Sekarang aku sudah benar-benar lupa dengan Arghi dan semua hal yang yang sudah ia lakukan padaku. Meski terkadang saat melihat wajahnya, ketika kami harus berpapasan tidak sengaja di jalan, sepersekian detik aku mengingat semua kejadian itu. Saat remaja dulu, sku sering mendengar cerita tentang beberapa orang yang rela memberikan keperawanannya pada kekasih mereka hanya agar kekasih mereka tidak pergi meninggalkannya begitu saja. Yang beruntung, mereka akan dinikahi. Tapi, tidak sedikit juga dari mereka yang dicampakan begitu saja. Saat itu aku berpikir, bagaimana mereka melupakan seseorang yang pernah tidur bersama tapi tidak berjodoh? Lantas apa mereka benar-benar lupa atas apa yang pernah mereka perbuat saat mereka tak sengaja bertemu lagi. Lalu bagaimana perasaan mereka? Apaka

