Calon dari Mama

817 Kata

"Smile! Sweet! Sister! s******c! Surprise! Service!"   Sumpah demi apah! Ni anak emang enggak bisa dipercaya. Tadi bilangnya iya, iya, pas gue suruh diem. Eh, sekarang malah nyanyi-nyanyi, segala pake ngajak si Ayla lagi. Jangan sampe deh adek gue jadi wibu macam dia.   "Kamu serius, Je? Suka sama yang begitu?" Ibunda Ratu buka suara, agak bisik-bisik. Takut kedengeran kali sama tuh loli. Padahal mama sama gue ngobrolnya di luar.   "Serius dong!" jawab gue pura-pura tegas. Biar meyakinkan.   Mata kelabu mama mendelik, keningnya yang keriput berkerut. Terus punggung tangannya nyentuh jidat gue, "Kamu sehat?" Kali ini mata gue yang mendelik, "Istighfar, Je! Dia itu anak kecil. Atau jangan-jangan kamu p*****l!?"   "Astaghfirullah, Mah!" Buru-buru gue istighfar, "Dia itu bukan anak k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN