Innocence 05

1148 Kata
"kamu temennya Leo kan.?" tanya Zara dengan mata berbinar sambil menatap seseorang yang kini juga Tengah menatap dirinya "iya kenapa.?"tanya Reihan tidak lepas menatap penampilan Zara dari atas kepala sampai ujung kakinya "Leo sekarang dimana, aku ada perlu." ucap Zara membuat Reihan semakin menyipitkan matanya menatap ke arah Zara, Untuk apa cewek ini nyariin Leo batin Reihan "ada perlu.?" tanya Reihan dan dijawab dengan anggukan cepat oleh Zara. "Leo ada di rooftop, gue sekarang mau kesana, lo mau bareng.,?"tawar Reihan membuat Zara terdiam sejenak. "rooftop ya, kenapa sih kalian suka mejeng di tempat tempat tinggi gitu."gumam Zara tidak yakin akan mengikuti Reihan atau tidak,tapi tidak ada pilihan lain, Zara harus menemui Leo. "jadi gimana, mau ikut,?" tanya Reihan  sekali lagi yang menatap keraguan dari wajah Zara "iya deh ikut aja" jawab Zara meskipun sedikit ragu tapi dirinya harus tetap bertemu Leo untuk memastikan sesuatu, dirinya tidak mungkin bukan menunggu Leo untuk datang menemuinya karena itu sangat mustahil pikir Zara. Perlahan Zara mengikuti langkah Reihan yang membawanya terus menaiki anak tangga menuju tempat tertinggi di kampus ini dengan sesekali mengalihkan pandangannya pada undakan tangga yang sudah dia lewati, semakin tinggi undakan yang Zara naiki tangannya semakin berkeringat gelisah hingga sampailah Zara di tempat Leo berada, hembusan angin kencang langsung menerpa wajahnya saat pintu Rooftop terbuka  membuat jantungnya mulai berpacu hebat. "heh Lama bener lo t*i, cepet haus gue." ucap Yuda kemudian meraih minuman kaleng yang Reihan bawa namun gerakannya terhenti saat melihat seseorang dibelakang Reihan "wooww ada tamu nih" ucap Yuda membuat Leo yang sedari tadi hanya  tiduran di atas ayunan panjang membuka matanya dan melihat siapa yang dimaksud Yuda. Senyum Leo mengembang saat mengetahui siapa yang Yuda maksud. "Leo aku nyariin kamu dari tadi."ucap Zara dengan Ragu sambil melangkah kan kakinya mendekat pada Leo "kenapa Lo nyariin gue"tanya Leo sinis yang sebenarnya tahu alasan Zara mencarinya. "Leo tahu kan Bu rosa nyuruh aku jadi pembimbing Leo.," tanya Zara mencoba memastikan Apakah  Leo benar benar orang yang Ibu Rosa maksudkan. "terus,?" "kapan Leo bisa mulai, biar aku cocokin sama jadwal aku"ucap Zara sambil merogos tas bunga bunga yang dia kenakan kemudian mengeluarkan notebook miliknya, namun saat Zara hendak membuka notebook tersebut tiba tiba dia menyadari sesuatu. "tapi Leo, mending kita bahasnya  di tempat lain aja yuk."ucap Zara, Tapi tatapannbtajam Leo melihat kecemasan di mata Zara membuatnya semakin ingin mengerjainya "Memangnya kenapa kalau disini, Lo gak sopan banget ngomong sama gue jauh jauhan gini sini lo" ucap Leo sambil mengibaskan tangannya memanggil Zara "Leo, beneran deh mending turun yuk."ucap Zara yang sekarang sudah terlihat sangat cemas. Leo berdiri dan menghampiri Zara" memangnya kenapa hem" tanya Leo dengan halis terangkat sambil menatap tubuh Zara yang terlihat semakin gelisah. "aku cuman enggak suka berada disini." jawab Zara yang tidak ingin memperlihatkan ketakutannya pada Leo dan juga teman temannya. "jangan bilang Lo takut tinggi.?"tebak Leo dan tidak mendapatkan jawaban dari Zara tapi bagi Leo itu sudah lebih dari cukup menjadi jawaban atas pertanyaannya Jadi lo takut tinggi cupu batin Leo, kemudian dengan gerakan cepat  Leo menarik tangan Zara dan menyeretnya ke tepi gedung. Membuat Zara membulatkan matanya dengan gerakan tiba tiba Leo "Le Leo., aku beneran takut."lirih Zara yang sudah mulai berkeringat, Zara tidak menyangka Leo akan bertindak seperti ini padanya "masa segini aja takut sedangkan sama gue Lo gak takut" cibir Leo semakin membuat Zara berjalan ke tepi. Zara berbalik menghadap ke arah Leo tidak ingin melihat ke arah depannya apalagi melihat sekitar bawahnya... Leo memegang bahu Zara erat "Le sumpah aku beneran takut., aku