Callista merasakan nyeri dan ketegangan di payudaranya dari waktu ke waktu karena tekanan s**u yang terus-menerus. Callista juga berpikir sebaiknya ia membeli pompa ASI yang juga bisa digunakan untuk menyimpan persediaan ASInya sehingga ia tidak harus begadang setiap malam untuk menyusui bayinya. "Nanti saya tanya Mas Wira," gumamnya sambil mengusap permukaan pelat abu-abu itu dengan tangannya. merobek! Suara pintu tertutup langsung membangunkan Callista dari lamunannya, membuat wanita itu langsung menoleh ke sumber suara dan melihat Mahawira, yang dengan rapi mengenakan kemeja, jas dan dasi yang baru saja meninggalkan ruangan. "Kerja?" Callista bertanya kepada suaminya yang telah keluar dengan selamat. Callista tahu suaminya sudah mandi pagi ini, tapi dia tidak menyangka suaminya aka

