2018
Kelas melukis yang diikuti oleh Luna baru saja selesai, karena mumpung Luka sedang ada di kota ini tidak ada salahnya dia berjalan-jalan di kota ini untuk menghibur dirinya atau pergi mencari pekerjaan untuk menambah penghasilan karena tidak mungkin di saat Luna yang cuti sebagai dokter tidak bisa mendapatkan uang, oleh karena itu dia jalan-jalan sambil mencari pekerjaannya yang cocok. Luna sekarang sedang melangkah pasti. menaiki tangga dengan perasaan semringah untuk memastikan bahwa dengan ini dia bisa mendapatkan kesenangan.
"Selamat ulang tahun untuk kota kita," ucap seorang pria melambai ke arah Ika kemudian memberikan Luna sebuah kotak berisi kue donat.
Luna bingung dengan hal ini sehingga, dia pun menerima kota kue donat itu ragu-ragu sembari tersenyum kaku.
Sesaat Luna pergi meninggalkan pria itu setelah naik tangga terakhir, mata Luna terbelalak dan mulutnya terperangah karena tidak sia-sia dia menunda kepulangannya lebih awal di rumah apung. Rupanya kebetulan kota ini sedang merayakan hari kelahiran kota ini. Luna melihat semuanya ķeliling, dia melihat banyak sekali orang yang tersenyum bahagia karena begitu menikmati pesta ulang tahun sekolah mereka, ada yang sedang menghabiskan waktu bersama dengan pacar sehingga menggunakan waktu ini untuk memadu kasih, ada para orang tua bersama anaknya yang berfoto memberikan cinta mereka dengan tulus, bahkan ada dua lansia yang duduk di bangku saling berpelukan yang membuat mereka seperti kembali masa muda.
Luna pun berjalan sambil memasukan tangannya ke dalam jaket di antara kebahagian orang-orang itu, ia mendengar keceriaan, kebahagian, kasih sayang yang mengiringi tempat ini, dia berjalan seorang diri tanpa Sam, dia sangat iri akan orang disekitarnya yang berjalan berpasangan.
Dia merasa bahwa semua ini seperti dejavu, dan melihat debu-debu keajaiban membawanya ke kenangan indahnya bersama Sam yang begitu menyenangkan dan menggairahkan itu.
***
Flashback on
Sam menarik tangan Luna tiba-tiba setelah mereka baru saja keluar dari mobil, Luna yang marah pada Sam membuat lipstik yang si pakainya malah mencoret Luna dari bibir hingga ke hidung, Luna sangat ingin memukulnya, tapi Luna menundanya karena cara Sam berlari sudah seperti karakter game sonic yang berlari sangat cepat. Oleh karena itu, Luna ikut saja bagaikan angin pada Saat Sam berlari ke arah tempat tempat di mana dia tuju tanpa ada persetujuan Luna. Tapi Luna hanya bisa memaklumi saja karena Sam melakukan ini demi liburan terbaik yang harus dia Luna dapatkan sepanjang hari dari pada tidur.
"Sam, aku sama sekali tidak menyangka, caramu berlari memang tidak di ragukan lagi, aku harap nantinya kamu bisa. menghentikan irama berlarimu," ucap Luna dengan napas tersengal-sengal yaang sedang di aturnya sembari mengusap keringatnya.
Sam yang melihat Luna hanya bisa tertawa kecil melihat Luna yang tampak ngos-ngosan, lumayan hitung-hitung olahraga, karena dia biasa melihat Luna yang sering ngos-ngosan di rumah sakit mengerjakan pekerjaannya. Sam pun mulai mengetuk dagunya sambil melihat sekeliling mencari permainan, hiburan, makanan, atau hal seru lainnya yang mungkin bisa mereka lakukan untuk menghabiskan hari ini sepanjang waktu.
"Lun, bagaimana kalau kita melakukan permainan lempar kaleng disana," ucap Sam menunjuk ke arah lokasi permainan kemudian langsung menarik tangan Luna yang sedang merapikan rambutnya yang berantakan akibat lari dadakan itu.
"Aku berharap kamu tidak melakukan hal ini lagi, aku akan lebih senang jika kamu memegang tanganku sambil berjalan dengan santai tanpa harus lari marathon dengan cara seperti ini," kesal Luna kepada Sam yang suaranya Luna tidak bisa dia dengar karena suaranya lebih mirip angin lalu.
Luna dan Sam sampai ke tempat permainan itu yang pengelola tempat itu tampak ramah dan santun, setelah itu memberikan bola dan mempersilakan Luna dan Sam untuk melempar kaleng berjalan selama 15 menit. Sam dan Luna memperhitungkan arah lemparannya jika kaleng uang bergerak dengan alat yang mirip treadmill itu mengganti kaleng yang sudah terlempar atau tidak terlempar, setelah mendapat kepastian mereka pun mulai menghitung mundur waktu dan akan menyiapkan kuda-kuda lemparan.
Luna ingin sekali mendapatkan boneka teddy besar yang mungkin bisa di peluknya sewaktu tidur dan Sam menginginkan buku bekas novel jadul tipis yang mungkin bisa dia baca pada waktu luang. Sudah setengah menit mereka saling melempar kaleng, mereka terlihat bersenang-senang melakukan hal ini, beberapa menit kemudian Luna berhasil memenangkan permainan itu dan dia pun mendapatkan hadiah boneka beruang teddy yang akan dia peluk sewaktu malam.
Luna mendapatkan kesenangan yang begitu dia dambakan. Sam yang melihat kesenangan Luna merasa sangat puas dengan senyuman Luna, dia pun merangkul tangan Luna sembari berjalan bersama dengan boneka beruang mencari permainan seru dan menyenangkan yang mungkin bisa mereka mainkan.
Tiba-tiba sorot mata Luna tertuju pada sesuatu yang begitu menarik hatinya bagaikan candu, Sam yang melihat ekspresi itu merasakan dompetnya akan di kuras habis, benar saja kali ini giliran Luna yang menarik tangannya kemudian berlari dengan kecepatan kilat menuju stand yang memikat hatinya, kali ini Sam yang napasnya tersengal-sengal akan hal ini, setelah sampai di stand i4u hari Luna berbunga-bunga sehingga ingin sekali dia melompat ke atas langit.
"Bukannya ini parfum limited edition yang lagi terkenal itu, yang katanya di buat oleh dari bahan parfum terkenal yang berasal dari Amerika, dan istimewanya lagi, mereka malah membuka stand di pasar malam ini," ucap Luna melompat kegirangan kemudian melompat-lompat semua merek parfum yang ingin dia cobain semua itu.
Sontak Sam pun melihat isi dompetnya yang akan terkuras habis.
"Tampaknya uang di dalam dompetku inikan tidak cukup ya, tidak bisakah kamu membeli barang lain atau pergi membeli barang kesukaanmu di tempat lain yang mungkin harganya akan jauh lebih murah dari ini," ucap Sam sambil menunjukan wajah memelas yang tampaknya tidak di hiraukan oleh Luna.
"Tahun lalu, kamu malah mengizinkan aku untuk membeli tas mewah seharga ratusan juta dari acara lelang yang kamu bayarkan dengan uang hasil gajimu, itu pun kamu yang mewarkannya. Bulan lalu kamu membelikanku kain dengan merek terkenal seharga jutaan rupiah dengan uangmu walaupun kita berdua kongsi, sepertinya memang aku tunda saja pembelian parfum ini," ucap Luna sembari menarik tangan Sam dan pergi dari stand itu," Sam pun heran dengan Luna untuk ini.
"Ampun! kamu tumben tidak membeli parfum itu. biasanya kamu akan marah jika tak mendapatkannya, benda itu limited edition tahu, aku sih agak heran?" ucap Sam yang agak bingung dengan Luna yang hanya tersenyum. "Aku tahu dompetmu lagi bokek untuk membeli barang ini," ucap Luna sembari tertawa kecil dengan hal ini.
"aneh aja sih, karena kamu belum pernah menunda pembelian," ucap Sam yang heran dengan pertanyaan berulang yang cukup membosankan.
"Tapi ingat, kamu harus membelikanku coklat serta makanan enak untukku. Karena aku sekarang ingin mengisi perutku agar aku bisa menjadi wanita cantik yang bisa cantik tanpa ada kosmetik.
"Jadi sekarang kamu lebih suka makanan ketimbang kosmetik yang bisa membuatmu menjadi wanita cantik," ucap Sam menggeleng-geleng kepalanya karena agak heran dengan Luna sementara itu mereka pun mencari keseruan lainnya yang mungkin bakalan membuat mereka betah.
***
"Fiuh!" kayaknya kita bakalan lebih lama di sini ketimbang harus pulang," ucap Luna sambil membawa banyak sekali hadiah dari pasar malam yang sekarang berada di tangannya, sungguh dia sama sekali tidak tahu di mana semua barangnya harus di simpan sehingga sebagian barangnya di berikan kepada Sam yang juga tampak kewalahan dengan barang Luna.
Setelah di pikir-pikir, Luna dan Sam begitu menikmati hari-hari terindah mereka bisa meluangkan waktu yang berkualitas ini.
Pertama, mereka melakukan pose dan mengekspresikan gaya mereka di dalam photo box, melakukan hal itu justru membuat mereka tidak sadar bahwa ada banyak sekali foto polaroid yang malah membanjiri mereka.
Kemudian mereka pun membeli setumpuk arum manis yang di makan mereka bersama dengan romantis, meminta pelukis jalanan untuk melukis keromantisan mereka yang hasilnya justru sangat manis dan begitu cantik itu.
Setelah itu, mereka menaiki roller coaster serta yang membuat adrenaline mereka kian meninggi seperti melakukan wahana ekstrim yang bisa membuat jantung mereka copot seketika.
kemudian pergi ke wahana Rumah hantu selama lebih dari dua jam, sungguh mereka sangat ketakutan dan lari terbirit-b***t seperti orang gila dan bahkan membuat mereka hampir pingsan sah jumpscare menakutkan yang membuat mereka trauma.
Sesaat kemudian, mereka pun melangkah keluar dan langsung memeluk di bawa cahaya bukan karena Sam sudah memberikan waktu liburan terbaiknya kepada Sam, kini dia berharap akan ada waktu berkualitas yang akan membawanya pada kebahagiaannya. Sekarang mereka berada di lokasi parkir tempat mereka meletakan mobilnya dan sepertinya mereka akan segera pulang. Sebelum pulang Sam memberikan kecupan di dahi yang juga langsung di balas oleh Luna. Setelah mereka pun naik mobil dan pulang bersama banyaknya mainan hasil mereka berdua berkeliling.
"Aku berharap kita bisa melakukan ini sepanjang hidup kita setiap harinya,' ucap Luna senang.
"Tentu, aku lebih berharap lagi agar waktu di sini terhenti dan hanya kita berdua yang melakukannya, karena serasa dunia ini milik kita berdua," ucap Sam sembari menyalakan mobilnya dan keluar dari tempat parkir.
"Itukah yang kamu inginkan, aku rasa memang benar, kita memang perlu memerlukan banyak waktu berkualitas, aku harap liburan cuti ini bisa diperpanjang."
"Sungguh, aku berharap kita bisa lebih bahagia lagi."
***
Sungguh, semua kenangan yang terbersit itu membuat Luna terharu dan ingin menangis, ingin sekali rasanya dia bisa bersama Sam lagi dan meluangkan waktu emas sang pujaan hatinya sambil memasang telinganya untuk bisa mendengar suaranya yang bak malaikat itu. Tetapi Luna masih merasa sangat sedih, karena di saat seperti ini dia merasakan rasa kesepian yang begitu berkepanjangan itu sehingga membuatnya ia menitikan air mata dan pergi ke restoran kecil untuk mengisi perutnya yang sudah sangat kelaparan dan keroncongan sehingga membuat perutnya meronta-ronta