Surrender

1508 Kata

"Apa bangunannya sudah selesai, Pur?" Pemuda yang sedang menyetir di sebelahnya ia duduk mengangguk lantas menunjuk ke arah dasboard. "Itu surat titipan pak Nusa, beliau bilang semuanya sudah beres, hanya menunggu mbak Doris menanda-tangani surat dari kelurahan saja." Doris menatap puas, ia memasukan dokumen tersebut ke ransel miliknya. "Makasih ya, Pur." "Mbak jadi pindah?" "Jadi." "Lah bukannya kerja di kampus ya, mbak?" Doris tersenyum tipis, ia menggelengkan kepala sambil mengetik sebuah pesan untuk Rita. "Aku sudah resign." "Kenapa mbak?" "Pengen suasana baru saja." Pur memang tidak mengerti dan tidak pernah ingin tahu apapun yang terjadi padanya. Dirinya hanya pemuda desa yang dulu sempat mengenal Doris disaat wanita tersebut melakukan penelitian di desa mereka. "Kamu ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN