mereka dapatkan...."jawab Zara membuat Leo bungkam seribu bahasa, Leo tidak habis fikir sebegitu pedulikah Zara ada Rendi sampai sampai dia membelanya seperti ini.
"maaf sudah bikin leo nungguin..tapi aku pulang sama Rendi dan Selena" jawab zara kemudian masuk kedalam mobil dan di ikuti Selena...
Sedangkan Rendi terseyum penuh kemenangan terukir dibibirnya
"lo tau kan dimana letak keberpihakan Ara sekarang.."bisik Rendi setelah itu menepuk bahu Leo dan langsung memasuki mobilnya.
Rendi memacunya meninggalkan Leo yang masih terdiam dia area parkir...mencerna semua perkataan Zara dan berfikir kenapa Zara bisa membela Rendi sampai seperti itu sikap zara barusan benar benar tidak pernah terbayangkan oleh Leo
"bangsat.!!!"terik Leo sambil menendang mobil sebelahnya dan mengacak rambutnya kasar...
Kenapa dadanya terasa sesak ketika Zara bersikap seperti itu padanya, entah karena perkataanya atau sikapnya yang membela Rendi yang membuatnya merasakan sangat sesak...
________________________
________________
•