26

1225 Kata

“Kamu kenapa?” tanya Kevin seraya menyusul Navyla menuju kamar nya. “Seperti nya bapak tidak perlu mengurus semua permasalahan di keluarga saya, kalau memang bapak hanya peduli dengan ibu, ya sudah urus saja ibu, tidak usah mengurus yang lain,” ujar Navyla tak lagi mampu menahan amarah nya. “Kenapa kamu bicara seperti itu? Bukan nya tadi sudah di bahas dengan ibu kalau kita akan segera menikah, sudah jadi tanggung jawab saya dong untuk merawat adik kamu?” “Dia bukan adik saya!” sahut Navyla kesal. Sebenar nya apa sih yang di ingin kan Kevin? Dia tidak pernah bertemu dengan seseorang dengan sifat selancang ini. “Kenapa sih bapak tidak pernah mendengar perkataan saya? Bapak selalu mengambil keputusan tanpa bertanya dulu apakah itu hal yang saya ingin kan atau tidak, bapak kira saya akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN