"Assalamualaikum!" "Wa 'alaikum sallam!" Berharap yang keluar tuan putri. Eh, yang buka pintu eyang Uti. "Siapa?" tanya tuh nenek. Mama gue langsung cium tangan, terus si nenek langsung tau, "Ohhh, kamu toh! Masuk-masuk!" Gue ikut cium tangan juga. "Ini anakmu? Cantik kayak ibunya!" Hah? Gue laki, Nek! Pas gue mau protes, mama naroh jari telunjuk di bibirnya. Gue cuma bisa garuk-garuk kepala. "Duduk-duduk!" Kami pun disuruh duduk, "Sebentar, ya! Aku ambilkan minum dulu—" "Enggak usah, Ti!" potong Ibunda Ratu, si nenek langsung berhenti. Mungkin maksud mama basa-basi, tapi beneran enggak diambilin minum. Tuh nenek balik lagi, duduk di mari. "Ada perlu apa?" Tanpa ba-bi-bu langsung ditanya maksud kedatangan kami. "Ada perlu sama Putri—" "Oh, Putri!

