Hari yang dijanjikan Ham tiba. Pagi-pagi sekali, pria tinggi itu sudah bangun untuk mengurus rumah dan segala keperluan pagi untuk Allen. Tak lupa, Ham juga mengangkat panggilan Aira yang sedang menghabiskan bulan madunya di luar kota. Mereka tidak berubah, tidak bisa putus komunikasi barang sehari. Meski sudah punya suami, sepertinya kekhawatiran juga rasa sayangnya sebagai teman tidak hilang. Terbukti Aira belum bisa menghindari kebiasaanya untuk melihat Ham di pagi hari. Untung saja, Sam tidak masalah tentang semua itu. Toh, sebelum menjadi seorang istri, Aira adalah tambatan hidup adik kembarnya lebih dulu. "Siapa, Aira?" tanya Allen mengambil roti lapis dari atas meja yang disiapkan oleh anak angkatnya. Ham mengangguk, melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah cukup siang, jadi se