enggak bisa liat tempat tinggi." lirih Zara yang mulai berkaca kaca, tapi itu tidak mempengaruhi leo untuk tidak mengrjai Zara. "Lo gak akan gue dorong,.gue cuman pengen Lo lihat kedepan, tenang ada gue megangin Lo."ucap Leo seakan meyakin kan Zara, Leo ingin sekali melihat ketakutan dari Zara dan Membuatnya memohon. "enggak Le, enggak"mohon Zara dengan mata berkaca kaca,namun semakin Zara menolak Leo semakin ingin mengerjainya.. Dengan cepat Leo membalikan tubuh Zara menghadap depan, mereka berdiri tepat di pinggir gedung... Leo menahan bahu zara agar dia tida bisa berbalik " Le aku mohon aku enggak bisa" ucap Zara "buka mata Lo.,"ucap Leo dan langsung mendapat gelengan dari Zara "cepet buka atau gue dorong"ancam Leo, membuat air mata Zara tidak bisa di bendung lagi, perlahan Zara membuka matanya,Zara bahkan bisa merasakan hembusan angin kencang menerpanya. "Leo anginnya kenceng banget"lirih Zara yang merasakan tubuhnya serasa terbawa angin, Zara takut jika tubuhnya tidak bisa memyeimbangakan posisi berdirinya akibat tiupan angin yang semakin kencang menerpanya. "udah enggak apa apa tenang aja, lo liat kedepan aja sekarang rentangkan tangan lo"ucap Leo sambil mencoba meraih kedua tangan Zara dan perlahan merentangkannya. "wwihhhh kamera mana kamera, adegan romantis ini kayak film titanic"ucap yuda sambil terkekeh sedangkan Reihan dengan sigap mengambil kamera dslr dari dalam tas Leo dan mulai memfoto mereka.g "gimana lo bisa ngerasain, berasa terbang d"Ucap Leo tepat disebelah rdf Zara, entahlah Zara tidak tahu, yang dia asakan saat ini rasa mual dan rasa sesak yang semakim dia rasakan. "Le udah a aku u udah enggak kuat"ucap Zara,leo bisa merasakan nafas Zara kian memberat perlahan leo melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Zara dan mulai melangkah mundur, meninggalkan Zara seorang diri di tepian gedung "Le leo ka kamu ja jangan b bercanda Le, i ini e enggak lucu" ucap zara tersenggal senggal ketika tidak merasakan Leo tidak lagi dibelakangnya, nafasnya benar benar serasa berhenti, "Bos udah deh kayakny Dia beneran takut, kasian"ucap Reihan namun tidak di gubris Leo.. Leo masih dengan santai menatap punggung Zara.sesekali terpaan angin membuat rambut Zara sedikit menjauh dari wajahnya. Leo berjalan ke arah samping melihat jelas wajah Zara dari dekat.Zara menangis sambil menutup matanya. Zara bisa merasakan kepalanya semakin berat begitupun dengan nafasnya. "Le Leo a aku..."ucapan Zara terpotong saat dirinya mulai limbung dan dengan sigap Leo menariknya ke arah belakang dan mendekapnya, Leo bisa merasakan degup jantung Zara yang berdegup  kencang serta nafas nya yang memberat. Leo menyibak rambut Zara yang menutipi wajahnya,Leo melihat wajah kesakitan Zara saat dirinya susah mengirup udara. "s**t, dia punya asma" ucap Leo kemudian langsung membopong tubuh Zara, Zara memegang dadanya yang terasa sakit, mencoba sekuat tenaga  menghirup udaranya. Sedangkan Reihan dan yuda  yang melihat raut wajah Leo langsung ikut berlari mengikuti Leo menuruni anak tangga "Nyet hati hati, Lo bawa anak orang" teriak Reihan saat melihat Leo berlari cepat menuruni tangga... Beberapa orang dibuat heran saat Leo membopong tubuh mungil Zara dengan tergesa gesa "minggir Lo semua bangsat..!!!"sentak Leo saat beberapa orang menghalau jalannya... "minggir kalian mingir"ucap Reihan dan yuda ikut mengikuti langkah Leo... Leo berlari menuju uks dan membaringkan Zara perlahan, dirinya mulai panik saat Zara seperti tercekik. "Kenapa dia..,?"tanya salah seorang petugas kesehatan saat mendengar keributam dari arah dalam. "Lo gak liat dia sesak nafas,cepet tangani dia b**o, bukannnya bengong?"sentak Leo kemudian beralih menatap zara yang terlihat kesakitan.membuat petugas uks dengan sigap langsung melihat kondisi Zara. Sedetik kemudian Leo bisa merasakan bahunya di tarik dan Buugghhhhhhh
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN