Ruang tanpa isi

1215 Kata

Ham tidak hentinya bergumam. Sikap serampangan Nadira membuat setengah kepalanya sakit. Bukan karena takut saja, tapi rasa cemasnya belum hilang juga. "Ngapain kamu ke sini? Sam nggak boleh lagi terlibat sama kamu." Nadira mengintip kecewa pada dua kaleng sarden di dalam kantung plastik. Tadinya ia berniat memukul kepala Ham dengan itu, tapi gara-gara dua PSK tadi, semua rencananya berantakan. Alih-alih melampiaskan emosi, Nadira justru menolong Ham. "Aku ada urusan. Tadi aku mencoba menghubungi nomornya, tapi diblokir. Aku nggak mau dia ke rumahku lagi dan membuat kekacauan," kata Ham sedikit terbata. Ia tidak berani menatap langsung pada mata Nadira. Nadira diam-diam tersenyum kecil. Paling tidak, Sam benar-benar berniat untuk menepati janjinya pada Allen. "Bilang saja sama aku, n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN