Leo memegang sudut bibirnya yang perih akibat pukulan mendadak Rendi.
Sedangkan Rendi segera menghampiri Zara yang masih kesulitan bernafas sambil memegang dadanya,mukanya memerah sedangkan tubuhnya bergetar hebat, Rendi tidak tahu apa yang dilakukan Leo kepada Zara namun itu berhasil membuatnya Hampir lupa diri untuk menghabisi nya saat ini juga.
"Ara, Ara tenang.!coba perlahan.!"ucap Rendi menenangkan,Rendi bisa melihat ketakutan di mata Zara, Zara mencengkram kuat lengan baju Rendi dan mencoba mengikuti instruksi yang Rendi berikan, Namun semua itu terasa sulit bagi Zara, dia tidak bisa bernapas saat ketakutan masih menguasai pikirannya
"Ara dimana inhaler kamu..,?" tanya Rendi namun Zara menggelengkan kepalanya dengan kuat,rasa sesak didadanya amat menyakitkan.
Rendi mulai panik sedangkan Leo,Reihan dan Yuda diam terpaku,Leo menatap lekat wajah Zara ada sedikit terbesit rasa bersalah dihatinya.kalau benar-benar tidak tahu jika Zahra mempunyai masalah dengan pernapasannya, Hello benar-benar hanya berniat untuk mengerjai nya saja dan tidak sampai untuk melukainya kamu ini benar-benar di luar dugaan saya sendiri.
"Ara...!!!" teriak seseorang dari ambang pintu membuat semua orang yang berada di Uks berbalik menatapnya.
Selena berlari menghampiri Zara yang tengah kesakitan.
"Ara tenang, ini inhaler lo.." ucap Selena yang datang dengan membawa tas Zara setelah itu mengeluarkan inhaler yang biasa dia bawa di dalam tas...
Selena membantu Zara menghirup inhalernya dan sesekali menatap ke arah Leo yang masih diam terpaku.karena tidak tahu masalah apa yang dihadapi sehingga bisa berurusan dengan seorang Leo, tentu saja dirinya mendengar beberapa percakapan mahasiswa lain yang membicarakan Leo dan Zara untuk itu Selena tahu dimana Zara berada.
"ini enggak akan berhasil, asmanya lebih parah,inhaler ini enggak akan membantu" ucap Rendi saat melihat Zara masih kesulitan bernafas meskipun sudah menghirup inhalernya.
"heh Lo kesini.!"ucap Leo pada salah seorang petugas kesehatan yang langsung menghampiri Leo .
"Apa enggak ada obat buat ngebantu dia hem...,?"tanya Leo dingin.membuat petugas menggelengkan kepalanya dengan cepat membuat Leo ndak marah namun petugas tersebut langsung menjawab pertanyaan Leo
"tidak,maksud aku obat yang biasa sedang tidak ada stok, lagipula untuk penderita asma kita tidak bisa sembarang kasih obat."jelas Joni selaku petugas kesehatan.
"Bacot lo anjing gak guna."sentak Leo merasa percuma jika ada UKS tapi tidak menyediakan obat yang dibutuhkan oleh mahasiswanya.
"Ara butuh nabulizer secepatnya.."ucap selena khawatir melihat kondisi sahabatnya yang semakin kesulitan bernafas..Leo tidak bisa diam begitu saja, Zara harus segera mendapatkan pertolongan untuk itu Leo tidak tinggal diam lagi dan langung bertindak.
Dengan gerakan cepat Leo hendak kembali membopong Zara sebelum Rendi menghentikan gerakannya.Rendi langsung meraih bahu Leo saat dirinya hendak mendekati ke arah Zara dan membopong tubuh Zara.
"Lepas....!" ucap Leo saat Rendi menahan bahunya
"turunin Zara, gue yang akan bawa dia."ucap Rendi namun perkataan Rendi seolah angin lalu bagi Leo, sama sekali tidak wajib untuk mendengar omongan saudara sedarahnya itu yang menurutnya sangat tidak penting.
"tahan dia.!"ucap Leo kepada Reihan dan Yudha menyuruh mereka untuk menahan Rendi,karena dia tidak punya waktu untuk berdebat dengan Rendi saat ini.
Leo kembali membopong tubuh mungil Zara menuju parkiran
"Leo gue ikut..," ucap Selena sambil memegang tangan Leo..namun sedetik kemudian Leo menepis tangan Selena dan masuk kedalam mobil membawa Zara,tanpa menghiraukan wajah kecewa Selena.
Selena tidak tinggal diam, dia mengikuti mobil Leo dari belakang menggunakan mobilnya sendiri, karena tidak mungkin membiarkan Zara hanya berdua saja dengan Leo, selena khawatir terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu, tidak ada yang tahu bukan apa yang akan Leo lakukan pada Zara saat mereka hanya berdua saja.
***
Leo membawa Zara ke Atma Jaya Hospital...salah satu aset yang dimiliki keluarganya.Lel tidak memungkiri jika di saat seperti ini kekayaan yang dimiliki oleh kakeknya itu sedikit berguna untuk membantunya.
"cepat panggil dokter.!"teriak Leo kemudian berlari membopong tubuh Zara...
Beberapa perawat sempat terkejut saat tiba tiba pewaris Atma Jaya datang dan membuat kehaduhan.
Wajah Leo memang sangat familiar sebagai pewaris Atma jaya tak ayal semua yang bekerja di bawah naungan Atma Jaya grup mengenalinya...
Tidak menunggu lama seorang dokter datang menghampiri Leo yang sudah duduk disebelah Zara..
"Dokter cepat tangani dia.!" ucap Leo
"Anda bisa tunggu di luar.!"perinta dokter tersebut sambil langsing memeriksa kondisi Zara yang sudah kesakitan.
Leo menurut untuk menunggu di luar ruangan.dia mendudukan dirinya dikursi ruang tunggu..menekuk wajahnya dan memejamkan matanya..
Wajah Zara saat berada didekatnya, saat angin menerpa rambutnya tiba tiba muncul di benak Leo,beberapa senyum yang kadang ia berikan tak luput juga melintasi fikirannya.
"Leo bagaimana keadaan Ara..,?" tanya Selena datang dengan nafas sedikit ngos ngosan, Leo hanya menoleh sebentar dan kembali menundukan wajah nya.
Tidak lama dokter keluar dari ruangan Zara... Leo segera berdiri dan menghampirir dokter tersebut..
"dia sudah membaik, perawat nanti akan memberikan resep obat untuknya dan satu lagi dia tidak boleh terlalu lelah kondisinya saat ini sangat lemah"jelas dokter setelah itu pergi meninggalkan Leo dan Selena...
Selena segera masuk menghampiri zara
"Ara lo baik baik aja..,?" tanya Selena dengan Raut wajah khawatir menatap sahabatnya itu
"aku udah baikkan kok Len, tenang aja."jawab Zara meskipun wajah pucatnya tidak menunjukan demikian Zara hanya tidak ingin membuat orang-orang sekitarnya merasa cemas gara-gara dirinya
"lo bikin gue khawatir tau enggak." rengek Selena.
"Maaf Len, udah bikin repot ya." sesal Zara.
"iisshh Udah lah yang penting Lo sekarang udah enggak apa apa.., kenapa Asma Lo bisa kambuh parah gini sih,?" tanya Selena heran, sudah lama asma Zara tidak kambuh dan sekali nya kambuh membuat selena dan Rendi khawatir..
Zara tidak langsung menjawab dia mengingat kembali bagaimana Leo menyuruhnya untuk berdiri di tepi gedung...
Zara memegang dadanya dan menghela nafas panjang..
"Mungkin udah seharusnya asma aku kambuh aja Len" jawab Zara.
" Ya udah yang penting lo enggak apa apa..." ucap selena.
"Len, Leo kemana.? Tadi seinget aku dia yang bawa aku kesini.?" tanya Zara membuat Selena menoleh ke luar ruangan dan tidak mendapati siapapun.
"tadi sih dia di luar Ra,tapi enggak tau dia kemana lagi...balik kali, ya udah lo pulang sama gue aja, untung gue nyusulin kalian." ucap Selena setelah itu membantu Zara untuk turun dari tempat tidur dan membantunya berjalan menuju parkiran mobil tempat mobilnya...
"Ra mendingan Lo nginep dirumah gue aja dulu beberapa hari ini." tawar Selena.
"Enggak usah Len, kasian Kak Rio di rumah sendiri." jawab Zara.
"ck, kakak lo itu udah gede, udah bisa ngurus dirinya sendiri, lagian selama ini dia cuman bisa nyusahin lo aja kan, sekali kali biarin aja dia , kesel gue bisanya bikin lo repot aja." gerutu Selena yang memang merasa kesal kepada kakak nya Zara keluarga satu satunya yang Zara miliki hanya Rio.
"Gitu gitu juga dia kakak aku loh Len.,"ucap Zara sambil terkekeh geli melihat wajah cemberut sahabatnya itu..
"ck nyebelin." ucap selena karena selalu seperrti itu, Zara selalu membela kakaknya tersebut dan membuat Zara kesusahan selama ini.
Sedangkan dari jauh sosok lelaki yang tidak pernah tersenyum menatap mereka dengan intens..
Dan mendengarkan setiap percakapan yang mereka bicaakan.