Seminggu sebelum pertunanganku dengan Rully aku mengunjungi Hesyam di Rumahsakit Jiwa. Seperti biasanya aku membawakan beberapa makanan dan buah-buahan yang Hesyam suka. Kali ini Hesyam tampak begitu berbeda, rambut gondrongnya sudah dipotong, kumis serta jenggot yang sempat tumbuh pun kini sudah tidak terlihat di wajahnya. Yang lebih membahagiakan, Hesyam menyapaku terlebih dahulu. "Assalamualaikum ..." "Waalaikumsalam, Kiara." Aku menoleh pada penjaga yang membawa Hesyam untuk bertemu denganku, penjaga itu hanya tersenyum dan mengangguk. "Bagaimana kabar kamu hari ini, Syam?" "Aku baik-baik saja. Apa kamu datang untuk menjemputku? Aku sudah tidak sabar ingin keluar dari sini." "Memamgnya ada apa?" Hesyam tidak menjawabnya, ia malah menunduk dan memainkan jemarinya yang sa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


