Aira mendengar dari Dokter Anis kalau Ham akan pergi dari rumah untuk sementara waktu. Bukan untuk menghindar, tapi sekedar ingin menenangkan diri saja. Patut dimaklumi. Orang normal saja pasti akan kecewa setengah mati. Apalagi Ham yang jelas-jelas belum sembuh benar. Sekarang tidak ada yang bisa diperbuat selain diam dan menunggu. Terapi sudah tidak bisa diandalkan. Mungkin langkah terakhir untuk masalah mereka hanyalah pembiaran. Sementara itu, Ham duduk pasrah dan membiarkan Nadira menyetir mobilnya. Pria itu tidak punya keinginan untuk memperkeruh keadaan. Suka tidak suka, kini ia berakhir mengikuti Sam hingga ke tempat makan. Sepanjang perjalanan itu, Ham lebih banyak membisu. Mulutnya terlanjur malas untuk saling melontarkan ejekan. Nadira sering ketahuan menatapnya dengan panda

